alexametrics
28.7 C
Jember
Monday, 16 May 2022

PTM Tak Ditunda, Skema Disesuaikan. Bakal Digelar 12 Juli Mendatang.

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Lonjakan kasus Covid-19 yang terjadi di Indonesia membuat sejumlah pihak mendesak untuk meninjau ulang rencana pembelajaran tatap muka (PTM). Desakan ini muncul di berbagai penjuru daerah secara nasional. Namun, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) RI menegaskan bahwa PTM terbatas disesuaikan dengan penerapan PPKM di daerah. Tentunya dengan tetap memperhatikan SKB empat menteri mengenai penyelenggaraan pendidikan.

Lalu, bagaimana dengan Jember? Sejatinya, PTM direncanakan akan mulai digelar pada 14 Juni lalu. Namun, meski sudah menjadi kehendak Bupati Jember Hendy Siswanto, hal ini tak didukung dengan instruksi tertulis secara resmi dari bupati. Sementara, menurut kalender pendidikan, pada periode selanjutnya semua siswa diliburkan hingga saat ini.

Kenaikan angka terkonfirmasi positif Covid-19 tidak kemudian menghambat rencana PTM yang telah dirancang sejak jauh-jauh hari. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jember Bambang Hariono tak menampik jika dalam kondisi demikian, PTM menjadi dipertimbangkan. “Tapi, paling tidak 50 persen PTM dilakukan,” kata Bambang, beberapa waktu lalu.

Mobile_AP_Rectangle 2

BACA JUGA : Jalani PTM, Guru Wajib Divaksin

Hal senada juga diungkapkan oleh Kepala Bidang SD dan Pembinaan Dinas Pendidikan Kabupaten Jember Endang Sulistyowati. “Tidak ditunda, tapi dilanjutkan saja. Tanggal 14 (Juni, Red) itu kan sudah bisa dimulai. Tapi tanggal selanjutnya ada libur. Jadi, menyesuaikan dengan kalender pendidikan,” paparnya kepada Jawa Pos Radar Jember.

Ya, saat ini siswa tengah diliburkan seusai mengikuti ujian kenaikan kelas. Selanjutnya, pembelajaran akan kembali dilakukan pada 12 Juli mendatang sekaligus awal tahun ajaran baru. “Ada beberapa perubahan tentang PTM. Menyesuaikan dengan instruksi bupati,” imbuhnya.

Menurut dia, rencana PTM kali ini akan dilakukan dengan skema yang telah diperbarui. Salah satunya terkait jumlah siswa yang diizinkan hadir di sekolah. Rencana awal, jumlah yang dikehendaki untuk melakukan pembelajaran di kelas adalah sebanyak 50 persen dari jumlah siswa dalam satu kelas. Namun, untuk PTM mendatang dikurangi menjadi 25 persen. “Bahwa di SKB kemarin 50 persen, sekarang kita ubah 25 persen dari jumlah siswa,” kata Endang.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Lonjakan kasus Covid-19 yang terjadi di Indonesia membuat sejumlah pihak mendesak untuk meninjau ulang rencana pembelajaran tatap muka (PTM). Desakan ini muncul di berbagai penjuru daerah secara nasional. Namun, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) RI menegaskan bahwa PTM terbatas disesuaikan dengan penerapan PPKM di daerah. Tentunya dengan tetap memperhatikan SKB empat menteri mengenai penyelenggaraan pendidikan.

Lalu, bagaimana dengan Jember? Sejatinya, PTM direncanakan akan mulai digelar pada 14 Juni lalu. Namun, meski sudah menjadi kehendak Bupati Jember Hendy Siswanto, hal ini tak didukung dengan instruksi tertulis secara resmi dari bupati. Sementara, menurut kalender pendidikan, pada periode selanjutnya semua siswa diliburkan hingga saat ini.

Kenaikan angka terkonfirmasi positif Covid-19 tidak kemudian menghambat rencana PTM yang telah dirancang sejak jauh-jauh hari. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jember Bambang Hariono tak menampik jika dalam kondisi demikian, PTM menjadi dipertimbangkan. “Tapi, paling tidak 50 persen PTM dilakukan,” kata Bambang, beberapa waktu lalu.

