alexametrics
23.3 C
Jember
Friday, 27 May 2022

Kegigihan Febrian Ananta Kahar, Pengelola Taman Botani

Tempat wisata merupakan lokasi yang nyaman. Wisata alam Taman Botani salah satunya. Pengelolaan tempat ini telah melewati banyak hal hingga diminati banyak orang sampai sekarang.

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sajian kuliner akan mudah dirasakan oleh lidah. Berbeda dengan tempat wisata yang lebih mementingkan soal kepuasan. Harus membuat orang senang dan merasa nyaman. Nah, kesejukan, keasrian, dan layanan di wisata alam Taman Botani Sukorambi menjadi salah satu andalan yang terus dijaga sampai sekarang.

Baca Juga : Kunjungi Event Jember Pasar Santri Ramadan, Ini Kata AHY dan Emil Dardak

Di balik Taman Botani yang kini terus berkembang, ada perjalanan panjang sebelum seperti saat ini. Dulu, tempat itu dirintis sejak 1990 dan berkembang sampai sekarang. Pada awalnya, fasilitas yang ada masih cukup terbatas. Sejak dibuka, tempat wisata tersebut telah banyak dikunjungi orang. Namun, pada 2006, kondisinya sempat kolaps sehingga operasi wisata sempat terganggu. Namun, berkat kerja sama dengan pemerintah serta kegigihan pengelola dan pekerjanya, Taman Botani Sukorambi kembali bangkit.

Mobile_AP_Rectangle 2

Owner Taman Botani dan Kafe Tebing Sukorambi, Febrian Ananta Kahar, menyebut, pengelola wisata dituntut untuk tidak berhenti berinovasi. Yaitu memberikan fasilitas bagi pengunjung serta memberikan pelayanan maksimal. Di situ, perlu mentalitas dan kreativitas yang tinggi.

Febrian menjelaskan, terjun ke dalam dunia wisata memerlukan konsistensi dan komitmen. Di tengah pasang surut pengunjung, menjadi tantangan tersendiri bagi pegiat wisata. Ditambah lagi, kondisi dua tahun terakhir ini semua bisnis hampir terpukul dengan merebaknya virus korona.

“Pengelola wisata seperti kami dituntut melakukan inovasi terus-menerus untuk memuaskan wisatawan, pun servisnya perlu dipastikan maksimal,” jelasnya.

Dia menceritakan, sebagian pengelola wisata yang tidak berkembang disebabkan ketidakmampuannya melakukan pelayanan yang maksimal dan tidak adanya inovasi. Akibatnya, tempat wisata terancam kolaps. Dalam kondisi apa pun, pelayanan tetap harus maksimal, keamanan pengunjung dan fasilitas di dalam wisata hendaknya memenuhi standar wisata.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sajian kuliner akan mudah dirasakan oleh lidah. Berbeda dengan tempat wisata yang lebih mementingkan soal kepuasan. Harus membuat orang senang dan merasa nyaman. Nah, kesejukan, keasrian, dan layanan di wisata alam Taman Botani Sukorambi menjadi salah satu andalan yang terus dijaga sampai sekarang.

Baca Juga : Kunjungi Event Jember Pasar Santri Ramadan, Ini Kata AHY dan Emil Dardak

Di balik Taman Botani yang kini terus berkembang, ada perjalanan panjang sebelum seperti saat ini. Dulu, tempat itu dirintis sejak 1990 dan berkembang sampai sekarang. Pada awalnya, fasilitas yang ada masih cukup terbatas. Sejak dibuka, tempat wisata tersebut telah banyak dikunjungi orang. Namun, pada 2006, kondisinya sempat kolaps sehingga operasi wisata sempat terganggu. Namun, berkat kerja sama dengan pemerintah serta kegigihan pengelola dan pekerjanya, Taman Botani Sukorambi kembali bangkit.

Owner Taman Botani dan Kafe Tebing Sukorambi, Febrian Ananta Kahar, menyebut, pengelola wisata dituntut untuk tidak berhenti berinovasi. Yaitu memberikan fasilitas bagi pengunjung serta memberikan pelayanan maksimal. Di situ, perlu mentalitas dan kreativitas yang tinggi.

Febrian menjelaskan, terjun ke dalam dunia wisata memerlukan konsistensi dan komitmen. Di tengah pasang surut pengunjung, menjadi tantangan tersendiri bagi pegiat wisata. Ditambah lagi, kondisi dua tahun terakhir ini semua bisnis hampir terpukul dengan merebaknya virus korona.

“Pengelola wisata seperti kami dituntut melakukan inovasi terus-menerus untuk memuaskan wisatawan, pun servisnya perlu dipastikan maksimal,” jelasnya.

Dia menceritakan, sebagian pengelola wisata yang tidak berkembang disebabkan ketidakmampuannya melakukan pelayanan yang maksimal dan tidak adanya inovasi. Akibatnya, tempat wisata terancam kolaps. Dalam kondisi apa pun, pelayanan tetap harus maksimal, keamanan pengunjung dan fasilitas di dalam wisata hendaknya memenuhi standar wisata.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sajian kuliner akan mudah dirasakan oleh lidah. Berbeda dengan tempat wisata yang lebih mementingkan soal kepuasan. Harus membuat orang senang dan merasa nyaman. Nah, kesejukan, keasrian, dan layanan di wisata alam Taman Botani Sukorambi menjadi salah satu andalan yang terus dijaga sampai sekarang.

Baca Juga : Kunjungi Event Jember Pasar Santri Ramadan, Ini Kata AHY dan Emil Dardak

Di balik Taman Botani yang kini terus berkembang, ada perjalanan panjang sebelum seperti saat ini. Dulu, tempat itu dirintis sejak 1990 dan berkembang sampai sekarang. Pada awalnya, fasilitas yang ada masih cukup terbatas. Sejak dibuka, tempat wisata tersebut telah banyak dikunjungi orang. Namun, pada 2006, kondisinya sempat kolaps sehingga operasi wisata sempat terganggu. Namun, berkat kerja sama dengan pemerintah serta kegigihan pengelola dan pekerjanya, Taman Botani Sukorambi kembali bangkit.

Owner Taman Botani dan Kafe Tebing Sukorambi, Febrian Ananta Kahar, menyebut, pengelola wisata dituntut untuk tidak berhenti berinovasi. Yaitu memberikan fasilitas bagi pengunjung serta memberikan pelayanan maksimal. Di situ, perlu mentalitas dan kreativitas yang tinggi.

Febrian menjelaskan, terjun ke dalam dunia wisata memerlukan konsistensi dan komitmen. Di tengah pasang surut pengunjung, menjadi tantangan tersendiri bagi pegiat wisata. Ditambah lagi, kondisi dua tahun terakhir ini semua bisnis hampir terpukul dengan merebaknya virus korona.

“Pengelola wisata seperti kami dituntut melakukan inovasi terus-menerus untuk memuaskan wisatawan, pun servisnya perlu dipastikan maksimal,” jelasnya.

Dia menceritakan, sebagian pengelola wisata yang tidak berkembang disebabkan ketidakmampuannya melakukan pelayanan yang maksimal dan tidak adanya inovasi. Akibatnya, tempat wisata terancam kolaps. Dalam kondisi apa pun, pelayanan tetap harus maksimal, keamanan pengunjung dan fasilitas di dalam wisata hendaknya memenuhi standar wisata.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/