alexametrics
23.9 C
Jember
Thursday, 26 May 2022

Siswa SLB Masuk, Maksimal 25 Persen

Mobile_AP_Rectangle 1

BINTORO, Radar Jember – Akibat maraknya kembali kasus virus Covid-19, beberapa sekolah kembali melakukan pembatasan bagi siswa dan guru untuk datang ke sekolah secara langsung. Bahkan kegiatan pembelajaran pun menggunakan sistem daring. Tak terkecuali Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Branjangan yang berlokasi di Jalan Branjangan, Semenggu, Bintoro, Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember.

Umi Salmah, Kepala SLB Branjangan, menyebut, hanya ada 25 persen siswa yang diperbolehkan masuk secara langsung ke sekolah. Angka 25 persen itu dari total keseluruhan jurusan seperti tunanetra, tunarungu, dan lainnya. Hal itu dilakukan tentu untuk mencegah penularan virus Covid-19 dan meminimalisasi kerumunan yang ada di SLB. Artinya, terdapat 75 persen siswa yang melakukan sekolah atau pembelajaran melalui daring. “Istilahnya di-on/off,” jelasnya kepada Jawa Pos Radar Jember.

Umi juga memaparkan bahwa dalam seminggu, SLB yang biasanya masuk sekolah lima hari, kini menjadi dua hari. Setiap hari siswa hanya memiliki waktu maksimal dua jam untuk berada di sekolah. Tak hanya itu, pihaknya juga sudah menyepakati dengan wali murid bahwa siswa yang ingin masuk sehari saja diperbolehkan atau justru dua hari masuk juga diperbolehkan. “Ada surat pernyataan dari wali murid,” jelasnya. Ia juga menambahkan bahwa praktik keterampilan yang biasanya dilaksanakan pada hari Rabu, Kamis, dan Jumat kini ditunda.

- Advertisement -

BINTORO, Radar Jember – Akibat maraknya kembali kasus virus Covid-19, beberapa sekolah kembali melakukan pembatasan bagi siswa dan guru untuk datang ke sekolah secara langsung. Bahkan kegiatan pembelajaran pun menggunakan sistem daring. Tak terkecuali Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Branjangan yang berlokasi di Jalan Branjangan, Semenggu, Bintoro, Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember.

Umi Salmah, Kepala SLB Branjangan, menyebut, hanya ada 25 persen siswa yang diperbolehkan masuk secara langsung ke sekolah. Angka 25 persen itu dari total keseluruhan jurusan seperti tunanetra, tunarungu, dan lainnya. Hal itu dilakukan tentu untuk mencegah penularan virus Covid-19 dan meminimalisasi kerumunan yang ada di SLB. Artinya, terdapat 75 persen siswa yang melakukan sekolah atau pembelajaran melalui daring. “Istilahnya di-on/off,” jelasnya kepada Jawa Pos Radar Jember.

Umi juga memaparkan bahwa dalam seminggu, SLB yang biasanya masuk sekolah lima hari, kini menjadi dua hari. Setiap hari siswa hanya memiliki waktu maksimal dua jam untuk berada di sekolah. Tak hanya itu, pihaknya juga sudah menyepakati dengan wali murid bahwa siswa yang ingin masuk sehari saja diperbolehkan atau justru dua hari masuk juga diperbolehkan. “Ada surat pernyataan dari wali murid,” jelasnya. Ia juga menambahkan bahwa praktik keterampilan yang biasanya dilaksanakan pada hari Rabu, Kamis, dan Jumat kini ditunda.

BINTORO, Radar Jember – Akibat maraknya kembali kasus virus Covid-19, beberapa sekolah kembali melakukan pembatasan bagi siswa dan guru untuk datang ke sekolah secara langsung. Bahkan kegiatan pembelajaran pun menggunakan sistem daring. Tak terkecuali Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Branjangan yang berlokasi di Jalan Branjangan, Semenggu, Bintoro, Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember.

Umi Salmah, Kepala SLB Branjangan, menyebut, hanya ada 25 persen siswa yang diperbolehkan masuk secara langsung ke sekolah. Angka 25 persen itu dari total keseluruhan jurusan seperti tunanetra, tunarungu, dan lainnya. Hal itu dilakukan tentu untuk mencegah penularan virus Covid-19 dan meminimalisasi kerumunan yang ada di SLB. Artinya, terdapat 75 persen siswa yang melakukan sekolah atau pembelajaran melalui daring. “Istilahnya di-on/off,” jelasnya kepada Jawa Pos Radar Jember.

Umi juga memaparkan bahwa dalam seminggu, SLB yang biasanya masuk sekolah lima hari, kini menjadi dua hari. Setiap hari siswa hanya memiliki waktu maksimal dua jam untuk berada di sekolah. Tak hanya itu, pihaknya juga sudah menyepakati dengan wali murid bahwa siswa yang ingin masuk sehari saja diperbolehkan atau justru dua hari masuk juga diperbolehkan. “Ada surat pernyataan dari wali murid,” jelasnya. Ia juga menambahkan bahwa praktik keterampilan yang biasanya dilaksanakan pada hari Rabu, Kamis, dan Jumat kini ditunda.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/