BACA JUGA : Jalani PTM, Guru Wajib Divaksin

Hal senada juga diungkapkan oleh Kepala Bidang SD dan Pembinaan Dinas Pendidikan Kabupaten Jember Endang Sulistyowati. “Tidak ditunda, tapi dilanjutkan saja. Tanggal 14 (Juni, Red) itu kan sudah bisa dimulai. Tapi tanggal selanjutnya ada libur. Jadi, menyesuaikan dengan kalender pendidikan,” paparnya kepada Jawa Pos Radar Jember.

Ya, saat ini siswa tengah diliburkan seusai mengikuti ujian kenaikan kelas. Selanjutnya, pembelajaran akan kembali dilakukan pada 12 Juli mendatang sekaligus awal tahun ajaran baru. “Ada beberapa perubahan tentang PTM. Menyesuaikan dengan instruksi bupati,” imbuhnya.

Menurut dia, rencana PTM kali ini akan dilakukan dengan skema yang telah diperbarui. Salah satunya terkait jumlah siswa yang diizinkan hadir di sekolah. Rencana awal, jumlah yang dikehendaki untuk melakukan pembelajaran di kelas adalah sebanyak 50 persen dari jumlah siswa dalam satu kelas. Namun, untuk PTM mendatang dikurangi menjadi 25 persen. “Bahwa di SKB kemarin 50 persen, sekarang kita ubah 25 persen dari jumlah siswa,” kata Endang.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Lonjakan kasus Covid-19 yang terjadi di Indonesia membuat sejumlah pihak mendesak untuk meninjau ulang rencana pembelajaran tatap muka (PTM). Desakan ini muncul di berbagai penjuru daerah secara nasional. Namun, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) RI menegaskan bahwa PTM terbatas disesuaikan dengan penerapan PPKM di daerah. Tentunya dengan tetap memperhatikan SKB empat menteri mengenai penyelenggaraan pendidikan.

Lalu, bagaimana dengan Jember? Sejatinya, PTM direncanakan akan mulai digelar pada 14 Juni lalu. Namun, meski sudah menjadi kehendak Bupati Jember Hendy Siswanto, hal ini tak didukung dengan instruksi tertulis secara resmi dari bupati. Sementara, menurut kalender pendidikan, pada periode selanjutnya semua siswa diliburkan hingga saat ini.

Kenaikan angka terkonfirmasi positif Covid-19 tidak kemudian menghambat rencana PTM yang telah dirancang sejak jauh-jauh hari. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jember Bambang Hariono tak menampik jika dalam kondisi demikian, PTM menjadi dipertimbangkan. “Tapi, paling tidak 50 persen PTM dilakukan,” kata Bambang, beberapa waktu lalu.

BACA JUGA : Jalani PTM, Guru Wajib Divaksin

Hal senada juga diungkapkan oleh Kepala Bidang SD dan Pembinaan Dinas Pendidikan Kabupaten Jember Endang Sulistyowati. “Tidak ditunda, tapi dilanjutkan saja. Tanggal 14 (Juni, Red) itu kan sudah bisa dimulai. Tapi tanggal selanjutnya ada libur. Jadi, menyesuaikan dengan kalender pendidikan,” paparnya kepada Jawa Pos Radar Jember.

Ya, saat ini siswa tengah diliburkan seusai mengikuti ujian kenaikan kelas. Selanjutnya, pembelajaran akan kembali dilakukan pada 12 Juli mendatang sekaligus awal tahun ajaran baru. “Ada beberapa perubahan tentang PTM. Menyesuaikan dengan instruksi bupati,” imbuhnya.

Menurut dia, rencana PTM kali ini akan dilakukan dengan skema yang telah diperbarui. Salah satunya terkait jumlah siswa yang diizinkan hadir di sekolah. Rencana awal, jumlah yang dikehendaki untuk melakukan pembelajaran di kelas adalah sebanyak 50 persen dari jumlah siswa dalam satu kelas. Namun, untuk PTM mendatang dikurangi menjadi 25 persen. “Bahwa di SKB kemarin 50 persen, sekarang kita ubah 25 persen dari jumlah siswa,” kata Endang.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/