alexametrics
24.4 C
Jember
Wednesday, 18 May 2022

Kawasan Jember Selatan Tak Tersentuh, Jalan Rusak Makin Meluas

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kerusakan jalan semakin meluas karena hingga pengujung tahun belum ada perbaikan. Terutama di wilayah pinggiran seperti di Kecamatan Wuluhan. Tepatnya jalan yang menghubungkan Desa Ampel, Kecamatan Wuluhan, dengan Desa Puger Wetan, Kecamatan Puger.

Pantauan Jawa Pos Radar Jember, jalan rusak mulai dari selatan Koramil Wuluhan hingga ke Desa Lojejer. Bahkan di beberapa titik kerusakan sangat parah. Semacam kubangan bekas galian. Dampaknya, sebagian pengguna jalan, khususnya roda empat, harus mencari jalan alternatif dengan melintasi jalanan desa. Sebab, mereka khawatir jika memaksa melewati jalur tersebut kendaraan mereka akan tersangkut di kubangan.

Sementara itu, pengendara motor dari arah Kecamatan Ambulu menuju Puger atau sebaliknya masih bisa lewat. Namun, ketika hujan turun, mereka harus ekstra hati-hati. Sebab, kondisi jalan tersebut cukup licin. Salah sedikit, motor mereka bisa tergelincir.

Mobile_AP_Rectangle 2

Abdullah, warga Desa Karanganyar, Kecamatan Ambulu, yang setiap hari ke Puger untuk bekerja, memilih melewati jalan lain yang masuk perkampungan warga. Dia mengaku takut celaka jika melewati jalan tersebut. Apalagi, saat atau setelah hujan. “Kalau sudah tertutup air hujan, kubangan jalannya tidak kelihatan. Terlebih kalau malam hari. Jadi, biasanya saya lewat jalur lain,” katanya, kemarin (23/12).

Sebenarnya, Pemkab Jember telah memulai perbaikan jalan. Seperti di kawasan kota hingga beberapa desa di pinggiran. Misalnya Desa Sidomulyo, Kecamatan Silo. Namun, kawasan Jember selatan belum tersentuh sama sekali. Selain jalur Wuluhan-Puger, beberapa jalan lain kondisinya tak jauh berbeda. Seperti Jalan Desa Mojosari di Kecamatan Puger, serta jalan yang melewati Desa Glundengan, Kecamatan Wuluhan.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kerusakan jalan semakin meluas karena hingga pengujung tahun belum ada perbaikan. Terutama di wilayah pinggiran seperti di Kecamatan Wuluhan. Tepatnya jalan yang menghubungkan Desa Ampel, Kecamatan Wuluhan, dengan Desa Puger Wetan, Kecamatan Puger.

Pantauan Jawa Pos Radar Jember, jalan rusak mulai dari selatan Koramil Wuluhan hingga ke Desa Lojejer. Bahkan di beberapa titik kerusakan sangat parah. Semacam kubangan bekas galian. Dampaknya, sebagian pengguna jalan, khususnya roda empat, harus mencari jalan alternatif dengan melintasi jalanan desa. Sebab, mereka khawatir jika memaksa melewati jalur tersebut kendaraan mereka akan tersangkut di kubangan.

Sementara itu, pengendara motor dari arah Kecamatan Ambulu menuju Puger atau sebaliknya masih bisa lewat. Namun, ketika hujan turun, mereka harus ekstra hati-hati. Sebab, kondisi jalan tersebut cukup licin. Salah sedikit, motor mereka bisa tergelincir.

Abdullah, warga Desa Karanganyar, Kecamatan Ambulu, yang setiap hari ke Puger untuk bekerja, memilih melewati jalan lain yang masuk perkampungan warga. Dia mengaku takut celaka jika melewati jalan tersebut. Apalagi, saat atau setelah hujan. “Kalau sudah tertutup air hujan, kubangan jalannya tidak kelihatan. Terlebih kalau malam hari. Jadi, biasanya saya lewat jalur lain,” katanya, kemarin (23/12).

Sebenarnya, Pemkab Jember telah memulai perbaikan jalan. Seperti di kawasan kota hingga beberapa desa di pinggiran. Misalnya Desa Sidomulyo, Kecamatan Silo. Namun, kawasan Jember selatan belum tersentuh sama sekali. Selain jalur Wuluhan-Puger, beberapa jalan lain kondisinya tak jauh berbeda. Seperti Jalan Desa Mojosari di Kecamatan Puger, serta jalan yang melewati Desa Glundengan, Kecamatan Wuluhan.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kerusakan jalan semakin meluas karena hingga pengujung tahun belum ada perbaikan. Terutama di wilayah pinggiran seperti di Kecamatan Wuluhan. Tepatnya jalan yang menghubungkan Desa Ampel, Kecamatan Wuluhan, dengan Desa Puger Wetan, Kecamatan Puger.

Pantauan Jawa Pos Radar Jember, jalan rusak mulai dari selatan Koramil Wuluhan hingga ke Desa Lojejer. Bahkan di beberapa titik kerusakan sangat parah. Semacam kubangan bekas galian. Dampaknya, sebagian pengguna jalan, khususnya roda empat, harus mencari jalan alternatif dengan melintasi jalanan desa. Sebab, mereka khawatir jika memaksa melewati jalur tersebut kendaraan mereka akan tersangkut di kubangan.

Sementara itu, pengendara motor dari arah Kecamatan Ambulu menuju Puger atau sebaliknya masih bisa lewat. Namun, ketika hujan turun, mereka harus ekstra hati-hati. Sebab, kondisi jalan tersebut cukup licin. Salah sedikit, motor mereka bisa tergelincir.

Abdullah, warga Desa Karanganyar, Kecamatan Ambulu, yang setiap hari ke Puger untuk bekerja, memilih melewati jalan lain yang masuk perkampungan warga. Dia mengaku takut celaka jika melewati jalan tersebut. Apalagi, saat atau setelah hujan. “Kalau sudah tertutup air hujan, kubangan jalannya tidak kelihatan. Terlebih kalau malam hari. Jadi, biasanya saya lewat jalur lain,” katanya, kemarin (23/12).

Sebenarnya, Pemkab Jember telah memulai perbaikan jalan. Seperti di kawasan kota hingga beberapa desa di pinggiran. Misalnya Desa Sidomulyo, Kecamatan Silo. Namun, kawasan Jember selatan belum tersentuh sama sekali. Selain jalur Wuluhan-Puger, beberapa jalan lain kondisinya tak jauh berbeda. Seperti Jalan Desa Mojosari di Kecamatan Puger, serta jalan yang melewati Desa Glundengan, Kecamatan Wuluhan.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/