alexametrics
23.3 C
Jember
Tuesday, 17 May 2022

Jember Kembali Raih Predikat Kabupaten Layak Anak

Mobile_AP_Rectangle 1

MAKASSAR RADAR JEMBER.ID –  Kabupaten Jember kembali menerima penghargaan Kabupaten Layak Anak (KLA) tahun 2019. Penghargaan kali kedua ini diserahkan oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Yohana Susana Yambise di Hotel Four Points Makassar, Sulawesi Selatan, (23/7). Bupati Jember dr Hj Faida MMR menerima langsung penghargaan yang bertepatan dengan momen Hari Anak Nasional (HAN) tersebut.

Ada lima kategori KLA dari Kementerian PPPA yang tiap tahun diberikan kepada daerah yang dinilai berkomitmen terhadap pemenuhan hak dan perlindungan anak. Dimulai dari Pratama, Madya, Nindya, Utama, dan KLA (Paripurna).

Jember dalam penganugerahan di Makassar meraih predikat KLA kategori Pratama. Prestasi ini sama seperti yang diraih tahun sebelumnya, yang diserahkan di Surabaya, akhir Juli 2018 lalu.

Mobile_AP_Rectangle 2

Penilaian KLA tahun ini diawali oleh tahap evaluasi mandiri secara daring atau mengevaluasi diri sendiri (self-assessment). Evaluasi yang dilakukan sejak April hingga Mei 2019 itu berdasarkan 24 indikator KLA dengan sekitar 430 item pertanyaan atau variabel. Setelah hasilnya diketahui, maka tahapan selanjutnya tim pusat melihat capaian passing grade masing-masing kabupaten yang memenuhi standar.

Lebih lanjut, evaluasi itu mencakup enam kriteria yang dijabarkan dalam 24 indikator. Enam kriteria ini sesuai dengan konvensi hak-hak anak. Yaitu aspek kelembagaan, pemenuhan hak-hak sipil dan kebebasan anak, lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif, kesehatan dasar dan kesejahteraan. Berikutnya adalah hak pendidikan, pemanfaatan waktu luang dan kebudayaan, serta perlindungan khusus. Kriteria terakhir ini terkait dengan perlindungan bagi anak-anak yang bermasalah dengan hukum.

Seusai menerima trofi, Bupati Faida menyatakan bersyukur atas apresiasi tingkat nasional yang diterima ini. Dia mengatakan, prestasi itu merupakan hasil kerja bersama dengan berbagai pihak. Bukan hanya Pemkab Jember, tapi juga semua elemen masyarakat. Sebab, kata dia, upaya mewujudkan Jember sebagai KLA merupakan hasil kerja kolektif. “Ini adalah buah dari hasil kerja bersama berbagai elemen dalam memastikan pemenuhan hak-hak anak di Kabupaten Jember,” katanya.

Capaian ini membuat Pemkab Jember semakin optimistis di tahun berikutnya bakal meraih kategori Madya. Sebab, sebenarnya tinggal sedikit lagi Jember mampu meraih penghargaan di kategori tersebut. “Oleh karena itu, kami mengapresiasi seluruh pihak yang telah berikhtiar, sehingga Jember kembali meraih penghargaan sebagai kabupaten layak anak,” ujar bupati lulusan cum laude Pascasarjana Universitas Gajah Mada ini.

- Advertisement -

MAKASSAR RADAR JEMBER.ID –  Kabupaten Jember kembali menerima penghargaan Kabupaten Layak Anak (KLA) tahun 2019. Penghargaan kali kedua ini diserahkan oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Yohana Susana Yambise di Hotel Four Points Makassar, Sulawesi Selatan, (23/7). Bupati Jember dr Hj Faida MMR menerima langsung penghargaan yang bertepatan dengan momen Hari Anak Nasional (HAN) tersebut.

Ada lima kategori KLA dari Kementerian PPPA yang tiap tahun diberikan kepada daerah yang dinilai berkomitmen terhadap pemenuhan hak dan perlindungan anak. Dimulai dari Pratama, Madya, Nindya, Utama, dan KLA (Paripurna).

Jember dalam penganugerahan di Makassar meraih predikat KLA kategori Pratama. Prestasi ini sama seperti yang diraih tahun sebelumnya, yang diserahkan di Surabaya, akhir Juli 2018 lalu.

Penilaian KLA tahun ini diawali oleh tahap evaluasi mandiri secara daring atau mengevaluasi diri sendiri (self-assessment). Evaluasi yang dilakukan sejak April hingga Mei 2019 itu berdasarkan 24 indikator KLA dengan sekitar 430 item pertanyaan atau variabel. Setelah hasilnya diketahui, maka tahapan selanjutnya tim pusat melihat capaian passing grade masing-masing kabupaten yang memenuhi standar.

