alexametrics
23.3 C
Jember
Thursday, 26 May 2022

Puluhan Hektare Terancam Gagal Panen

Jika Penanganan Dam Sembah Meleset

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Dampak jebolnya Dam Sembah di Kelurahan Gebang, Kecamatan Patrang, menjadi ancaman nyata bagi petani di tiga kelurahan di kecamatan setempat. Sebab, jika perbaikan yang dilakukan tidak tepat, maka air tidak bisa masuk ke areal persawahan. Efeknya, sekitar 42 hektare lahan pertanian bisa gagal panen.

Guna memastikan penanganan Dam Sembah itu berlangsung sesuai rencana, Komisi C DPRD Jember, camat, serta beberapa pihak terkait mendatangi lokasi. “Lantai dam ambrol akibat hujan pada 19 Maret lalu. Akibatnya, aliran air tidak bisa masuk ke sawah,” kata David Handoko Seto, Ketua Komisi C DPRD Jember. Komisi C adalah bidang di DPRD yang salah satunya menangani infrastruktur.

Menurut David, Komisi C meminta agar dinas terkait bekerja ekstra demi penyelamatan lahan pertanian. “Kami sudah meminta kepada bupati agar dam yang rusak dan di bawahnya ada lahan pertanian juga menjadi prioritas,” tuturnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Jika penanganan dapat dilakukan secara cepat, maka ancaman gagal panen bisa dihindari. “Hari ini memang masih banyak air karena musim hujan. Tetapi, jika dam tidak ditangani, saat musim kemarau akan menjadi kering,” papar David.

Plt Camat Patrang Rofik Sugiarto mengatakan, dam yang jebol membuat 42 hektare lahan di tiga kelurahan terancam. Ini meliputi Gebang, Jember Lor, dan Kreongan. Menurutnya, jebolnya dam yang membuat air tidak bisa mengalir ke sawah ini sedang ditangani oleh dinas terkait. “Juga dibantu oleh para petani yang terdampak,” ucapnya.

Sementara itu, Dandi Yasid, pengamat air, menyebut, dam harus segera ditangani sementara agar air tetap bisa mengalir ke sawah-sawah milik warga. “Kalau tidak, petani bisa gagal panen,” ungkapnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Dampak jebolnya Dam Sembah di Kelurahan Gebang, Kecamatan Patrang, menjadi ancaman nyata bagi petani di tiga kelurahan di kecamatan setempat. Sebab, jika perbaikan yang dilakukan tidak tepat, maka air tidak bisa masuk ke areal persawahan. Efeknya, sekitar 42 hektare lahan pertanian bisa gagal panen.

Guna memastikan penanganan Dam Sembah itu berlangsung sesuai rencana, Komisi C DPRD Jember, camat, serta beberapa pihak terkait mendatangi lokasi. “Lantai dam ambrol akibat hujan pada 19 Maret lalu. Akibatnya, aliran air tidak bisa masuk ke sawah,” kata David Handoko Seto, Ketua Komisi C DPRD Jember. Komisi C adalah bidang di DPRD yang salah satunya menangani infrastruktur.

Menurut David, Komisi C meminta agar dinas terkait bekerja ekstra demi penyelamatan lahan pertanian. “Kami sudah meminta kepada bupati agar dam yang rusak dan di bawahnya ada lahan pertanian juga menjadi prioritas,” tuturnya.

Jika penanganan dapat dilakukan secara cepat, maka ancaman gagal panen bisa dihindari. “Hari ini memang masih banyak air karena musim hujan. Tetapi, jika dam tidak ditangani, saat musim kemarau akan menjadi kering,” papar David.

Plt Camat Patrang Rofik Sugiarto mengatakan, dam yang jebol membuat 42 hektare lahan di tiga kelurahan terancam. Ini meliputi Gebang, Jember Lor, dan Kreongan. Menurutnya, jebolnya dam yang membuat air tidak bisa mengalir ke sawah ini sedang ditangani oleh dinas terkait. “Juga dibantu oleh para petani yang terdampak,” ucapnya.

Sementara itu, Dandi Yasid, pengamat air, menyebut, dam harus segera ditangani sementara agar air tetap bisa mengalir ke sawah-sawah milik warga. “Kalau tidak, petani bisa gagal panen,” ungkapnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Dampak jebolnya Dam Sembah di Kelurahan Gebang, Kecamatan Patrang, menjadi ancaman nyata bagi petani di tiga kelurahan di kecamatan setempat. Sebab, jika perbaikan yang dilakukan tidak tepat, maka air tidak bisa masuk ke areal persawahan. Efeknya, sekitar 42 hektare lahan pertanian bisa gagal panen.

Guna memastikan penanganan Dam Sembah itu berlangsung sesuai rencana, Komisi C DPRD Jember, camat, serta beberapa pihak terkait mendatangi lokasi. “Lantai dam ambrol akibat hujan pada 19 Maret lalu. Akibatnya, aliran air tidak bisa masuk ke sawah,” kata David Handoko Seto, Ketua Komisi C DPRD Jember. Komisi C adalah bidang di DPRD yang salah satunya menangani infrastruktur.

Menurut David, Komisi C meminta agar dinas terkait bekerja ekstra demi penyelamatan lahan pertanian. “Kami sudah meminta kepada bupati agar dam yang rusak dan di bawahnya ada lahan pertanian juga menjadi prioritas,” tuturnya.

Jika penanganan dapat dilakukan secara cepat, maka ancaman gagal panen bisa dihindari. “Hari ini memang masih banyak air karena musim hujan. Tetapi, jika dam tidak ditangani, saat musim kemarau akan menjadi kering,” papar David.

Plt Camat Patrang Rofik Sugiarto mengatakan, dam yang jebol membuat 42 hektare lahan di tiga kelurahan terancam. Ini meliputi Gebang, Jember Lor, dan Kreongan. Menurutnya, jebolnya dam yang membuat air tidak bisa mengalir ke sawah ini sedang ditangani oleh dinas terkait. “Juga dibantu oleh para petani yang terdampak,” ucapnya.

Sementara itu, Dandi Yasid, pengamat air, menyebut, dam harus segera ditangani sementara agar air tetap bisa mengalir ke sawah-sawah milik warga. “Kalau tidak, petani bisa gagal panen,” ungkapnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/