alexametrics
24.9 C
Jember
Saturday, 2 July 2022

Tetap Semangat walau Korona, Risiko Kerja Selalu Ada

Berjualan balon menjadi satu-satunya pekerjaan yang digeluti Satumar. Setiap hari dia tak lelah keliling pasar walau wabah korona mengancam. Meski demikian, selama bekerja dia pun tetap patuh terhadap petunjuk pemerintah.

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Senyum Satumar sore itu tak tampak. Bukan karena dirinya marah atau lelah bekerja. Tetapi, sebagian wajahnya tertutup oleh masker berwarna hitam. Pria itu terlihat menawarkan dagangannya begitu melihat seseorang melintas di dekatnya. Hampir setiap ada orang yang memasuki Pasar Tegalbesar, Kecamatan Kaliwates, ditawari balon olehnya.

Pekerjaan menjadi penjual balon seperti dilakukan Satumar, bisa dibilang hanya seribu banding satu di antara banyak profesi yang ada. Persamaannya, Satumar adalah pedagang balon yang harus keliling setiap hari, seperti banyak orang lain yang berdagang keliling. Tanpa pergi ke beberapa lokasi, kiranya sulit bagi Satumar untuk mendapatkan uang. Pria asal Kelurahan Gebang, Kecamatan Patrang, itu juga harus keliling di Pasar Sabtuan, Tegalbesar.

Menjadi pedagang keliling, diakuinya, sangat sulit di tengah wabah korona. Di satu sisi, pemerintah mengimbau agar warga bekerja di rumah. Namun, dirinya justru akan sulit mendapat penghasilan jika berdiam di rumahnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Satumar menjadi satu di antara sekian banyak orang yang terpaksa tetap beraktivitas di luar rumah. “Kalau saya tidak keliling jualan balon, siapa yang mau membeli ke rumah,” tutur Satumar, sambil membunyikan dagangan balon terompetnya.

Berdiam dan beraktivitas di rumah, menurutnya, memang menjadi cara ampuh untuk menghindari wabah korona. Akan tetapi, hal itu tak bisa dilakukan karena kebutuhan keluarga juga harus tetap dipenuhi. Untuk itu, dia pun mematuhi petunjuk pemerintah dengan melakukan seluruh imbauan yang telah dikeluarkan.

“Untuk mencegah agar tidak kena wabah, saya ikuti anjuran pemerintah pakai masker. Walaupun banyak yang tidak pakai, tetapi tetap saya lakukan. Ini demi kesehatan,” ucapnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Senyum Satumar sore itu tak tampak. Bukan karena dirinya marah atau lelah bekerja. Tetapi, sebagian wajahnya tertutup oleh masker berwarna hitam. Pria itu terlihat menawarkan dagangannya begitu melihat seseorang melintas di dekatnya. Hampir setiap ada orang yang memasuki Pasar Tegalbesar, Kecamatan Kaliwates, ditawari balon olehnya.

Pekerjaan menjadi penjual balon seperti dilakukan Satumar, bisa dibilang hanya seribu banding satu di antara banyak profesi yang ada. Persamaannya, Satumar adalah pedagang balon yang harus keliling setiap hari, seperti banyak orang lain yang berdagang keliling. Tanpa pergi ke beberapa lokasi, kiranya sulit bagi Satumar untuk mendapatkan uang. Pria asal Kelurahan Gebang, Kecamatan Patrang, itu juga harus keliling di Pasar Sabtuan, Tegalbesar.

Menjadi pedagang keliling, diakuinya, sangat sulit di tengah wabah korona. Di satu sisi, pemerintah mengimbau agar warga bekerja di rumah. Namun, dirinya justru akan sulit mendapat penghasilan jika berdiam di rumahnya.

Satumar menjadi satu di antara sekian banyak orang yang terpaksa tetap beraktivitas di luar rumah. “Kalau saya tidak keliling jualan balon, siapa yang mau membeli ke rumah,” tutur Satumar, sambil membunyikan dagangan balon terompetnya.

Berdiam dan beraktivitas di rumah, menurutnya, memang menjadi cara ampuh untuk menghindari wabah korona. Akan tetapi, hal itu tak bisa dilakukan karena kebutuhan keluarga juga harus tetap dipenuhi. Untuk itu, dia pun mematuhi petunjuk pemerintah dengan melakukan seluruh imbauan yang telah dikeluarkan.

“Untuk mencegah agar tidak kena wabah, saya ikuti anjuran pemerintah pakai masker. Walaupun banyak yang tidak pakai, tetapi tetap saya lakukan. Ini demi kesehatan,” ucapnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Senyum Satumar sore itu tak tampak. Bukan karena dirinya marah atau lelah bekerja. Tetapi, sebagian wajahnya tertutup oleh masker berwarna hitam. Pria itu terlihat menawarkan dagangannya begitu melihat seseorang melintas di dekatnya. Hampir setiap ada orang yang memasuki Pasar Tegalbesar, Kecamatan Kaliwates, ditawari balon olehnya.

Pekerjaan menjadi penjual balon seperti dilakukan Satumar, bisa dibilang hanya seribu banding satu di antara banyak profesi yang ada. Persamaannya, Satumar adalah pedagang balon yang harus keliling setiap hari, seperti banyak orang lain yang berdagang keliling. Tanpa pergi ke beberapa lokasi, kiranya sulit bagi Satumar untuk mendapatkan uang. Pria asal Kelurahan Gebang, Kecamatan Patrang, itu juga harus keliling di Pasar Sabtuan, Tegalbesar.

Menjadi pedagang keliling, diakuinya, sangat sulit di tengah wabah korona. Di satu sisi, pemerintah mengimbau agar warga bekerja di rumah. Namun, dirinya justru akan sulit mendapat penghasilan jika berdiam di rumahnya.

Satumar menjadi satu di antara sekian banyak orang yang terpaksa tetap beraktivitas di luar rumah. “Kalau saya tidak keliling jualan balon, siapa yang mau membeli ke rumah,” tutur Satumar, sambil membunyikan dagangan balon terompetnya.

Berdiam dan beraktivitas di rumah, menurutnya, memang menjadi cara ampuh untuk menghindari wabah korona. Akan tetapi, hal itu tak bisa dilakukan karena kebutuhan keluarga juga harus tetap dipenuhi. Untuk itu, dia pun mematuhi petunjuk pemerintah dengan melakukan seluruh imbauan yang telah dikeluarkan.

“Untuk mencegah agar tidak kena wabah, saya ikuti anjuran pemerintah pakai masker. Walaupun banyak yang tidak pakai, tetapi tetap saya lakukan. Ini demi kesehatan,” ucapnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/