alexametrics
32.2 C
Jember
Monday, 16 May 2022

Ini Rekomendasi Gubernur JATIM Terhadap APBD 2022

“Lebih baik diperinci. Jadi, bukan hanya jumlahnya saja. Kalau di APBD mungkin global, tetapi harus ada lampiran agar sasaran penerimanya jelas.” Tabroni - Ketua Komisi A DPRD Jember

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Setiap tahun Pemkab Jember menggelontor sejumlah bantuan. Salah satunya adalah beasiswa. Tahun ini sedikitnya ada 5.000 yang telah disalurkan. Dan pada 2022 nanti, direncanakan akan ada 10 ribu beasiswa.

Hasil evaluasi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) APBD Jember 2022 juga menyinggung urusan beasiswa. Khofifah menyebut, ada banyak beasiswa yang akan disalurkan, tetapi tidak disertai dengan sasaran yang jelas, alias tidak ada nama-nama penerimanya. Hal inilah yang diminta gubernur agar pemerintah tidak sekadar mencantumkan jumlah, tetapi juga sasaran penerima manfaat beasiswa.

“Di mana dalam lampiran masih terdapat alokasi anggaran yang belum diperinci nama-nama penerima bantuan sosial,” demikian sepenggal kalimat yang meminta agar sasaran beasiswa disebut secara terperinci. Hasil evaluasi gubernur juga menyebut sejumlah lembaga dengan jumlah bantuan penerimanya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Ketua Komisi A DPRD Jember Tabroni menyampaikan, penyaluran bantuan selayaknya diperinci dengan sasaran nama penerimanya. “Lebih baik diperinci. Jadi, bukan hanya jumlahnya saja. Kalau di APBD mungkin global, tetapi harus ada lampiran agar sasaran penerimanya jelas. Kampus ini penerimanya sekian, namanya juga perlu disebutkan dalam lampiran tersendiri,” paparnya.

Penerimaan beasiswa 2022, lanjut Tabroni, agar pula memperhatikan asas keadilan. Di mana pembagian mahasiswa berprestasi, mahasiswa dari keluarga kurang mampu, dan kategori lain harus dilakukan dengan ketat. “Jangan sampai ada bahasa titipan, sehingga penerima manfaat bantuan sosial beasiswa ini benar-benar tepat sasaran,” imbuhnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Setiap tahun Pemkab Jember menggelontor sejumlah bantuan. Salah satunya adalah beasiswa. Tahun ini sedikitnya ada 5.000 yang telah disalurkan. Dan pada 2022 nanti, direncanakan akan ada 10 ribu beasiswa.

Hasil evaluasi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) APBD Jember 2022 juga menyinggung urusan beasiswa. Khofifah menyebut, ada banyak beasiswa yang akan disalurkan, tetapi tidak disertai dengan sasaran yang jelas, alias tidak ada nama-nama penerimanya. Hal inilah yang diminta gubernur agar pemerintah tidak sekadar mencantumkan jumlah, tetapi juga sasaran penerima manfaat beasiswa.

“Di mana dalam lampiran masih terdapat alokasi anggaran yang belum diperinci nama-nama penerima bantuan sosial,” demikian sepenggal kalimat yang meminta agar sasaran beasiswa disebut secara terperinci. Hasil evaluasi gubernur juga menyebut sejumlah lembaga dengan jumlah bantuan penerimanya.

Ketua Komisi A DPRD Jember Tabroni menyampaikan, penyaluran bantuan selayaknya diperinci dengan sasaran nama penerimanya. “Lebih baik diperinci. Jadi, bukan hanya jumlahnya saja. Kalau di APBD mungkin global, tetapi harus ada lampiran agar sasaran penerimanya jelas. Kampus ini penerimanya sekian, namanya juga perlu disebutkan dalam lampiran tersendiri,” paparnya.

Penerimaan beasiswa 2022, lanjut Tabroni, agar pula memperhatikan asas keadilan. Di mana pembagian mahasiswa berprestasi, mahasiswa dari keluarga kurang mampu, dan kategori lain harus dilakukan dengan ketat. “Jangan sampai ada bahasa titipan, sehingga penerima manfaat bantuan sosial beasiswa ini benar-benar tepat sasaran,” imbuhnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Setiap tahun Pemkab Jember menggelontor sejumlah bantuan. Salah satunya adalah beasiswa. Tahun ini sedikitnya ada 5.000 yang telah disalurkan. Dan pada 2022 nanti, direncanakan akan ada 10 ribu beasiswa.

Hasil evaluasi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) APBD Jember 2022 juga menyinggung urusan beasiswa. Khofifah menyebut, ada banyak beasiswa yang akan disalurkan, tetapi tidak disertai dengan sasaran yang jelas, alias tidak ada nama-nama penerimanya. Hal inilah yang diminta gubernur agar pemerintah tidak sekadar mencantumkan jumlah, tetapi juga sasaran penerima manfaat beasiswa.

“Di mana dalam lampiran masih terdapat alokasi anggaran yang belum diperinci nama-nama penerima bantuan sosial,” demikian sepenggal kalimat yang meminta agar sasaran beasiswa disebut secara terperinci. Hasil evaluasi gubernur juga menyebut sejumlah lembaga dengan jumlah bantuan penerimanya.

Ketua Komisi A DPRD Jember Tabroni menyampaikan, penyaluran bantuan selayaknya diperinci dengan sasaran nama penerimanya. “Lebih baik diperinci. Jadi, bukan hanya jumlahnya saja. Kalau di APBD mungkin global, tetapi harus ada lampiran agar sasaran penerimanya jelas. Kampus ini penerimanya sekian, namanya juga perlu disebutkan dalam lampiran tersendiri,” paparnya.

Penerimaan beasiswa 2022, lanjut Tabroni, agar pula memperhatikan asas keadilan. Di mana pembagian mahasiswa berprestasi, mahasiswa dari keluarga kurang mampu, dan kategori lain harus dilakukan dengan ketat. “Jangan sampai ada bahasa titipan, sehingga penerima manfaat bantuan sosial beasiswa ini benar-benar tepat sasaran,” imbuhnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/