alexametrics
23.3 C
Jember
Wednesday, 25 May 2022

Kolaborasi Bersama Tanggulangi Bencana

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Seluruh masyarakat Indonesia, termasuk penduduk Kabupaten Jember, dituntut untuk selalu siap siaga menghadapi potensi kerawanan bencana. Salah satunya yang diakibatkan oleh gempa bumi, yang berisiko mengakibatkan tsunami. Meski demikian, risiko bencana itu dapat dikurangi jika secara terencana dan terukur melakukan upaya mitigasi melibatkan semua pihak. Termasuk masyarakat.

Karena itu, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Bambang S Prayitno menerangkan bahwa pihaknya melakukan upaya sosialisasi sebagai langkah ikhtiar untuk meminimalisasi dampak bencana dan memunculkan masyarakat siaga bencana di Kabupaten Jember. Meski belum bisa memastikan kapan bakal terjadi bencana, namun dia mengimbau ada upaya untuk meminimalisasi dampak bencana. Dia yakin bahwa masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Jember mampu bekerja sama melakukan upaya-upaya mitigasi tersebut.

Dalam hal ini, pihaknya sudah menyusun peta bahaya tsunami Jember. Harapannya, peta itu dapat divalidasi bersama oleh BMKG dan Pemkab Jember. Verifikasi itu perlu dilakukan untuk kemudian melakukan pemetaan yang nantinya menjadi dasar penyusunan jalur dan rencana evakuasi di wilayah pantai selatan Jember.

Mobile_AP_Rectangle 2

BACA JUGA : Ada Potensi Gempa 8,7 Magnitudo

“Meski kita tak pernah berharap bencana akan datang, tapi dengan membangun kesiapsiagaan, kita bisa merasa aman berada di wilayah yang memiliki potensi gempa bumi dan tsunami,” lanjutnya.

Sementara itu, Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember M Djamil mengungkapkan bahwa peta yang diberikan BMKG dibutuhkan untuk menyusun upaya yang dilakukan oleh pemerintah daerah, relawan, dan masyarakat. Nantinya, pihaknya bakal terus menyosialisasikan upaya mitigasi dan upaya penyelamatan diri jika terjadi bencana. Salah satunya terkait dengan jarak aman dari garis pantai dan apa saja yang harus dilakukan. Sebab, itu menyangkut komando yang harus dilakukan jika hal itu benar-benar terjadi.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Seluruh masyarakat Indonesia, termasuk penduduk Kabupaten Jember, dituntut untuk selalu siap siaga menghadapi potensi kerawanan bencana. Salah satunya yang diakibatkan oleh gempa bumi, yang berisiko mengakibatkan tsunami. Meski demikian, risiko bencana itu dapat dikurangi jika secara terencana dan terukur melakukan upaya mitigasi melibatkan semua pihak. Termasuk masyarakat.

Karena itu, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Bambang S Prayitno menerangkan bahwa pihaknya melakukan upaya sosialisasi sebagai langkah ikhtiar untuk meminimalisasi dampak bencana dan memunculkan masyarakat siaga bencana di Kabupaten Jember. Meski belum bisa memastikan kapan bakal terjadi bencana, namun dia mengimbau ada upaya untuk meminimalisasi dampak bencana. Dia yakin bahwa masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Jember mampu bekerja sama melakukan upaya-upaya mitigasi tersebut.

Dalam hal ini, pihaknya sudah menyusun peta bahaya tsunami Jember. Harapannya, peta itu dapat divalidasi bersama oleh BMKG dan Pemkab Jember. Verifikasi itu perlu dilakukan untuk kemudian melakukan pemetaan yang nantinya menjadi dasar penyusunan jalur dan rencana evakuasi di wilayah pantai selatan Jember.

BACA JUGA : Ada Potensi Gempa 8,7 Magnitudo

“Meski kita tak pernah berharap bencana akan datang, tapi dengan membangun kesiapsiagaan, kita bisa merasa aman berada di wilayah yang memiliki potensi gempa bumi dan tsunami,” lanjutnya.

Sementara itu, Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember M Djamil mengungkapkan bahwa peta yang diberikan BMKG dibutuhkan untuk menyusun upaya yang dilakukan oleh pemerintah daerah, relawan, dan masyarakat. Nantinya, pihaknya bakal terus menyosialisasikan upaya mitigasi dan upaya penyelamatan diri jika terjadi bencana. Salah satunya terkait dengan jarak aman dari garis pantai dan apa saja yang harus dilakukan. Sebab, itu menyangkut komando yang harus dilakukan jika hal itu benar-benar terjadi.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Seluruh masyarakat Indonesia, termasuk penduduk Kabupaten Jember, dituntut untuk selalu siap siaga menghadapi potensi kerawanan bencana. Salah satunya yang diakibatkan oleh gempa bumi, yang berisiko mengakibatkan tsunami. Meski demikian, risiko bencana itu dapat dikurangi jika secara terencana dan terukur melakukan upaya mitigasi melibatkan semua pihak. Termasuk masyarakat.

Karena itu, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Bambang S Prayitno menerangkan bahwa pihaknya melakukan upaya sosialisasi sebagai langkah ikhtiar untuk meminimalisasi dampak bencana dan memunculkan masyarakat siaga bencana di Kabupaten Jember. Meski belum bisa memastikan kapan bakal terjadi bencana, namun dia mengimbau ada upaya untuk meminimalisasi dampak bencana. Dia yakin bahwa masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Jember mampu bekerja sama melakukan upaya-upaya mitigasi tersebut.

Dalam hal ini, pihaknya sudah menyusun peta bahaya tsunami Jember. Harapannya, peta itu dapat divalidasi bersama oleh BMKG dan Pemkab Jember. Verifikasi itu perlu dilakukan untuk kemudian melakukan pemetaan yang nantinya menjadi dasar penyusunan jalur dan rencana evakuasi di wilayah pantai selatan Jember.

BACA JUGA : Ada Potensi Gempa 8,7 Magnitudo

“Meski kita tak pernah berharap bencana akan datang, tapi dengan membangun kesiapsiagaan, kita bisa merasa aman berada di wilayah yang memiliki potensi gempa bumi dan tsunami,” lanjutnya.

Sementara itu, Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember M Djamil mengungkapkan bahwa peta yang diberikan BMKG dibutuhkan untuk menyusun upaya yang dilakukan oleh pemerintah daerah, relawan, dan masyarakat. Nantinya, pihaknya bakal terus menyosialisasikan upaya mitigasi dan upaya penyelamatan diri jika terjadi bencana. Salah satunya terkait dengan jarak aman dari garis pantai dan apa saja yang harus dilakukan. Sebab, itu menyangkut komando yang harus dilakukan jika hal itu benar-benar terjadi.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/