alexametrics
24.5 C
Jember
Monday, 16 May 2022

Buaya yang Jadi Cerita Rakyat Tak Ditemukan

Normalisasi Lebih Sulit, Sedimen Hilir Dibawa ke Hulu

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID Pengerjaan normalisasi Sungai Rembangan mulai menyentuh medan yang paling sulit. Yaitu pengerukan sedimen di bagian hilir. Beruntung, selama proses pengerukan sejak awal tidak ada kendala serius. Termasuk tidak adanya sosok buaya yang menampakkan diri.

Dua tahun lalu, di aliran Sungai Rembangan ditemukan dua ekor buaya. Hal itu pun cukup diingat oleh sejumlah warga. Awal pengerukan sekitar dua pekan lalu, masyarakat banyak yang memprediksi akan ada buaya. Namun, fakta berkata lain. Tidak ditemukan adanya buaya.

Tidak ada kendala pada normalisasi sungai yang mengalir di belakang RS Paru tersebut. Plt Kepala PUBMSDA Rahman Anda menyampaikan, proses pengerjaan yang dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Timur itu sudah cukup lumayan. “Selesainya sekitar 80 persen,” katanya.

Mobile_AP_Rectangle 2

BACA JUGA : Akses Wisata Jember Belum Dapat Solusi

Dikatakan, proses pengerjaan akan terus dilakukan sesuai rencana. Yaitu sekitar satu bulan lamanya. Perubahan bisa saja terjadi jika ada kendala yang membuat molor. Namun, sejauh ini belum ada hal cukup krusial yang membuat pekerjaan menjadi mandek. “Sesuai rencana, normalisasi sekitar satu bulan. Dulu dimulai 11 Juni,” paparnya, kemarin (24/6).

Pantauan Jawa Pos Radar Jember, normalisasi sungai sudah mulai menyentuh bagian hilir. Proses ini telah banyak memakan waktu. Penyebabnya, tidak semua sedimen bisa dibuang ke kanan kiri sungai. Akibatnya, sebagian besar sedimen di hilir harus ditarik ke hulu dengan alat berat.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID Pengerjaan normalisasi Sungai Rembangan mulai menyentuh medan yang paling sulit. Yaitu pengerukan sedimen di bagian hilir. Beruntung, selama proses pengerukan sejak awal tidak ada kendala serius. Termasuk tidak adanya sosok buaya yang menampakkan diri.

Dua tahun lalu, di aliran Sungai Rembangan ditemukan dua ekor buaya. Hal itu pun cukup diingat oleh sejumlah warga. Awal pengerukan sekitar dua pekan lalu, masyarakat banyak yang memprediksi akan ada buaya. Namun, fakta berkata lain. Tidak ditemukan adanya buaya.

Tidak ada kendala pada normalisasi sungai yang mengalir di belakang RS Paru tersebut. Plt Kepala PUBMSDA Rahman Anda menyampaikan, proses pengerjaan yang dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Timur itu sudah cukup lumayan. “Selesainya sekitar 80 persen,” katanya.

BACA JUGA : Akses Wisata Jember Belum Dapat Solusi

Dikatakan, proses pengerjaan akan terus dilakukan sesuai rencana. Yaitu sekitar satu bulan lamanya. Perubahan bisa saja terjadi jika ada kendala yang membuat molor. Namun, sejauh ini belum ada hal cukup krusial yang membuat pekerjaan menjadi mandek. “Sesuai rencana, normalisasi sekitar satu bulan. Dulu dimulai 11 Juni,” paparnya, kemarin (24/6).

Pantauan Jawa Pos Radar Jember, normalisasi sungai sudah mulai menyentuh bagian hilir. Proses ini telah banyak memakan waktu. Penyebabnya, tidak semua sedimen bisa dibuang ke kanan kiri sungai. Akibatnya, sebagian besar sedimen di hilir harus ditarik ke hulu dengan alat berat.

JEMBER, RADARJEMBER.ID Pengerjaan normalisasi Sungai Rembangan mulai menyentuh medan yang paling sulit. Yaitu pengerukan sedimen di bagian hilir. Beruntung, selama proses pengerukan sejak awal tidak ada kendala serius. Termasuk tidak adanya sosok buaya yang menampakkan diri.

Dua tahun lalu, di aliran Sungai Rembangan ditemukan dua ekor buaya. Hal itu pun cukup diingat oleh sejumlah warga. Awal pengerukan sekitar dua pekan lalu, masyarakat banyak yang memprediksi akan ada buaya. Namun, fakta berkata lain. Tidak ditemukan adanya buaya.

Tidak ada kendala pada normalisasi sungai yang mengalir di belakang RS Paru tersebut. Plt Kepala PUBMSDA Rahman Anda menyampaikan, proses pengerjaan yang dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Timur itu sudah cukup lumayan. “Selesainya sekitar 80 persen,” katanya.

BACA JUGA : Akses Wisata Jember Belum Dapat Solusi

Dikatakan, proses pengerjaan akan terus dilakukan sesuai rencana. Yaitu sekitar satu bulan lamanya. Perubahan bisa saja terjadi jika ada kendala yang membuat molor. Namun, sejauh ini belum ada hal cukup krusial yang membuat pekerjaan menjadi mandek. “Sesuai rencana, normalisasi sekitar satu bulan. Dulu dimulai 11 Juni,” paparnya, kemarin (24/6).

Pantauan Jawa Pos Radar Jember, normalisasi sungai sudah mulai menyentuh bagian hilir. Proses ini telah banyak memakan waktu. Penyebabnya, tidak semua sedimen bisa dibuang ke kanan kiri sungai. Akibatnya, sebagian besar sedimen di hilir harus ditarik ke hulu dengan alat berat.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/