alexametrics
27.9 C
Jember
Friday, 20 May 2022

Pemakaman Diiringi Tangis dan Gerimis

Dua Santri Korban Longsor Dikubur Bergantian

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID –┬áPemakaman dua santri Pondok Pesantren An-Nidhomiyah yang menjadi korban tanah longsor dimakamkan secara bergantian. Jenazah kedua korban datang sekitar pukul 16.00 menggunakan dua ambulans milik Dinas Kesehatan dan PMI Pamekasan.

Saat jazad korban tiba, isak tangis dari keluarga pecah seketika. Mereka berduka atas kepergian dua santri korban bencana yang terjadi pada Rabu (24/2) pukul 02.00 dini hari itu. Gerimis juga mengiringi para kerabat dan tetangga saat mengantarkan kedua jenazah tersebut hingga ke pusara.

Karena masih bertetangga di Dusun Botosari, Desa Dukuhmencek, Kecamatan Sukorambi, prosesi pemakaman dua jenazah itu dilakukan secara bergantian. Keluarga dan warga juga bergantian memulasara dan menyalati jenazah mereka. Pertama adalah jasad Nur Asizah, 13. Korban dikubur di pemakaman pribadi, tak jauh dari rumah duka. Selepas itu, dilanjutkan dengan pemakaman Susanti, 14, yang rumahnya persis di muka rumah korban sebelumnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Meski jarak ke makam cukup dekat, sekitar 200 meteran dari rumah duka, tapi warga dan para pelayat cukup kesulitan menuju pemakaman. Sebab, selain curam, jalannya juga sangat licin selepas diguyur hujan cukup deras. Lokasi pusara antara Nur Asizah dengan Susanti juga dekat. Hanya berjarak sekitar 10 meteran.

Nur Asizah dan Susanti merupakan korban tanah longsor yang terjadi di Ponpes An-Nidhomiyah Dusun Jepun, Desa Bindang, Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan. Saat petaka menimpa, ada tujuh santri yang sedang tertidur di asrama putri. Mereka tertimbun tanah longsor hingga mengakibatkan lima santri meninggal. Satu santri selamat, dan satu lainnya patah tulang.

Informasi yang diterima Jawa Pos Radar Jember menyebutkan, lima santri yang meninggal itu adalah Robiatul Adwiyah, 14, asal Desa Poreh, Kecamatang Karampenang, Kabupaten Sampang. Berikutnya Susanti, 14, dan Nur Asizah, 13, dari Desa Dukuhmencek, Kecamatan Sukorambi, Jember. Selain itu, Nabila, 12, asal Sempong Barat, Kecamatan Pasongsongan, Sumenep, serta Siti Komariyah, 17, dari Dusun Plampang, Desa Gunungmalang, Kecamatan Sumberjambe, Jember.

Korban patah tulang yaitu Nurul Komariyah, 15, alamat Desa Gunungmalang, Sumberjambe, Jember. Sementara, Tia Muharrommah, santri asal Dusun Mojang, Desa Dempo Timur, Kecamatan Pasean, Pamekasan, selamat dari bencana tersebut.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID –┬áPemakaman dua santri Pondok Pesantren An-Nidhomiyah yang menjadi korban tanah longsor dimakamkan secara bergantian. Jenazah kedua korban datang sekitar pukul 16.00 menggunakan dua ambulans milik Dinas Kesehatan dan PMI Pamekasan.

Saat jazad korban tiba, isak tangis dari keluarga pecah seketika. Mereka berduka atas kepergian dua santri korban bencana yang terjadi pada Rabu (24/2) pukul 02.00 dini hari itu. Gerimis juga mengiringi para kerabat dan tetangga saat mengantarkan kedua jenazah tersebut hingga ke pusara.

Karena masih bertetangga di Dusun Botosari, Desa Dukuhmencek, Kecamatan Sukorambi, prosesi pemakaman dua jenazah itu dilakukan secara bergantian. Keluarga dan warga juga bergantian memulasara dan menyalati jenazah mereka. Pertama adalah jasad Nur Asizah, 13. Korban dikubur di pemakaman pribadi, tak jauh dari rumah duka. Selepas itu, dilanjutkan dengan pemakaman Susanti, 14, yang rumahnya persis di muka rumah korban sebelumnya.

Meski jarak ke makam cukup dekat, sekitar 200 meteran dari rumah duka, tapi warga dan para pelayat cukup kesulitan menuju pemakaman. Sebab, selain curam, jalannya juga sangat licin selepas diguyur hujan cukup deras. Lokasi pusara antara Nur Asizah dengan Susanti juga dekat. Hanya berjarak sekitar 10 meteran.

Nur Asizah dan Susanti merupakan korban tanah longsor yang terjadi di Ponpes An-Nidhomiyah Dusun Jepun, Desa Bindang, Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan. Saat petaka menimpa, ada tujuh santri yang sedang tertidur di asrama putri. Mereka tertimbun tanah longsor hingga mengakibatkan lima santri meninggal. Satu santri selamat, dan satu lainnya patah tulang.

Informasi yang diterima Jawa Pos Radar Jember menyebutkan, lima santri yang meninggal itu adalah Robiatul Adwiyah, 14, asal Desa Poreh, Kecamatang Karampenang, Kabupaten Sampang. Berikutnya Susanti, 14, dan Nur Asizah, 13, dari Desa Dukuhmencek, Kecamatan Sukorambi, Jember. Selain itu, Nabila, 12, asal Sempong Barat, Kecamatan Pasongsongan, Sumenep, serta Siti Komariyah, 17, dari Dusun Plampang, Desa Gunungmalang, Kecamatan Sumberjambe, Jember.

Korban patah tulang yaitu Nurul Komariyah, 15, alamat Desa Gunungmalang, Sumberjambe, Jember. Sementara, Tia Muharrommah, santri asal Dusun Mojang, Desa Dempo Timur, Kecamatan Pasean, Pamekasan, selamat dari bencana tersebut.

JEMBER, RADARJEMBER.ID –┬áPemakaman dua santri Pondok Pesantren An-Nidhomiyah yang menjadi korban tanah longsor dimakamkan secara bergantian. Jenazah kedua korban datang sekitar pukul 16.00 menggunakan dua ambulans milik Dinas Kesehatan dan PMI Pamekasan.

Saat jazad korban tiba, isak tangis dari keluarga pecah seketika. Mereka berduka atas kepergian dua santri korban bencana yang terjadi pada Rabu (24/2) pukul 02.00 dini hari itu. Gerimis juga mengiringi para kerabat dan tetangga saat mengantarkan kedua jenazah tersebut hingga ke pusara.

Karena masih bertetangga di Dusun Botosari, Desa Dukuhmencek, Kecamatan Sukorambi, prosesi pemakaman dua jenazah itu dilakukan secara bergantian. Keluarga dan warga juga bergantian memulasara dan menyalati jenazah mereka. Pertama adalah jasad Nur Asizah, 13. Korban dikubur di pemakaman pribadi, tak jauh dari rumah duka. Selepas itu, dilanjutkan dengan pemakaman Susanti, 14, yang rumahnya persis di muka rumah korban sebelumnya.

Meski jarak ke makam cukup dekat, sekitar 200 meteran dari rumah duka, tapi warga dan para pelayat cukup kesulitan menuju pemakaman. Sebab, selain curam, jalannya juga sangat licin selepas diguyur hujan cukup deras. Lokasi pusara antara Nur Asizah dengan Susanti juga dekat. Hanya berjarak sekitar 10 meteran.

Nur Asizah dan Susanti merupakan korban tanah longsor yang terjadi di Ponpes An-Nidhomiyah Dusun Jepun, Desa Bindang, Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan. Saat petaka menimpa, ada tujuh santri yang sedang tertidur di asrama putri. Mereka tertimbun tanah longsor hingga mengakibatkan lima santri meninggal. Satu santri selamat, dan satu lainnya patah tulang.

Informasi yang diterima Jawa Pos Radar Jember menyebutkan, lima santri yang meninggal itu adalah Robiatul Adwiyah, 14, asal Desa Poreh, Kecamatang Karampenang, Kabupaten Sampang. Berikutnya Susanti, 14, dan Nur Asizah, 13, dari Desa Dukuhmencek, Kecamatan Sukorambi, Jember. Selain itu, Nabila, 12, asal Sempong Barat, Kecamatan Pasongsongan, Sumenep, serta Siti Komariyah, 17, dari Dusun Plampang, Desa Gunungmalang, Kecamatan Sumberjambe, Jember.

Korban patah tulang yaitu Nurul Komariyah, 15, alamat Desa Gunungmalang, Sumberjambe, Jember. Sementara, Tia Muharrommah, santri asal Dusun Mojang, Desa Dempo Timur, Kecamatan Pasean, Pamekasan, selamat dari bencana tersebut.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/