alexametrics
26.8 C
Jember
Saturday, 21 May 2022

Keharmonisan Dijaga, “Hindari Klengkeng-Buah Naga”

Mobile_AP_Rectangle 1

SUMBERSARI, Radar Jember – Secara umum, selama setahun terakhir, DPRD Jember memandang kepemimpinan Bupati Hendy Siswanto dan Wakil Bupati MB Firjaun Barlaman baik. Mulai dari sisi penataan birokrasi, dari segi pembangunan infrastruktur yang tengah berjalan, maupun dari sudut pandang komunikasi terhadap rakyat, termasuk dengan kelembagaan wakil rakyat.

Keharmonisan antara eksekutif dan legislatif setahun ini diakui Ketua DPRD Jember M Itqon Syauqi cukup baik. Di mana, pemkab dan dewan selayaknya saling mengingatkan, dengan menjalankan tugas pokok dan fungsi masing-masing. “Hubungan Pemkab dengan DPRD memang harus harmonis, harus seperti suami istri,” kata Itqon.

Pria yang akrab dengan dunia pesantren ini menyebut, komunikasi dengan DPRD sejauh belum ada cela. Kondisi selama setahun terakhir jauh berbeda dengan keadaan sebelum pergantian kepemimpinan. “Keharmonisan ini harus terus dijaga, bagaimana pemkab dan dewan saling mengisi dan mengingatkan,” ucapnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Di balik keharmonisan itu apakah ada hal “berbahaya” yang dapat melemahkan fungsi kontrol dewan terhadap pemerintah, menurut Itqon, justru lebih baik. Misalnya, data-data program kerja pemerintah tidak mengambang seperti dulu serta tidak saling mencurigai. “Buktinya, sidak pun dilakukan teman-teman komisi sebagai fungsi pengawasan. Jadi keharmonisan ini bukan penghalang untuk membungkam fungsi kontrol dewan,” jelas Itqon.

Itqon pun meminta agar Pemkab Jember ke depan terus menjaga komunikasi baik yang selama ini terjalin. Parlemen pun menurutnya akan terus menjaga keharmonisan ini. “Semuanya harus dijaga, mulai bupati sampai semua pegawai,” ungkapnya.

Melalui keharmonisan hubungan kerja, politisi PKB itu menyebut, akan memberi dampak yang hebat bagi kelangsungan pembangunan, pemberdayaan ekonomi, maupun urusan lain. Salah satu hal penting yang patut dijadikan prinsip, yakni lahirnya kebijakan yang dilegitimasi oleh eksekutif dan legislatif akan lebih kuat dibandingkan kebijakan sepihak. “Sejauh ini, sangat baik. Dengan keharmonisan, kebijakan-kebijakan penting bisa diambil lebih cepat. Tidak seperti sebelumnya, APBD saja tidak mau dibahas bersama,” ulasnya.

- Advertisement -

SUMBERSARI, Radar Jember – Secara umum, selama setahun terakhir, DPRD Jember memandang kepemimpinan Bupati Hendy Siswanto dan Wakil Bupati MB Firjaun Barlaman baik. Mulai dari sisi penataan birokrasi, dari segi pembangunan infrastruktur yang tengah berjalan, maupun dari sudut pandang komunikasi terhadap rakyat, termasuk dengan kelembagaan wakil rakyat.

Keharmonisan antara eksekutif dan legislatif setahun ini diakui Ketua DPRD Jember M Itqon Syauqi cukup baik. Di mana, pemkab dan dewan selayaknya saling mengingatkan, dengan menjalankan tugas pokok dan fungsi masing-masing. “Hubungan Pemkab dengan DPRD memang harus harmonis, harus seperti suami istri,” kata Itqon.

Pria yang akrab dengan dunia pesantren ini menyebut, komunikasi dengan DPRD sejauh belum ada cela. Kondisi selama setahun terakhir jauh berbeda dengan keadaan sebelum pergantian kepemimpinan. “Keharmonisan ini harus terus dijaga, bagaimana pemkab dan dewan saling mengisi dan mengingatkan,” ucapnya.

