alexametrics
24.6 C
Jember
Monday, 23 May 2022

Satlantas Polres Jember “Larang” Pemudik Kecelakaan, Ini yang Dilakukan

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Jelang arus mudik Lebaran 1443 H, jajaran Satlantas Polres Jember terus bersiaga mengamankan jalur di sepanjang rute pemudik. Tak hanya menyiapkan personel, kepolisian juga memasang imbauan dan peringatan di jalur-jalur rawan. Ini untuk mengingatkan para pemudik agar selalu berhati-hati ketika melintas di jalur tersebut.

“Satlantas Polres Jember memasang banner imbauan guna mendukung keselamatan pengguna jalan, terutama di jalan rawan kecalakaan lalu lintas dan black spot,” kata Ipda Kukun Waluwi, Kanit Laka Lantas Satlantas Polres Jember, Senin (25/4) siang.

Pemasangan imbauan itu berada di beberapa titik yang tersebar di berbagai kecamatan yang menjadi rute pemudik. Seperti di wilayah hukum Polsek Jombang, Sumberbaru, Kencong, Bangsalsari, dan Sempolan atau di sepanjang jalur Gumitir. “Selain itu, pemasangan juga dilakukan di beberapa jalan lain yang masuk kategori rawan laka lantas,” terangnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

BACA JUGA: Kandangkan Mobil Dinas Tak Boleh Dipakai Mudik

Banner imbauan itu berisi informasi dan peringatan tentang kondisi jalan menggunakan bahasa formal. Seperti, “daerah rawan kecelakaan, kurangi kecelakaan, keluarga menunggu di rumah”. Ada juga yang dikemas dengan kata-kata menggelitik. Misalnya, “jangan kecelakaan di sini, rumah sakit jauh”. “Pesan yang kami sampaikan memang sengaja kami kemas dengan bahasa sederhana agar mengena dan mudah dipahami,” ujar Kukun.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Jelang arus mudik Lebaran 1443 H, jajaran Satlantas Polres Jember terus bersiaga mengamankan jalur di sepanjang rute pemudik. Tak hanya menyiapkan personel, kepolisian juga memasang imbauan dan peringatan di jalur-jalur rawan. Ini untuk mengingatkan para pemudik agar selalu berhati-hati ketika melintas di jalur tersebut.

“Satlantas Polres Jember memasang banner imbauan guna mendukung keselamatan pengguna jalan, terutama di jalan rawan kecalakaan lalu lintas dan black spot,” kata Ipda Kukun Waluwi, Kanit Laka Lantas Satlantas Polres Jember, Senin (25/4) siang.

Pemasangan imbauan itu berada di beberapa titik yang tersebar di berbagai kecamatan yang menjadi rute pemudik. Seperti di wilayah hukum Polsek Jombang, Sumberbaru, Kencong, Bangsalsari, dan Sempolan atau di sepanjang jalur Gumitir. “Selain itu, pemasangan juga dilakukan di beberapa jalan lain yang masuk kategori rawan laka lantas,” terangnya.

BACA JUGA: Kandangkan Mobil Dinas Tak Boleh Dipakai Mudik

Banner imbauan itu berisi informasi dan peringatan tentang kondisi jalan menggunakan bahasa formal. Seperti, “daerah rawan kecelakaan, kurangi kecelakaan, keluarga menunggu di rumah”. Ada juga yang dikemas dengan kata-kata menggelitik. Misalnya, “jangan kecelakaan di sini, rumah sakit jauh”. “Pesan yang kami sampaikan memang sengaja kami kemas dengan bahasa sederhana agar mengena dan mudah dipahami,” ujar Kukun.

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Jelang arus mudik Lebaran 1443 H, jajaran Satlantas Polres Jember terus bersiaga mengamankan jalur di sepanjang rute pemudik. Tak hanya menyiapkan personel, kepolisian juga memasang imbauan dan peringatan di jalur-jalur rawan. Ini untuk mengingatkan para pemudik agar selalu berhati-hati ketika melintas di jalur tersebut.

“Satlantas Polres Jember memasang banner imbauan guna mendukung keselamatan pengguna jalan, terutama di jalan rawan kecalakaan lalu lintas dan black spot,” kata Ipda Kukun Waluwi, Kanit Laka Lantas Satlantas Polres Jember, Senin (25/4) siang.

Pemasangan imbauan itu berada di beberapa titik yang tersebar di berbagai kecamatan yang menjadi rute pemudik. Seperti di wilayah hukum Polsek Jombang, Sumberbaru, Kencong, Bangsalsari, dan Sempolan atau di sepanjang jalur Gumitir. “Selain itu, pemasangan juga dilakukan di beberapa jalan lain yang masuk kategori rawan laka lantas,” terangnya.

BACA JUGA: Kandangkan Mobil Dinas Tak Boleh Dipakai Mudik

Banner imbauan itu berisi informasi dan peringatan tentang kondisi jalan menggunakan bahasa formal. Seperti, “daerah rawan kecelakaan, kurangi kecelakaan, keluarga menunggu di rumah”. Ada juga yang dikemas dengan kata-kata menggelitik. Misalnya, “jangan kecelakaan di sini, rumah sakit jauh”. “Pesan yang kami sampaikan memang sengaja kami kemas dengan bahasa sederhana agar mengena dan mudah dipahami,” ujar Kukun.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/