alexametrics
23.4 C
Jember
Saturday, 28 May 2022

Kapan Jember Punya Museum?

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Legalitas hari jadi Jember menjadi topik krusial yang masih menjadi perbincangan masyarakat sejak dulu. Karena itu, sejumlah warga serta anggota komunitas sejarah Boemi Poeger ngelurug ke gedung DPRD Jember, untuk mendorong agar polemik ini bisa segera dibenahi.

Selain membahas tentang polemik hari jadi Jember, dalam rapat dengar pendapat yang juga dihadiri para pemerhati sejarah Jember serta Komisi B DPRD Jember dan Dinas Pariwisata Kabupaten Jember ini juga menyoroti belum adanya museum yang menampilkan sejarah Jember. Setiyo Hadi dari komunitas sejarah Boemi Poeger berpendapat, membahas legalitas hari jadi Jember menjadi sangat penting. “Ini karena legalitasnya belum ada. Kami ingin agar ada payung hukum, sehingga ke depan hari jadi ini menjadi bagian program penting pemkab,” katanya.

Pria yang akrab disapa Yopi ini menambahkan, kaitan dengan hari jadi itu, setidaknya ada peraturan daerah sebagai rujukan. “Kalau tidak ada perdanya, maka saat ganti pemimpin nanti bisa saja hari jadi dianggap tidak penting,” bebernya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Hal yang tak kalah penting, menurut dia, adalah keberadaan museum. Selama ini, Jember belum punya museum yang dapat dikunjungi oleh warga Jember maupun wisatawan. Padahal sejarah dan warisan di Jember sangat luar biasa. “Akan sangat bermanfaat apabila kita punya museum. Bisa menjadi tempat edukasi untuk semua orang,” cetusnya.

Rapat yang sebelumnya dipimpin Siswono kemudian dialihkan ke Iqbal Wilda Perdana ini ditanggapi oleh para anggota dewan. Menurut Iqbal, apa yang menjadi aspirasi komunitas Boemi Poeger memang sudah waktunya diadakan. “Ini akan kami sampaikan kepada pimpinan agar menjadi atensi pemerintah. Jember memang perlu punya museum,” paparnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Legalitas hari jadi Jember menjadi topik krusial yang masih menjadi perbincangan masyarakat sejak dulu. Karena itu, sejumlah warga serta anggota komunitas sejarah Boemi Poeger ngelurug ke gedung DPRD Jember, untuk mendorong agar polemik ini bisa segera dibenahi.

Selain membahas tentang polemik hari jadi Jember, dalam rapat dengar pendapat yang juga dihadiri para pemerhati sejarah Jember serta Komisi B DPRD Jember dan Dinas Pariwisata Kabupaten Jember ini juga menyoroti belum adanya museum yang menampilkan sejarah Jember. Setiyo Hadi dari komunitas sejarah Boemi Poeger berpendapat, membahas legalitas hari jadi Jember menjadi sangat penting. “Ini karena legalitasnya belum ada. Kami ingin agar ada payung hukum, sehingga ke depan hari jadi ini menjadi bagian program penting pemkab,” katanya.

Pria yang akrab disapa Yopi ini menambahkan, kaitan dengan hari jadi itu, setidaknya ada peraturan daerah sebagai rujukan. “Kalau tidak ada perdanya, maka saat ganti pemimpin nanti bisa saja hari jadi dianggap tidak penting,” bebernya.

Hal yang tak kalah penting, menurut dia, adalah keberadaan museum. Selama ini, Jember belum punya museum yang dapat dikunjungi oleh warga Jember maupun wisatawan. Padahal sejarah dan warisan di Jember sangat luar biasa. “Akan sangat bermanfaat apabila kita punya museum. Bisa menjadi tempat edukasi untuk semua orang,” cetusnya.

Rapat yang sebelumnya dipimpin Siswono kemudian dialihkan ke Iqbal Wilda Perdana ini ditanggapi oleh para anggota dewan. Menurut Iqbal, apa yang menjadi aspirasi komunitas Boemi Poeger memang sudah waktunya diadakan. “Ini akan kami sampaikan kepada pimpinan agar menjadi atensi pemerintah. Jember memang perlu punya museum,” paparnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Legalitas hari jadi Jember menjadi topik krusial yang masih menjadi perbincangan masyarakat sejak dulu. Karena itu, sejumlah warga serta anggota komunitas sejarah Boemi Poeger ngelurug ke gedung DPRD Jember, untuk mendorong agar polemik ini bisa segera dibenahi.

Selain membahas tentang polemik hari jadi Jember, dalam rapat dengar pendapat yang juga dihadiri para pemerhati sejarah Jember serta Komisi B DPRD Jember dan Dinas Pariwisata Kabupaten Jember ini juga menyoroti belum adanya museum yang menampilkan sejarah Jember. Setiyo Hadi dari komunitas sejarah Boemi Poeger berpendapat, membahas legalitas hari jadi Jember menjadi sangat penting. “Ini karena legalitasnya belum ada. Kami ingin agar ada payung hukum, sehingga ke depan hari jadi ini menjadi bagian program penting pemkab,” katanya.

Pria yang akrab disapa Yopi ini menambahkan, kaitan dengan hari jadi itu, setidaknya ada peraturan daerah sebagai rujukan. “Kalau tidak ada perdanya, maka saat ganti pemimpin nanti bisa saja hari jadi dianggap tidak penting,” bebernya.

Hal yang tak kalah penting, menurut dia, adalah keberadaan museum. Selama ini, Jember belum punya museum yang dapat dikunjungi oleh warga Jember maupun wisatawan. Padahal sejarah dan warisan di Jember sangat luar biasa. “Akan sangat bermanfaat apabila kita punya museum. Bisa menjadi tempat edukasi untuk semua orang,” cetusnya.

Rapat yang sebelumnya dipimpin Siswono kemudian dialihkan ke Iqbal Wilda Perdana ini ditanggapi oleh para anggota dewan. Menurut Iqbal, apa yang menjadi aspirasi komunitas Boemi Poeger memang sudah waktunya diadakan. “Ini akan kami sampaikan kepada pimpinan agar menjadi atensi pemerintah. Jember memang perlu punya museum,” paparnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/