alexametrics
31 C
Jember
Monday, 23 May 2022

Inovasi Polije, Bikin Mobil Listrik yang Siap Adu Cepat

Polije terus berinovasi dalam membuat kendaraan bebas emisi. Setelah sukses dengan mobil listrik model golf yang ditopang tenaga surya, kini giliran mobil listrik gokar yang siap melaju di segala medan. Bagaimana mobil listrik model rangka buggy ini?

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Mobil dengan rangka buggy menjadi hal yang paling familier bagi pecinta mobil radio control. Mobil mainan bertenaga baterai dan beradu cepat di medan apa saja, termasuk lumpur. Kini mobil tersebut direalisasikan menjadi mobil sungguhan oleh Politeknik Negeri Jember (Polije). Dan tenaganya sama-sama dari listrik.

Inilah yang digarap oleh mahasiswa dan dosen pendamping Polije Jurusan Teknik Prodi Mesin Otomotif. Berbeda dengan mobil listrik Polije sebelumnya yang berbentuk mobil golf berkapasitas enam orang, mobil listrik di ruang praktikum atau bengkel Jurusan Teknik tersebut hanya ada satu tempat duduk. “Kapasitas memang satu orang. Tapi bisa menahan beban tiga orang. Rangkanya pakai round bar steel,” kata Dwi Fajar Trisyanto, mahasiswa Mesin Otomotif Polije.

Dicky Yoga Pratama, mahasiswa lain yang kini sudah semester lima, mengaku tidak menyangka saat kuliah akan berkecimpung dengan kendaraan listrik. “Saya kira hanya mempelajari kendaraan konvensional saja,” terang mahasiswa asal Lumajang tersebut.

Mobile_AP_Rectangle 2

Polije memang sedang menatap kendaraan untuk masa depan yang bebas emisi. “Pendapat saya ini gebrakan mahasiswa Mesin Otomotif. Selanjutnya agar masyarakat memakai kendaraan listrik dan pemerintah juga serius dalam menyongsong kendaraan ramah lingkungan,” paparnya.

Dia menjelaskan, dalam membangun mobil listrik gokar buggy ini, banyak mahasiswa yang dilibatkan. Salah satunya juga mengambil hasil riset mahasiswa yang diaplikasikan untuk membuat mobil listrik. “Jadi, ini gotong royong. Seperti mahasiswa riset penggerak roda mobil listrik dan hasilnya kami pakai. Untuk yang membangun rangka dan lainnya sekitar 10-12 mahasiswa,” terangnya.

Dia menambahkan, hal paling sulit dalam membangun mobil listrik berbentuk gokar buggy adalah tentang kontrol sistem kemudi. “Konstruksinya lebih ribet. Salah satunya gardan yang dipakai tidak seperti mobil konvensional. Penempatan gardan juga harus lebih kecil daripada mobil listrik berbentuk golf sebelumnya,” urainya.

Dicky mengaku, sistem kemudi yang paling lama diutak-atik. Mereka harus memperhitungkan jarak sudut beloknya. Kegagalan juga pernah dirasakan, namun tidak sampai memupuskan semangat mahasiswa untuk menyelesaikannya. Apalagi, setidaknya butuh 2-3 bulan menyelesaikan mobil listrik buggy ini.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Mobil dengan rangka buggy menjadi hal yang paling familier bagi pecinta mobil radio control. Mobil mainan bertenaga baterai dan beradu cepat di medan apa saja, termasuk lumpur. Kini mobil tersebut direalisasikan menjadi mobil sungguhan oleh Politeknik Negeri Jember (Polije). Dan tenaganya sama-sama dari listrik.

Inilah yang digarap oleh mahasiswa dan dosen pendamping Polije Jurusan Teknik Prodi Mesin Otomotif. Berbeda dengan mobil listrik Polije sebelumnya yang berbentuk mobil golf berkapasitas enam orang, mobil listrik di ruang praktikum atau bengkel Jurusan Teknik tersebut hanya ada satu tempat duduk. “Kapasitas memang satu orang. Tapi bisa menahan beban tiga orang. Rangkanya pakai round bar steel,” kata Dwi Fajar Trisyanto, mahasiswa Mesin Otomotif Polije.

Dicky Yoga Pratama, mahasiswa lain yang kini sudah semester lima, mengaku tidak menyangka saat kuliah akan berkecimpung dengan kendaraan listrik. “Saya kira hanya mempelajari kendaraan konvensional saja,” terang mahasiswa asal Lumajang tersebut.

