alexametrics
27.9 C
Jember
Wednesday, 29 June 2022

Inovasi Polije, Bikin Mobil Listrik yang Siap Adu Cepat

Polije terus berinovasi dalam membuat kendaraan bebas emisi. Setelah sukses dengan mobil listrik model golf yang ditopang tenaga surya, kini giliran mobil listrik gokar yang siap melaju di segala medan. Bagaimana mobil listrik model rangka buggy ini?

Mobile_AP_Rectangle 1

Sementara itu, Abdul Malik, mahasiswa lainnya, menuturkan, roda mobil listrik ini memakai roda yang besar. Yaitu model semi off-road yang nanti mampu melibas tanah berlumpur dan aspal. Untuk baterai, kata mahasiswa semester tiga Mesin Otomotif ini, memakai lithium ion 72 volt 3.000 watt. Dan mampu berjalan sejauh 50 km dengan maksimal kecepatan 70 km/jam. Tiga kecepatan juga dibenamkan. Yaitu slow, medium, dan high. Bahkan, mobil listrik buggy gokar juga dipersiapkan untuk mengikuti ajang Electric Vehicle Tournament (EVT) pada tahun 2022 mendatang.

Dosen Prodi Mesin Otomotif Polije Andik Irawan M Eng, bersama rekannya Cahyaning Nur Karimah MT yang mengoordinasi hasil praktikum kendaraan listrik tersebut, menyampaikan, pembuatan mobil listrik ini didasari oleh hasil evaluasi kurikulum melalui workshop dengan mitra dunia industri.

Karena itu, tambah Andik, hasil luarannya ada mata kuliah berbasis produk yang dapat menghasilkan kendaraan listrik dengan model buggy. “Ini adalah hasil praktikum sistem kendali kendaraan listrik yang berkolaborasi dengan PT Manufactur Dynamic Indonesia,” terangnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Kaprodi Program Studi Mesin Otomotif Polije Aditya Wahyu Pratama M Eng mengatakan, mahasiswa Polije harus terus berinovasi terhadap perkembangan zaman. “Untuk saat ini, kendaraan konvensional sudah saatnya menuju era kendaraan listrik,” tandasnya.

Reporter : Dwi Siswanto/Radar Jember

Fotografer : Dwi Siswanto/Radar Jember

Editor : Mahrus Sholih/Radar Jember

- Advertisement -

Sementara itu, Abdul Malik, mahasiswa lainnya, menuturkan, roda mobil listrik ini memakai roda yang besar. Yaitu model semi off-road yang nanti mampu melibas tanah berlumpur dan aspal. Untuk baterai, kata mahasiswa semester tiga Mesin Otomotif ini, memakai lithium ion 72 volt 3.000 watt. Dan mampu berjalan sejauh 50 km dengan maksimal kecepatan 70 km/jam. Tiga kecepatan juga dibenamkan. Yaitu slow, medium, dan high. Bahkan, mobil listrik buggy gokar juga dipersiapkan untuk mengikuti ajang Electric Vehicle Tournament (EVT) pada tahun 2022 mendatang.

Dosen Prodi Mesin Otomotif Polije Andik Irawan M Eng, bersama rekannya Cahyaning Nur Karimah MT yang mengoordinasi hasil praktikum kendaraan listrik tersebut, menyampaikan, pembuatan mobil listrik ini didasari oleh hasil evaluasi kurikulum melalui workshop dengan mitra dunia industri.

Karena itu, tambah Andik, hasil luarannya ada mata kuliah berbasis produk yang dapat menghasilkan kendaraan listrik dengan model buggy. “Ini adalah hasil praktikum sistem kendali kendaraan listrik yang berkolaborasi dengan PT Manufactur Dynamic Indonesia,” terangnya.

Kaprodi Program Studi Mesin Otomotif Polije Aditya Wahyu Pratama M Eng mengatakan, mahasiswa Polije harus terus berinovasi terhadap perkembangan zaman. “Untuk saat ini, kendaraan konvensional sudah saatnya menuju era kendaraan listrik,” tandasnya.

Reporter : Dwi Siswanto/Radar Jember

Fotografer : Dwi Siswanto/Radar Jember

Editor : Mahrus Sholih/Radar Jember

Sementara itu, Abdul Malik, mahasiswa lainnya, menuturkan, roda mobil listrik ini memakai roda yang besar. Yaitu model semi off-road yang nanti mampu melibas tanah berlumpur dan aspal. Untuk baterai, kata mahasiswa semester tiga Mesin Otomotif ini, memakai lithium ion 72 volt 3.000 watt. Dan mampu berjalan sejauh 50 km dengan maksimal kecepatan 70 km/jam. Tiga kecepatan juga dibenamkan. Yaitu slow, medium, dan high. Bahkan, mobil listrik buggy gokar juga dipersiapkan untuk mengikuti ajang Electric Vehicle Tournament (EVT) pada tahun 2022 mendatang.

Dosen Prodi Mesin Otomotif Polije Andik Irawan M Eng, bersama rekannya Cahyaning Nur Karimah MT yang mengoordinasi hasil praktikum kendaraan listrik tersebut, menyampaikan, pembuatan mobil listrik ini didasari oleh hasil evaluasi kurikulum melalui workshop dengan mitra dunia industri.

Karena itu, tambah Andik, hasil luarannya ada mata kuliah berbasis produk yang dapat menghasilkan kendaraan listrik dengan model buggy. “Ini adalah hasil praktikum sistem kendali kendaraan listrik yang berkolaborasi dengan PT Manufactur Dynamic Indonesia,” terangnya.

Kaprodi Program Studi Mesin Otomotif Polije Aditya Wahyu Pratama M Eng mengatakan, mahasiswa Polije harus terus berinovasi terhadap perkembangan zaman. “Untuk saat ini, kendaraan konvensional sudah saatnya menuju era kendaraan listrik,” tandasnya.

Reporter : Dwi Siswanto/Radar Jember

Fotografer : Dwi Siswanto/Radar Jember

Editor : Mahrus Sholih/Radar Jember

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/