alexametrics
27.8 C
Jember
Thursday, 30 June 2022

Ajarkan Mendalang via Daring

Mobile_AP_Rectangle 1

Eddy bercerita, lewat unggahan video yang dilakukan olehnya maupun sang murid dan dikirim melalui grup WhatsApp (WA), proses sinau mendalang itu bisa berjalan lancar. “Semua murid saya di rumah, kini memiliki seperangkat wayang kulit dan kelir atau layar yang terbuat dari kain lengkap,” paparnya.

Tak hanya itu, Eddy menambahkan, anak didiknya juga memiliki miniatur pentas dalang lengkap dengan gedebok atau batang pisang, kotak, keprak, bahkan ada di antaranya dilengkapi fasilitas gamelan. “Mereka waktu memegang dan memainkan wayang kulit harus direkam dalam bentuk video singkat menggunakan HP. Kemudian mengirimkan ke saya lewat WA,” ungkapnya.

Apabila gerakan muridnya saat memainkan wayang kulit terdapat kekeliruan, maka Eddy bergegas membetulkannya dan itu dilakukan sama persis seperti anak didiknya, yakni lewat rekaman video dan selanjutnya ia kirim kembali ke WA. Hal itu dilakukan berulang-ulang, hingga gerakan murid sudah dianggap benar oleh Eddy. “Dengan begitu, saya sebagai guru bisa mengoreksi murid. Kendati menempuh cara seperti itu, keseluruhan murid saya tetap antusias belajar mendalang,” tuturnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Agar setiap muridnya memiliki karakter atau ciri tersendiri, atau ketika mereka benar-benar lincah dan kemampuannya mendalang tidak diragukan lagi, sebagai guru dalang Eddy memiliki trik tersendiri agar masing-masing muridnya memiliki kekhasan tersebut. Hasil itu bisa dilihat dari beberapa muridnya. Di antaranya Brian Prakoso, Permadi Trengginas Rizqi Anthony Rohman, dan Satria Wahyu Wicaksono. Ketiga nama tersebut juga dikenal sebagai dalang yang cukup trengginas.

- Advertisement -

Eddy bercerita, lewat unggahan video yang dilakukan olehnya maupun sang murid dan dikirim melalui grup WhatsApp (WA), proses sinau mendalang itu bisa berjalan lancar. “Semua murid saya di rumah, kini memiliki seperangkat wayang kulit dan kelir atau layar yang terbuat dari kain lengkap,” paparnya.

Tak hanya itu, Eddy menambahkan, anak didiknya juga memiliki miniatur pentas dalang lengkap dengan gedebok atau batang pisang, kotak, keprak, bahkan ada di antaranya dilengkapi fasilitas gamelan. “Mereka waktu memegang dan memainkan wayang kulit harus direkam dalam bentuk video singkat menggunakan HP. Kemudian mengirimkan ke saya lewat WA,” ungkapnya.

Apabila gerakan muridnya saat memainkan wayang kulit terdapat kekeliruan, maka Eddy bergegas membetulkannya dan itu dilakukan sama persis seperti anak didiknya, yakni lewat rekaman video dan selanjutnya ia kirim kembali ke WA. Hal itu dilakukan berulang-ulang, hingga gerakan murid sudah dianggap benar oleh Eddy. “Dengan begitu, saya sebagai guru bisa mengoreksi murid. Kendati menempuh cara seperti itu, keseluruhan murid saya tetap antusias belajar mendalang,” tuturnya.

Agar setiap muridnya memiliki karakter atau ciri tersendiri, atau ketika mereka benar-benar lincah dan kemampuannya mendalang tidak diragukan lagi, sebagai guru dalang Eddy memiliki trik tersendiri agar masing-masing muridnya memiliki kekhasan tersebut. Hasil itu bisa dilihat dari beberapa muridnya. Di antaranya Brian Prakoso, Permadi Trengginas Rizqi Anthony Rohman, dan Satria Wahyu Wicaksono. Ketiga nama tersebut juga dikenal sebagai dalang yang cukup trengginas.

Eddy bercerita, lewat unggahan video yang dilakukan olehnya maupun sang murid dan dikirim melalui grup WhatsApp (WA), proses sinau mendalang itu bisa berjalan lancar. “Semua murid saya di rumah, kini memiliki seperangkat wayang kulit dan kelir atau layar yang terbuat dari kain lengkap,” paparnya.

Tak hanya itu, Eddy menambahkan, anak didiknya juga memiliki miniatur pentas dalang lengkap dengan gedebok atau batang pisang, kotak, keprak, bahkan ada di antaranya dilengkapi fasilitas gamelan. “Mereka waktu memegang dan memainkan wayang kulit harus direkam dalam bentuk video singkat menggunakan HP. Kemudian mengirimkan ke saya lewat WA,” ungkapnya.

Apabila gerakan muridnya saat memainkan wayang kulit terdapat kekeliruan, maka Eddy bergegas membetulkannya dan itu dilakukan sama persis seperti anak didiknya, yakni lewat rekaman video dan selanjutnya ia kirim kembali ke WA. Hal itu dilakukan berulang-ulang, hingga gerakan murid sudah dianggap benar oleh Eddy. “Dengan begitu, saya sebagai guru bisa mengoreksi murid. Kendati menempuh cara seperti itu, keseluruhan murid saya tetap antusias belajar mendalang,” tuturnya.

Agar setiap muridnya memiliki karakter atau ciri tersendiri, atau ketika mereka benar-benar lincah dan kemampuannya mendalang tidak diragukan lagi, sebagai guru dalang Eddy memiliki trik tersendiri agar masing-masing muridnya memiliki kekhasan tersebut. Hasil itu bisa dilihat dari beberapa muridnya. Di antaranya Brian Prakoso, Permadi Trengginas Rizqi Anthony Rohman, dan Satria Wahyu Wicaksono. Ketiga nama tersebut juga dikenal sebagai dalang yang cukup trengginas.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/