Polije memang sedang menatap kendaraan untuk masa depan yang bebas emisi. “Pendapat saya ini gebrakan mahasiswa Mesin Otomotif. Selanjutnya agar masyarakat memakai kendaraan listrik dan pemerintah juga serius dalam menyongsong kendaraan ramah lingkungan,” paparnya.

Dia menjelaskan, dalam membangun mobil listrik gokar buggy ini, banyak mahasiswa yang dilibatkan. Salah satunya juga mengambil hasil riset mahasiswa yang diaplikasikan untuk membuat mobil listrik. “Jadi, ini gotong royong. Seperti mahasiswa riset penggerak roda mobil listrik dan hasilnya kami pakai. Untuk yang membangun rangka dan lainnya sekitar 10-12 mahasiswa,” terangnya.

Dia menambahkan, hal paling sulit dalam membangun mobil listrik berbentuk gokar buggy adalah tentang kontrol sistem kemudi. “Konstruksinya lebih ribet. Salah satunya gardan yang dipakai tidak seperti mobil konvensional. Penempatan gardan juga harus lebih kecil daripada mobil listrik berbentuk golf sebelumnya,” urainya.

Dicky mengaku, sistem kemudi yang paling lama diutak-atik. Mereka harus memperhitungkan jarak sudut beloknya. Kegagalan juga pernah dirasakan, namun tidak sampai memupuskan semangat mahasiswa untuk menyelesaikannya. Apalagi, setidaknya butuh 2-3 bulan menyelesaikan mobil listrik buggy ini.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Mobil dengan rangka buggy menjadi hal yang paling familier bagi pecinta mobil radio control. Mobil mainan bertenaga baterai dan beradu cepat di medan apa saja, termasuk lumpur. Kini mobil tersebut direalisasikan menjadi mobil sungguhan oleh Politeknik Negeri Jember (Polije). Dan tenaganya sama-sama dari listrik.

Inilah yang digarap oleh mahasiswa dan dosen pendamping Polije Jurusan Teknik Prodi Mesin Otomotif. Berbeda dengan mobil listrik Polije sebelumnya yang berbentuk mobil golf berkapasitas enam orang, mobil listrik di ruang praktikum atau bengkel Jurusan Teknik tersebut hanya ada satu tempat duduk. “Kapasitas memang satu orang. Tapi bisa menahan beban tiga orang. Rangkanya pakai round bar steel,” kata Dwi Fajar Trisyanto, mahasiswa Mesin Otomotif Polije.

Dicky Yoga Pratama, mahasiswa lain yang kini sudah semester lima, mengaku tidak menyangka saat kuliah akan berkecimpung dengan kendaraan listrik. “Saya kira hanya mempelajari kendaraan konvensional saja,” terang mahasiswa asal Lumajang tersebut.

Polije memang sedang menatap kendaraan untuk masa depan yang bebas emisi. “Pendapat saya ini gebrakan mahasiswa Mesin Otomotif. Selanjutnya agar masyarakat memakai kendaraan listrik dan pemerintah juga serius dalam menyongsong kendaraan ramah lingkungan,” paparnya.

Dia menjelaskan, dalam membangun mobil listrik gokar buggy ini, banyak mahasiswa yang dilibatkan. Salah satunya juga mengambil hasil riset mahasiswa yang diaplikasikan untuk membuat mobil listrik. “Jadi, ini gotong royong. Seperti mahasiswa riset penggerak roda mobil listrik dan hasilnya kami pakai. Untuk yang membangun rangka dan lainnya sekitar 10-12 mahasiswa,” terangnya.

Dia menambahkan, hal paling sulit dalam membangun mobil listrik berbentuk gokar buggy adalah tentang kontrol sistem kemudi. “Konstruksinya lebih ribet. Salah satunya gardan yang dipakai tidak seperti mobil konvensional. Penempatan gardan juga harus lebih kecil daripada mobil listrik berbentuk golf sebelumnya,” urainya.

Dicky mengaku, sistem kemudi yang paling lama diutak-atik. Mereka harus memperhitungkan jarak sudut beloknya. Kegagalan juga pernah dirasakan, namun tidak sampai memupuskan semangat mahasiswa untuk menyelesaikannya. Apalagi, setidaknya butuh 2-3 bulan menyelesaikan mobil listrik buggy ini.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/