alexametrics
30.3 C
Jember
Saturday, 21 May 2022

Dampak Hujan Disertai Angin Kencang di Jember Kemarin

Lima Rumah Rusak, Pohon Bertumbangan Akibat Hujan Disertai Angin Kencang

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER,ID  – Hujan deras disertai angin kencang menjadi kewaspadaan tersendiri bagi masyarakat Jember. Sebab, telah banyak peristiwa pohon tumbang dan rumah rusak. Seperti yang terjadi sore kemarin (23/12). Namun, hingga kemarin petang belum diketahui berapa angka pasti kerusakan rumah dan pohon tumbang tersebut. Sebab, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember masih menghitung total kerusakan.

Kepala BPBD Jember Sigit Akbari mengatakan, pihaknya telah bersiaga dengan bencana hidrologi seperti hujan deras yang disertai angin kencang ini. Awalnya, informasi yang didapat BPBD, akibat angin kencang itu banyak pohon yang tumbang di beberapa tempat. Petugas BPBD juga langsung ke lokasi agar segera teratasi, sehingga tidak sampai mengganggu pengguna jalan. Namun selanjutnya, BPBD juga menerima laporan adanya rumah rusak. Bagi warga yang rumahnya terdampak, BPBD menyiapkan bantuan material, meski hanya bersifat stimulan.

Data dari Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Jember, pohon tumbang terjadi di beberapa lokasi. Mulai di wilayah Kecamatan Balung yang melintang ke jalan raya selatan Dira Park, kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kalisat, serta depan SMAN Arjasa. Kejadian terakhir sempat menyebabkan jalur utama yang menghubungkan Jember dengan Bondowoso tersebut macet.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sementara itu, data sementara untuk bangunan yang rusak terdapat lima rumah. Di antaranya tiga rumah rusak ringan dan dua rumah rusak sedang yang berada di Patemon, Kecamatan Pakusari, dan perumahan di daerah Kelurahan Antirogo, Kecamatan Sumbersari. Selain itu, juga ada satu masjid yang dilaporkan rusak ringan, serta sebuah gudang rusak berat di Desa Patemon.

Sigit menjelaskan, merespons bencana, yang terjun pertama adalah Pusdalops. Selanjutnya diteruskan ke Tim Reaksi Cepat (TRC) untuk melakukan asesmen. Salah satunya dengan mendata jumlah kerusakan. Hasil dari asesmen tersebut menjadi dasar penentuan seberapa besar kerusakan dan bagaimana penanganan selanjutnya.

Dia juga memaparkan, kerusakan dalam bencana dibagi menjadi tiga. Yaitu ringan, sedang, dan berat. Dia mencontohkan, bila bencana gempa, kerusakan kecil biasanya dinding rumah retak. Sedangkan untuk bencana angin, kerusakan ringan biasanya terjadi pada bagian atap. “Seperti gentingnya yang berhamburan karena angin. Tiang-tiang usuk masih utuh,” tuturnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER,ID  – Hujan deras disertai angin kencang menjadi kewaspadaan tersendiri bagi masyarakat Jember. Sebab, telah banyak peristiwa pohon tumbang dan rumah rusak. Seperti yang terjadi sore kemarin (23/12). Namun, hingga kemarin petang belum diketahui berapa angka pasti kerusakan rumah dan pohon tumbang tersebut. Sebab, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember masih menghitung total kerusakan.

Kepala BPBD Jember Sigit Akbari mengatakan, pihaknya telah bersiaga dengan bencana hidrologi seperti hujan deras yang disertai angin kencang ini. Awalnya, informasi yang didapat BPBD, akibat angin kencang itu banyak pohon yang tumbang di beberapa tempat. Petugas BPBD juga langsung ke lokasi agar segera teratasi, sehingga tidak sampai mengganggu pengguna jalan. Namun selanjutnya, BPBD juga menerima laporan adanya rumah rusak. Bagi warga yang rumahnya terdampak, BPBD menyiapkan bantuan material, meski hanya bersifat stimulan.