Lebih lanjut, evaluasi itu mencakup enam kriteria yang dijabarkan dalam 24 indikator. Enam kriteria ini sesuai dengan konvensi hak-hak anak. Yaitu aspek kelembagaan, pemenuhan hak-hak sipil dan kebebasan anak, lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif, kesehatan dasar dan kesejahteraan. Berikutnya adalah hak pendidikan, pemanfaatan waktu luang dan kebudayaan, serta perlindungan khusus. Kriteria terakhir ini terkait dengan perlindungan bagi anak-anak yang bermasalah dengan hukum.

Seusai menerima trofi, Bupati Faida menyatakan bersyukur atas apresiasi tingkat nasional yang diterima ini. Dia mengatakan, prestasi itu merupakan hasil kerja bersama dengan berbagai pihak. Bukan hanya Pemkab Jember, tapi juga semua elemen masyarakat. Sebab, kata dia, upaya mewujudkan Jember sebagai KLA merupakan hasil kerja kolektif. “Ini adalah buah dari hasil kerja bersama berbagai elemen dalam memastikan pemenuhan hak-hak anak di Kabupaten Jember,” katanya.

Capaian ini membuat Pemkab Jember semakin optimistis di tahun berikutnya bakal meraih kategori Madya. Sebab, sebenarnya tinggal sedikit lagi Jember mampu meraih penghargaan di kategori tersebut. “Oleh karena itu, kami mengapresiasi seluruh pihak yang telah berikhtiar, sehingga Jember kembali meraih penghargaan sebagai kabupaten layak anak,” ujar bupati lulusan cum laude Pascasarjana Universitas Gajah Mada ini.

MAKASSAR RADAR JEMBER.ID –  Kabupaten Jember kembali menerima penghargaan Kabupaten Layak Anak (KLA) tahun 2019. Penghargaan kali kedua ini diserahkan oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Yohana Susana Yambise di Hotel Four Points Makassar, Sulawesi Selatan, (23/7). Bupati Jember dr Hj Faida MMR menerima langsung penghargaan yang bertepatan dengan momen Hari Anak Nasional (HAN) tersebut.

Ada lima kategori KLA dari Kementerian PPPA yang tiap tahun diberikan kepada daerah yang dinilai berkomitmen terhadap pemenuhan hak dan perlindungan anak. Dimulai dari Pratama, Madya, Nindya, Utama, dan KLA (Paripurna).

Jember dalam penganugerahan di Makassar meraih predikat KLA kategori Pratama. Prestasi ini sama seperti yang diraih tahun sebelumnya, yang diserahkan di Surabaya, akhir Juli 2018 lalu.

Penilaian KLA tahun ini diawali oleh tahap evaluasi mandiri secara daring atau mengevaluasi diri sendiri (self-assessment). Evaluasi yang dilakukan sejak April hingga Mei 2019 itu berdasarkan 24 indikator KLA dengan sekitar 430 item pertanyaan atau variabel. Setelah hasilnya diketahui, maka tahapan selanjutnya tim pusat melihat capaian passing grade masing-masing kabupaten yang memenuhi standar.

Lebih lanjut, evaluasi itu mencakup enam kriteria yang dijabarkan dalam 24 indikator. Enam kriteria ini sesuai dengan konvensi hak-hak anak. Yaitu aspek kelembagaan, pemenuhan hak-hak sipil dan kebebasan anak, lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif, kesehatan dasar dan kesejahteraan. Berikutnya adalah hak pendidikan, pemanfaatan waktu luang dan kebudayaan, serta perlindungan khusus. Kriteria terakhir ini terkait dengan perlindungan bagi anak-anak yang bermasalah dengan hukum.

Seusai menerima trofi, Bupati Faida menyatakan bersyukur atas apresiasi tingkat nasional yang diterima ini. Dia mengatakan, prestasi itu merupakan hasil kerja bersama dengan berbagai pihak. Bukan hanya Pemkab Jember, tapi juga semua elemen masyarakat. Sebab, kata dia, upaya mewujudkan Jember sebagai KLA merupakan hasil kerja kolektif. “Ini adalah buah dari hasil kerja bersama berbagai elemen dalam memastikan pemenuhan hak-hak anak di Kabupaten Jember,” katanya.

Capaian ini membuat Pemkab Jember semakin optimistis di tahun berikutnya bakal meraih kategori Madya. Sebab, sebenarnya tinggal sedikit lagi Jember mampu meraih penghargaan di kategori tersebut. “Oleh karena itu, kami mengapresiasi seluruh pihak yang telah berikhtiar, sehingga Jember kembali meraih penghargaan sebagai kabupaten layak anak,” ujar bupati lulusan cum laude Pascasarjana Universitas Gajah Mada ini.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/