24.6 C
Jember
Monday, 27 March 2023

Alun-Alun Tutup Lebih Cepat

Penutupan Jalan Mulai Pukul 21.00

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Setengah badan jalan di Jalan PB Sudirman malam itu sudah hampir tertutup rapat. Dari kejauhan, tampak para aparat sedang memberi batas agar jalan dekat Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Jember tersebut tidak dilalui para pengendara. “Ayo, ayo, ayo,” lantang suara salah seorang petugas saat meminta pengendara untuk segera melintas dari arah Alun-Alun Jember.

Sembari melambaikan tangan, para petugas itu menanti hingga jalanan itu sepi. Sementara itu, petugas lain tampak menghentikan laju kendaraan dari arah Patrang agar berbelok. Setelah tertutup rapat, para pengendara yang ingin ke Jalan Ahmad Yani harus belok ke kiri menuju Jalan Bedadung, dekat Jember Klinik.

Nyatanya, tak hanya Jalan PB Sudirman yang ditutup. Berdasarkan pantauan Jawa Pos Radar Jember, ada dua titik lainnya menuju alun-alun yang ditutup. Yakni di Jalan Wijaya Kusuma dan Jalan Sultan Agung.

Mobile_AP_Rectangle 2

BACA JUGA : Covid-19 Meningkat, Polisi Ingatkan Masyarakat

Mewakili Bupati Jember, Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kadiskominfo) Kabupaten Jember Habib Salim membenarkan hal itu. Dia menuturkan bahwa penutupan akses menuju alun-alun itu sudah dilakukan sejak kasus Covid-19 di Kabupaten Jember mulai naik. “Ini upaya untuk menekan penambahan kasus,” tuturnya kepada Jawa Pos Radar Jember, kemarin (24/6).

Seperti diketahui, laju persebaran Covid-19 belakangan ini mulai menunjukkan tren kenaikan. Bahkan, berdasarkan data Satgas Covid-19, tercatat ada kenaikan puluhan kasus selama tiga hari pada 22-24 Juni. Yakni sebanyak 87 kasus. Sementara, kemarin (24/6), tercatat penambahan sebanyak 37 kasus.

Sebelumnya, akses menuju alun-alun memang ditutup saat akhir pekan saja. Sebab, pada momen weekend itu dinilai paling banyak menimbulkan kerumunan. “Tapi, sekarang setiap hari,” lanjutnya.

Penutupan yang dilakukan oleh satgas yang terdiri atas TNI, Polri, Dishub, dan satpol PP tersebut dimulai pukul 21.00. Sambil lalu, pihaknya tak ujug-ujug menyuruh para pengunjung alun-alun dan para pedagang untuk angkat kaki. Namun, memberikan arahan secara baik dan lugas.

Lebih lanjut, dia mengimbau masyarakat untuk tetap taat prokes agar kasus Covid-19 di Jember tidak bertambah. Habib juga mengharapkan ketabahan para pedagang lantaran jam dagangnya berkurang. “Bagaimanapun, perekonomian jalan dan pemberantasan kasus Covid-19 di Jember juga harus terus berjalan,” imbuhnya.

Namun, pihaknya belum bisa memastikan kapan Alun-Alun Jember bakal beroperasi seperti sedia kala. Sebab, tak ada yang tahu kapan pandemi Covid-19 bakal sirna dari Kota Suwar-Suwir ini. “Karena itu, lanjutkan penerapan prokesnya dulu,” pungkasnya. Sambil lalu, menanti ada penurunan kasus Covid-19 di Kabupaten Jember.

Pantauan Jawa Pos Radar Jember, masih banyak masyarakat Jember yang menghabiskan malam di Alun-Alun Jember. Sejumlah petugas satpol PP tampak mengawasi di sudut Jalan Sudarman, dan sesekali memberikan imbauan protokol kesehatan.

 

 

Jurnalis : Isnein Purnomo
Fotografer : Dwi Siswanto
Redaktur : Lintang Anis Bena Kinanti

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Setengah badan jalan di Jalan PB Sudirman malam itu sudah hampir tertutup rapat. Dari kejauhan, tampak para aparat sedang memberi batas agar jalan dekat Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Jember tersebut tidak dilalui para pengendara. “Ayo, ayo, ayo,” lantang suara salah seorang petugas saat meminta pengendara untuk segera melintas dari arah Alun-Alun Jember.

Sembari melambaikan tangan, para petugas itu menanti hingga jalanan itu sepi. Sementara itu, petugas lain tampak menghentikan laju kendaraan dari arah Patrang agar berbelok. Setelah tertutup rapat, para pengendara yang ingin ke Jalan Ahmad Yani harus belok ke kiri menuju Jalan Bedadung, dekat Jember Klinik.

Nyatanya, tak hanya Jalan PB Sudirman yang ditutup. Berdasarkan pantauan Jawa Pos Radar Jember, ada dua titik lainnya menuju alun-alun yang ditutup. Yakni di Jalan Wijaya Kusuma dan Jalan Sultan Agung.

BACA JUGA : Covid-19 Meningkat, Polisi Ingatkan Masyarakat

Mewakili Bupati Jember, Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kadiskominfo) Kabupaten Jember Habib Salim membenarkan hal itu. Dia menuturkan bahwa penutupan akses menuju alun-alun itu sudah dilakukan sejak kasus Covid-19 di Kabupaten Jember mulai naik. “Ini upaya untuk menekan penambahan kasus,” tuturnya kepada Jawa Pos Radar Jember, kemarin (24/6).

Seperti diketahui, laju persebaran Covid-19 belakangan ini mulai menunjukkan tren kenaikan. Bahkan, berdasarkan data Satgas Covid-19, tercatat ada kenaikan puluhan kasus selama tiga hari pada 22-24 Juni. Yakni sebanyak 87 kasus. Sementara, kemarin (24/6), tercatat penambahan sebanyak 37 kasus.