Data dari Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Jember, pohon tumbang terjadi di beberapa lokasi. Mulai di wilayah Kecamatan Balung yang melintang ke jalan raya selatan Dira Park, kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kalisat, serta depan SMAN Arjasa. Kejadian terakhir sempat menyebabkan jalur utama yang menghubungkan Jember dengan Bondowoso tersebut macet.

Sementara itu, data sementara untuk bangunan yang rusak terdapat lima rumah. Di antaranya tiga rumah rusak ringan dan dua rumah rusak sedang yang berada di Patemon, Kecamatan Pakusari, dan perumahan di daerah Kelurahan Antirogo, Kecamatan Sumbersari. Selain itu, juga ada satu masjid yang dilaporkan rusak ringan, serta sebuah gudang rusak berat di Desa Patemon.

Sigit menjelaskan, merespons bencana, yang terjun pertama adalah Pusdalops. Selanjutnya diteruskan ke Tim Reaksi Cepat (TRC) untuk melakukan asesmen. Salah satunya dengan mendata jumlah kerusakan. Hasil dari asesmen tersebut menjadi dasar penentuan seberapa besar kerusakan dan bagaimana penanganan selanjutnya.

Dia juga memaparkan, kerusakan dalam bencana dibagi menjadi tiga. Yaitu ringan, sedang, dan berat. Dia mencontohkan, bila bencana gempa, kerusakan kecil biasanya dinding rumah retak. Sedangkan untuk bencana angin, kerusakan ringan biasanya terjadi pada bagian atap. “Seperti gentingnya yang berhamburan karena angin. Tiang-tiang usuk masih utuh,” tuturnya.

JEMBER, RADARJEMBER,ID  – Hujan deras disertai angin kencang menjadi kewaspadaan tersendiri bagi masyarakat Jember. Sebab, telah banyak peristiwa pohon tumbang dan rumah rusak. Seperti yang terjadi sore kemarin (23/12). Namun, hingga kemarin petang belum diketahui berapa angka pasti kerusakan rumah dan pohon tumbang tersebut. Sebab, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember masih menghitung total kerusakan.

Kepala BPBD Jember Sigit Akbari mengatakan, pihaknya telah bersiaga dengan bencana hidrologi seperti hujan deras yang disertai angin kencang ini. Awalnya, informasi yang didapat BPBD, akibat angin kencang itu banyak pohon yang tumbang di beberapa tempat. Petugas BPBD juga langsung ke lokasi agar segera teratasi, sehingga tidak sampai mengganggu pengguna jalan. Namun selanjutnya, BPBD juga menerima laporan adanya rumah rusak. Bagi warga yang rumahnya terdampak, BPBD menyiapkan bantuan material, meski hanya bersifat stimulan.

Data dari Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Jember, pohon tumbang terjadi di beberapa lokasi. Mulai di wilayah Kecamatan Balung yang melintang ke jalan raya selatan Dira Park, kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kalisat, serta depan SMAN Arjasa. Kejadian terakhir sempat menyebabkan jalur utama yang menghubungkan Jember dengan Bondowoso tersebut macet.

Sementara itu, data sementara untuk bangunan yang rusak terdapat lima rumah. Di antaranya tiga rumah rusak ringan dan dua rumah rusak sedang yang berada di Patemon, Kecamatan Pakusari, dan perumahan di daerah Kelurahan Antirogo, Kecamatan Sumbersari. Selain itu, juga ada satu masjid yang dilaporkan rusak ringan, serta sebuah gudang rusak berat di Desa Patemon.

Sigit menjelaskan, merespons bencana, yang terjun pertama adalah Pusdalops. Selanjutnya diteruskan ke Tim Reaksi Cepat (TRC) untuk melakukan asesmen. Salah satunya dengan mendata jumlah kerusakan. Hasil dari asesmen tersebut menjadi dasar penentuan seberapa besar kerusakan dan bagaimana penanganan selanjutnya.

Dia juga memaparkan, kerusakan dalam bencana dibagi menjadi tiga. Yaitu ringan, sedang, dan berat. Dia mencontohkan, bila bencana gempa, kerusakan kecil biasanya dinding rumah retak. Sedangkan untuk bencana angin, kerusakan ringan biasanya terjadi pada bagian atap. “Seperti gentingnya yang berhamburan karena angin. Tiang-tiang usuk masih utuh,” tuturnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/