Di balik keharmonisan itu apakah ada hal “berbahaya” yang dapat melemahkan fungsi kontrol dewan terhadap pemerintah, menurut Itqon, justru lebih baik. Misalnya, data-data program kerja pemerintah tidak mengambang seperti dulu serta tidak saling mencurigai. “Buktinya, sidak pun dilakukan teman-teman komisi sebagai fungsi pengawasan. Jadi keharmonisan ini bukan penghalang untuk membungkam fungsi kontrol dewan,” jelas Itqon.

Itqon pun meminta agar Pemkab Jember ke depan terus menjaga komunikasi baik yang selama ini terjalin. Parlemen pun menurutnya akan terus menjaga keharmonisan ini. “Semuanya harus dijaga, mulai bupati sampai semua pegawai,” ungkapnya.

Melalui keharmonisan hubungan kerja, politisi PKB itu menyebut, akan memberi dampak yang hebat bagi kelangsungan pembangunan, pemberdayaan ekonomi, maupun urusan lain. Salah satu hal penting yang patut dijadikan prinsip, yakni lahirnya kebijakan yang dilegitimasi oleh eksekutif dan legislatif akan lebih kuat dibandingkan kebijakan sepihak. “Sejauh ini, sangat baik. Dengan keharmonisan, kebijakan-kebijakan penting bisa diambil lebih cepat. Tidak seperti sebelumnya, APBD saja tidak mau dibahas bersama,” ulasnya.

SUMBERSARI, Radar Jember – Secara umum, selama setahun terakhir, DPRD Jember memandang kepemimpinan Bupati Hendy Siswanto dan Wakil Bupati MB Firjaun Barlaman baik. Mulai dari sisi penataan birokrasi, dari segi pembangunan infrastruktur yang tengah berjalan, maupun dari sudut pandang komunikasi terhadap rakyat, termasuk dengan kelembagaan wakil rakyat.

Keharmonisan antara eksekutif dan legislatif setahun ini diakui Ketua DPRD Jember M Itqon Syauqi cukup baik. Di mana, pemkab dan dewan selayaknya saling mengingatkan, dengan menjalankan tugas pokok dan fungsi masing-masing. “Hubungan Pemkab dengan DPRD memang harus harmonis, harus seperti suami istri,” kata Itqon.

Pria yang akrab dengan dunia pesantren ini menyebut, komunikasi dengan DPRD sejauh belum ada cela. Kondisi selama setahun terakhir jauh berbeda dengan keadaan sebelum pergantian kepemimpinan. “Keharmonisan ini harus terus dijaga, bagaimana pemkab dan dewan saling mengisi dan mengingatkan,” ucapnya.

Di balik keharmonisan itu apakah ada hal “berbahaya” yang dapat melemahkan fungsi kontrol dewan terhadap pemerintah, menurut Itqon, justru lebih baik. Misalnya, data-data program kerja pemerintah tidak mengambang seperti dulu serta tidak saling mencurigai. “Buktinya, sidak pun dilakukan teman-teman komisi sebagai fungsi pengawasan. Jadi keharmonisan ini bukan penghalang untuk membungkam fungsi kontrol dewan,” jelas Itqon.

Itqon pun meminta agar Pemkab Jember ke depan terus menjaga komunikasi baik yang selama ini terjalin. Parlemen pun menurutnya akan terus menjaga keharmonisan ini. “Semuanya harus dijaga, mulai bupati sampai semua pegawai,” ungkapnya.

Melalui keharmonisan hubungan kerja, politisi PKB itu menyebut, akan memberi dampak yang hebat bagi kelangsungan pembangunan, pemberdayaan ekonomi, maupun urusan lain. Salah satu hal penting yang patut dijadikan prinsip, yakni lahirnya kebijakan yang dilegitimasi oleh eksekutif dan legislatif akan lebih kuat dibandingkan kebijakan sepihak. “Sejauh ini, sangat baik. Dengan keharmonisan, kebijakan-kebijakan penting bisa diambil lebih cepat. Tidak seperti sebelumnya, APBD saja tidak mau dibahas bersama,” ulasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/