alexametrics
24.3 C
Jember
Friday, 20 May 2022

Mahasiswa Kecele, Diskon UKT Dibatalkan

Dirjen Kemenag RI Dinilai Tabrak Aturan

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Mahasiswa yang tengah menempuh pendidikan di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) harus gigit jari. Rencana pengurangan uang kuliah tunggal (UKT) sebesar 10 persen urung diberlakukan. Pembatalan itu menyusul dikeluarkannya Surat Edaran (SE) Direktorat Jenderal (Dirjen) Pendidikan Islam Kementerian Agama (Kemenag) RI yang isinya mencabut SE yang dikeluarkan sebelumnya.

Surat yang diterbitkan Kamis (23/4) kemarin, selain mencabut kembali surat yang pernah diterbitkan sebelumnya, warkat tersebut juga menginstruksikan rektor kampus PTKIN untuk melanjutkan regulasi UKT sesuai dengan peraturan yang ada.

Kebijakan yang mencla-mencle itu berdampak terhadap Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Jember. Sebagai satu-satunya kampus PTKIN di Jember, mahasiswa yang menempuh pendidikan di sana sempat melayangkan protes. Mereka menuntut agar pihak kampus tetap memotong biaya UKT sebagaimana surat edaran sebelumnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Kami sangat berharap adanya potongan UKT itu. Namun, ketidakjelasan regulasi di pusat malah justru mengacaukan harapan kami. Bahkan, tak hanya di sini, tapi juga semua mahasiswa di kampus PTKIN,” kata Nuria Fina Maulida, Presiden Mahasiswa IAIN Jember.

Menurutnya, sikap Dirjen Pendidikan Islam Kemenag RI yang mencabut kembali edaran tersebut menyusul adanya surat keberatan dari Forum Rektor PTKIN Se-Indonesia. Kendati pencabutan itu memang ada desakan, namun Fina menilai, dikeluarkannya surat edaran pertama itu menandakan jika kebijakan tersebut tidak dipertimbangkan secara matang.

Saat digelar rapat koordinasi antara Dirjen Kemenag Pusat, rektor PTKIN, dan presiden mahasiswa PTKIN se-Indonesia, Kamis (23/4) kemarin, Fina mengaku juga terlibat di dalam rapat tersebut. Ia menyayangkan sikap Dirjen yang sama sekali tidak berdasar pada peraturan dan regulasi yang ada.

“Dirjen berani mengeluarkan surat untuk mencabut surat edaran yang lalu, hanya karena surat dari forum rektor. Tapi sampai saat ini tidak ada kejelasan dari pusat bagaimana nasib UKT PTKIN,” tambahnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Mahasiswa yang tengah menempuh pendidikan di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) harus gigit jari. Rencana pengurangan uang kuliah tunggal (UKT) sebesar 10 persen urung diberlakukan. Pembatalan itu menyusul dikeluarkannya Surat Edaran (SE) Direktorat Jenderal (Dirjen) Pendidikan Islam Kementerian Agama (Kemenag) RI yang isinya mencabut SE yang dikeluarkan sebelumnya.

Surat yang diterbitkan Kamis (23/4) kemarin, selain mencabut kembali surat yang pernah diterbitkan sebelumnya, warkat tersebut juga menginstruksikan rektor kampus PTKIN untuk melanjutkan regulasi UKT sesuai dengan peraturan yang ada.

Kebijakan yang mencla-mencle itu berdampak terhadap Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Jember. Sebagai satu-satunya kampus PTKIN di Jember, mahasiswa yang menempuh pendidikan di sana sempat melayangkan protes. Mereka menuntut agar pihak kampus tetap memotong biaya UKT sebagaimana surat edaran sebelumnya.

“Kami sangat berharap adanya potongan UKT itu. Namun, ketidakjelasan regulasi di pusat malah justru mengacaukan harapan kami. Bahkan, tak hanya di sini, tapi juga semua mahasiswa di kampus PTKIN,” kata Nuria Fina Maulida, Presiden Mahasiswa IAIN Jember.

Menurutnya, sikap Dirjen Pendidikan Islam Kemenag RI yang mencabut kembali edaran tersebut menyusul adanya surat keberatan dari Forum Rektor PTKIN Se-Indonesia. Kendati pencabutan itu memang ada desakan, namun Fina menilai, dikeluarkannya surat edaran pertama itu menandakan jika kebijakan tersebut tidak dipertimbangkan secara matang.

Saat digelar rapat koordinasi antara Dirjen Kemenag Pusat, rektor PTKIN, dan presiden mahasiswa PTKIN se-Indonesia, Kamis (23/4) kemarin, Fina mengaku juga terlibat di dalam rapat tersebut. Ia menyayangkan sikap Dirjen yang sama sekali tidak berdasar pada peraturan dan regulasi yang ada.

“Dirjen berani mengeluarkan surat untuk mencabut surat edaran yang lalu, hanya karena surat dari forum rektor. Tapi sampai saat ini tidak ada kejelasan dari pusat bagaimana nasib UKT PTKIN,” tambahnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Mahasiswa yang tengah menempuh pendidikan di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) harus gigit jari. Rencana pengurangan uang kuliah tunggal (UKT) sebesar 10 persen urung diberlakukan. Pembatalan itu menyusul dikeluarkannya Surat Edaran (SE) Direktorat Jenderal (Dirjen) Pendidikan Islam Kementerian Agama (Kemenag) RI yang isinya mencabut SE yang dikeluarkan sebelumnya.

Surat yang diterbitkan Kamis (23/4) kemarin, selain mencabut kembali surat yang pernah diterbitkan sebelumnya, warkat tersebut juga menginstruksikan rektor kampus PTKIN untuk melanjutkan regulasi UKT sesuai dengan peraturan yang ada.

Kebijakan yang mencla-mencle itu berdampak terhadap Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Jember. Sebagai satu-satunya kampus PTKIN di Jember, mahasiswa yang menempuh pendidikan di sana sempat melayangkan protes. Mereka menuntut agar pihak kampus tetap memotong biaya UKT sebagaimana surat edaran sebelumnya.

“Kami sangat berharap adanya potongan UKT itu. Namun, ketidakjelasan regulasi di pusat malah justru mengacaukan harapan kami. Bahkan, tak hanya di sini, tapi juga semua mahasiswa di kampus PTKIN,” kata Nuria Fina Maulida, Presiden Mahasiswa IAIN Jember.

Menurutnya, sikap Dirjen Pendidikan Islam Kemenag RI yang mencabut kembali edaran tersebut menyusul adanya surat keberatan dari Forum Rektor PTKIN Se-Indonesia. Kendati pencabutan itu memang ada desakan, namun Fina menilai, dikeluarkannya surat edaran pertama itu menandakan jika kebijakan tersebut tidak dipertimbangkan secara matang.

Saat digelar rapat koordinasi antara Dirjen Kemenag Pusat, rektor PTKIN, dan presiden mahasiswa PTKIN se-Indonesia, Kamis (23/4) kemarin, Fina mengaku juga terlibat di dalam rapat tersebut. Ia menyayangkan sikap Dirjen yang sama sekali tidak berdasar pada peraturan dan regulasi yang ada.

“Dirjen berani mengeluarkan surat untuk mencabut surat edaran yang lalu, hanya karena surat dari forum rektor. Tapi sampai saat ini tidak ada kejelasan dari pusat bagaimana nasib UKT PTKIN,” tambahnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/