alexametrics
32 C
Jember
Saturday, 28 May 2022

Mudik 2021 Dilarang, Begini Tanggapan Bupati Jember

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER LOR, RADARJEMBER.ID – Pemerintah pusat membatasi mudik lebaran 2021 sejak 22 April hingga 24 Mei mendatang. Adanya larangan tersebut memunculkan respons pro dan kontra di kalangan masyarkat.
Menurut Bupati Jember Hendy Siswanto, adanya larangan mudik tersebut merupakan langkah efektif yang memang harus dilakukan. Sebab, jika dibiarkan tak akan ada gunanya upaya pencegahan virus korona yang telah dilakukan sejak lama. Oleh karenanya, Hendy mengaku sangat sepakat atas kebijakan tersebut.
“Kalau sampai pencegahan ini, kendor di saat Idul Fitri risikonya cukup tinggi,” tegasnya usai pelaksanaan rapat koordinasi tim persiapan Idul Fitri di Pendapa Wahywawibawagraha, Jumat (23/4).
Dia melanjutkan, pihaknya melarang dengan keras jika terdapat warga Jember maupun luar Jember yang melintasi jalur terluar Jember untuk melakukan mudik. Kalaupun ada yang memaksa sebab kepentingan khusus atau mendesak, maka akan dipertimbangkan terlebih dahulu. Namun, pemudik yang mendesak tersebut juga harus melakukan rapid test atau screening terlebih dahulu.
“Semua jalan akan kami tutup, pintu masuk di Jember juga ditutup. Dan setiap mobil penumpang kami cek semua. Kalau tidak ada alasan yang kuat, baik orang luar atau orang Jember kami suruh kembali,” imbuhnya.
Pemkab Jember akan segera membahas kebijakan tersebut melalui apel rutinan yang digelar setiap hari Senin. “Tanggal 26, Senin akan apel, semua stakeholder akan kami undang. Untuk kaitan mudik. Karena mudik tahun ini beda dengan tahun kemarin,” paparnya.

- Advertisement -

JEMBER LOR, RADARJEMBER.ID – Pemerintah pusat membatasi mudik lebaran 2021 sejak 22 April hingga 24 Mei mendatang. Adanya larangan tersebut memunculkan respons pro dan kontra di kalangan masyarkat.
Menurut Bupati Jember Hendy Siswanto, adanya larangan mudik tersebut merupakan langkah efektif yang memang harus dilakukan. Sebab, jika dibiarkan tak akan ada gunanya upaya pencegahan virus korona yang telah dilakukan sejak lama. Oleh karenanya, Hendy mengaku sangat sepakat atas kebijakan tersebut.
“Kalau sampai pencegahan ini, kendor di saat Idul Fitri risikonya cukup tinggi,” tegasnya usai pelaksanaan rapat koordinasi tim persiapan Idul Fitri di Pendapa Wahywawibawagraha, Jumat (23/4).
Dia melanjutkan, pihaknya melarang dengan keras jika terdapat warga Jember maupun luar Jember yang melintasi jalur terluar Jember untuk melakukan mudik. Kalaupun ada yang memaksa sebab kepentingan khusus atau mendesak, maka akan dipertimbangkan terlebih dahulu. Namun, pemudik yang mendesak tersebut juga harus melakukan rapid test atau screening terlebih dahulu.
“Semua jalan akan kami tutup, pintu masuk di Jember juga ditutup. Dan setiap mobil penumpang kami cek semua. Kalau tidak ada alasan yang kuat, baik orang luar atau orang Jember kami suruh kembali,” imbuhnya.
Pemkab Jember akan segera membahas kebijakan tersebut melalui apel rutinan yang digelar setiap hari Senin. “Tanggal 26, Senin akan apel, semua stakeholder akan kami undang. Untuk kaitan mudik. Karena mudik tahun ini beda dengan tahun kemarin,” paparnya.

JEMBER LOR, RADARJEMBER.ID – Pemerintah pusat membatasi mudik lebaran 2021 sejak 22 April hingga 24 Mei mendatang. Adanya larangan tersebut memunculkan respons pro dan kontra di kalangan masyarkat.
Menurut Bupati Jember Hendy Siswanto, adanya larangan mudik tersebut merupakan langkah efektif yang memang harus dilakukan. Sebab, jika dibiarkan tak akan ada gunanya upaya pencegahan virus korona yang telah dilakukan sejak lama. Oleh karenanya, Hendy mengaku sangat sepakat atas kebijakan tersebut.
“Kalau sampai pencegahan ini, kendor di saat Idul Fitri risikonya cukup tinggi,” tegasnya usai pelaksanaan rapat koordinasi tim persiapan Idul Fitri di Pendapa Wahywawibawagraha, Jumat (23/4).
Dia melanjutkan, pihaknya melarang dengan keras jika terdapat warga Jember maupun luar Jember yang melintasi jalur terluar Jember untuk melakukan mudik. Kalaupun ada yang memaksa sebab kepentingan khusus atau mendesak, maka akan dipertimbangkan terlebih dahulu. Namun, pemudik yang mendesak tersebut juga harus melakukan rapid test atau screening terlebih dahulu.
“Semua jalan akan kami tutup, pintu masuk di Jember juga ditutup. Dan setiap mobil penumpang kami cek semua. Kalau tidak ada alasan yang kuat, baik orang luar atau orang Jember kami suruh kembali,” imbuhnya.
Pemkab Jember akan segera membahas kebijakan tersebut melalui apel rutinan yang digelar setiap hari Senin. “Tanggal 26, Senin akan apel, semua stakeholder akan kami undang. Untuk kaitan mudik. Karena mudik tahun ini beda dengan tahun kemarin,” paparnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/