Sebelumnya, akses menuju alun-alun memang ditutup saat akhir pekan saja. Sebab, pada momen weekend itu dinilai paling banyak menimbulkan kerumunan. “Tapi, sekarang setiap hari,” lanjutnya.

Penutupan yang dilakukan oleh satgas yang terdiri atas TNI, Polri, Dishub, dan satpol PP tersebut dimulai pukul 21.00. Sambil lalu, pihaknya tak ujug-ujug menyuruh para pengunjung alun-alun dan para pedagang untuk angkat kaki. Namun, memberikan arahan secara baik dan lugas.

Lebih lanjut, dia mengimbau masyarakat untuk tetap taat prokes agar kasus Covid-19 di Jember tidak bertambah. Habib juga mengharapkan ketabahan para pedagang lantaran jam dagangnya berkurang. “Bagaimanapun, perekonomian jalan dan pemberantasan kasus Covid-19 di Jember juga harus terus berjalan,” imbuhnya.

Namun, pihaknya belum bisa memastikan kapan Alun-Alun Jember bakal beroperasi seperti sedia kala. Sebab, tak ada yang tahu kapan pandemi Covid-19 bakal sirna dari Kota Suwar-Suwir ini. “Karena itu, lanjutkan penerapan prokesnya dulu,” pungkasnya. Sambil lalu, menanti ada penurunan kasus Covid-19 di Kabupaten Jember.

Pantauan Jawa Pos Radar Jember, masih banyak masyarakat Jember yang menghabiskan malam di Alun-Alun Jember. Sejumlah petugas satpol PP tampak mengawasi di sudut Jalan Sudarman, dan sesekali memberikan imbauan protokol kesehatan.

 

 

Jurnalis : Isnein Purnomo
Fotografer : Dwi Siswanto
Redaktur : Lintang Anis Bena Kinanti

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Setengah badan jalan di Jalan PB Sudirman malam itu sudah hampir tertutup rapat. Dari kejauhan, tampak para aparat sedang memberi batas agar jalan dekat Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Jember tersebut tidak dilalui para pengendara. “Ayo, ayo, ayo,” lantang suara salah seorang petugas saat meminta pengendara untuk segera melintas dari arah Alun-Alun Jember.

Sembari melambaikan tangan, para petugas itu menanti hingga jalanan itu sepi. Sementara itu, petugas lain tampak menghentikan laju kendaraan dari arah Patrang agar berbelok. Setelah tertutup rapat, para pengendara yang ingin ke Jalan Ahmad Yani harus belok ke kiri menuju Jalan Bedadung, dekat Jember Klinik.

Nyatanya, tak hanya Jalan PB Sudirman yang ditutup. Berdasarkan pantauan Jawa Pos Radar Jember, ada dua titik lainnya menuju alun-alun yang ditutup. Yakni di Jalan Wijaya Kusuma dan Jalan Sultan Agung.

BACA JUGA : Covid-19 Meningkat, Polisi Ingatkan Masyarakat

Mewakili Bupati Jember, Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kadiskominfo) Kabupaten Jember Habib Salim membenarkan hal itu. Dia menuturkan bahwa penutupan akses menuju alun-alun itu sudah dilakukan sejak kasus Covid-19 di Kabupaten Jember mulai naik. “Ini upaya untuk menekan penambahan kasus,” tuturnya kepada Jawa Pos Radar Jember, kemarin (24/6).

Seperti diketahui, laju persebaran Covid-19 belakangan ini mulai menunjukkan tren kenaikan. Bahkan, berdasarkan data Satgas Covid-19, tercatat ada kenaikan puluhan kasus selama tiga hari pada 22-24 Juni. Yakni sebanyak 87 kasus. Sementara, kemarin (24/6), tercatat penambahan sebanyak 37 kasus.

Sebelumnya, akses menuju alun-alun memang ditutup saat akhir pekan saja. Sebab, pada momen weekend itu dinilai paling banyak menimbulkan kerumunan. “Tapi, sekarang setiap hari,” lanjutnya.

Penutupan yang dilakukan oleh satgas yang terdiri atas TNI, Polri, Dishub, dan satpol PP tersebut dimulai pukul 21.00. Sambil lalu, pihaknya tak ujug-ujug menyuruh para pengunjung alun-alun dan para pedagang untuk angkat kaki. Namun, memberikan arahan secara baik dan lugas.

Lebih lanjut, dia mengimbau masyarakat untuk tetap taat prokes agar kasus Covid-19 di Jember tidak bertambah. Habib juga mengharapkan ketabahan para pedagang lantaran jam dagangnya berkurang. “Bagaimanapun, perekonomian jalan dan pemberantasan kasus Covid-19 di Jember juga harus terus berjalan,” imbuhnya.

Namun, pihaknya belum bisa memastikan kapan Alun-Alun Jember bakal beroperasi seperti sedia kala. Sebab, tak ada yang tahu kapan pandemi Covid-19 bakal sirna dari Kota Suwar-Suwir ini. “Karena itu, lanjutkan penerapan prokesnya dulu,” pungkasnya. Sambil lalu, menanti ada penurunan kasus Covid-19 di Kabupaten Jember.

Pantauan Jawa Pos Radar Jember, masih banyak masyarakat Jember yang menghabiskan malam di Alun-Alun Jember. Sejumlah petugas satpol PP tampak mengawasi di sudut Jalan Sudarman, dan sesekali memberikan imbauan protokol kesehatan.

 

 

Jurnalis : Isnein Purnomo
Fotografer : Dwi Siswanto
Redaktur : Lintang Anis Bena Kinanti

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca