alexametrics
31.2 C
Jember
Tuesday, 17 May 2022

Persiapan Sang Atlet yang Akan Lari sejauh 93 Km di HUT Jember

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.IDEvent Run & Charity yang bakal digelar pada 31 Desember banyak diminati pendaftar. Salah satunya adalah Bambang Margono, warga Kelurahan Antirogo, Kecamatan Sumbersari. Bambang sangat antusias dengan event ini. Berbagai persiapan pun telah ia lakukan. Salah satunya adalah konsisten latihan lari sejak dua bulan terakhir.

Bambang punya target tersendiri. Dalam sepekan dia berupaya lari dengan jarak 100 km. Rutenya dari kawasan jalan Antirogo menuju daerah Jl Danau Toba–Jl Mastrip. Lalu, menuju Jl Kaliurang dan kembali lagi hingga sampai rumah. Bambang konsisten melakukan latihan lari ini saban pagi. Setelah salat Subuh, ia rutin melakukannya sejak Oktober lalu. “Biasanya pagi. Habis Subuh mulai,” ucapnya, kemarin (22/12).

Biasanya, dalam sehari Bambang akan lari sejauh 15 hingga 20 km. Jarak lari setiap harinya tidaklah pasti. Ia hanya menargetkan dalam sepekan menempuh sejauh 100 km. Sebab, Bambang tidak pernah memiliki pengalaman berlari sejauh itu. Maksimal jarak yang pernah ia tempuh adalah 75 km. “Pernah ikut lari iya. Tapi, rutenya tidak sejauh ini. Cuma 75 km,” ungkapnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Bambang menilai, adanya event lari sambil membagikan sembako untuk orang-orang yang terdampak pandemi sangatlah inspiratif. Sebab, walaupun pandemi telah berlangsung selama dua tahun belakangan, namun masih banyak orang yang terdampak. Karenanya, melalui ajang olahraga dan kedermawanan ini, mereka yang terdampak dapat terbantu. “Saya rasa program seperti ini bisa dilaksanakan setiap tahun. Berkelanjutan,” pungkasnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.IDEvent Run & Charity yang bakal digelar pada 31 Desember banyak diminati pendaftar. Salah satunya adalah Bambang Margono, warga Kelurahan Antirogo, Kecamatan Sumbersari. Bambang sangat antusias dengan event ini. Berbagai persiapan pun telah ia lakukan. Salah satunya adalah konsisten latihan lari sejak dua bulan terakhir.

Bambang punya target tersendiri. Dalam sepekan dia berupaya lari dengan jarak 100 km. Rutenya dari kawasan jalan Antirogo menuju daerah Jl Danau Toba–Jl Mastrip. Lalu, menuju Jl Kaliurang dan kembali lagi hingga sampai rumah. Bambang konsisten melakukan latihan lari ini saban pagi. Setelah salat Subuh, ia rutin melakukannya sejak Oktober lalu. “Biasanya pagi. Habis Subuh mulai,” ucapnya, kemarin (22/12).

Biasanya, dalam sehari Bambang akan lari sejauh 15 hingga 20 km. Jarak lari setiap harinya tidaklah pasti. Ia hanya menargetkan dalam sepekan menempuh sejauh 100 km. Sebab, Bambang tidak pernah memiliki pengalaman berlari sejauh itu. Maksimal jarak yang pernah ia tempuh adalah 75 km. “Pernah ikut lari iya. Tapi, rutenya tidak sejauh ini. Cuma 75 km,” ungkapnya.

Bambang menilai, adanya event lari sambil membagikan sembako untuk orang-orang yang terdampak pandemi sangatlah inspiratif. Sebab, walaupun pandemi telah berlangsung selama dua tahun belakangan, namun masih banyak orang yang terdampak. Karenanya, melalui ajang olahraga dan kedermawanan ini, mereka yang terdampak dapat terbantu. “Saya rasa program seperti ini bisa dilaksanakan setiap tahun. Berkelanjutan,” pungkasnya.

JEMBER, RADARJEMBER.IDEvent Run & Charity yang bakal digelar pada 31 Desember banyak diminati pendaftar. Salah satunya adalah Bambang Margono, warga Kelurahan Antirogo, Kecamatan Sumbersari. Bambang sangat antusias dengan event ini. Berbagai persiapan pun telah ia lakukan. Salah satunya adalah konsisten latihan lari sejak dua bulan terakhir.

Bambang punya target tersendiri. Dalam sepekan dia berupaya lari dengan jarak 100 km. Rutenya dari kawasan jalan Antirogo menuju daerah Jl Danau Toba–Jl Mastrip. Lalu, menuju Jl Kaliurang dan kembali lagi hingga sampai rumah. Bambang konsisten melakukan latihan lari ini saban pagi. Setelah salat Subuh, ia rutin melakukannya sejak Oktober lalu. “Biasanya pagi. Habis Subuh mulai,” ucapnya, kemarin (22/12).

Biasanya, dalam sehari Bambang akan lari sejauh 15 hingga 20 km. Jarak lari setiap harinya tidaklah pasti. Ia hanya menargetkan dalam sepekan menempuh sejauh 100 km. Sebab, Bambang tidak pernah memiliki pengalaman berlari sejauh itu. Maksimal jarak yang pernah ia tempuh adalah 75 km. “Pernah ikut lari iya. Tapi, rutenya tidak sejauh ini. Cuma 75 km,” ungkapnya.

Bambang menilai, adanya event lari sambil membagikan sembako untuk orang-orang yang terdampak pandemi sangatlah inspiratif. Sebab, walaupun pandemi telah berlangsung selama dua tahun belakangan, namun masih banyak orang yang terdampak. Karenanya, melalui ajang olahraga dan kedermawanan ini, mereka yang terdampak dapat terbantu. “Saya rasa program seperti ini bisa dilaksanakan setiap tahun. Berkelanjutan,” pungkasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/