alexametrics
21.6 C
Jember
Tuesday, 28 June 2022

Regulasi Harus Melindungi Pribadi

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Senyum pekerja seks komersial (PSK) adalah kali pertama yang ditampakkan kepada siapa saja yang datang. Padahal, mereka yang terpaksa hidup di tengah prostitusi menyimpan sejuta rahasia. Mulai dari ancaman kekerasan, sampai kepada risiko ‘pemerkosaan’. Untuk itu, perlindungan terhadap mereka tetap wajib dilakukan.

Bekerja di bidang prostitusi dan menjadi PSK memang bukan pilihan. Akan tetapi, hingga hari ini keberadaannya tetap eksis. Terlepas apa yang menjadi latar sehingga terjun sebagai PSK, mereka adalah kelompok yang rawan mendapatkan kekerasan. “Negara wajib memberikan perlindungan terhadap PSK. Bukan kepada pekerjaanya, tetapi lebih kepada perlindungan kemanusiaannya,” kata Edy Cahyo Purnomo, anggota DPRD Jember.

Pria yang akrab dipanggil Ipunk ini menguraikan, secara hukum penyedia atau mucikari dan pelaku zina memang dilarang dan terdapat ancaman pidananya. Namun, khusus untuk kasus-kasus kekerasan yang dialami PSK, jarang sekali dilaporkan oleh para korban. Ada berbagai pertimbangan, malu, merasa lemah, dan kerap tidak berani melapor.

Mobile_AP_Rectangle 2

Maka dari itu, penegakan regulasi menjadi sangat penting untuk diterapkan. Misalnya, mereka yang mendapat kekerasan saat berada di tempat prostitusi, maka patut untuk dilindungi. “Regulasi sangat penting untuk ditegakkan. Semisal ada yang mendapat kekerasan, maka perlindungan harus diberikan. Misalnya menjerat pelaku sesuai dengan ketentuan di KUHP,” ucapnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Senyum pekerja seks komersial (PSK) adalah kali pertama yang ditampakkan kepada siapa saja yang datang. Padahal, mereka yang terpaksa hidup di tengah prostitusi menyimpan sejuta rahasia. Mulai dari ancaman kekerasan, sampai kepada risiko ‘pemerkosaan’. Untuk itu, perlindungan terhadap mereka tetap wajib dilakukan.

Bekerja di bidang prostitusi dan menjadi PSK memang bukan pilihan. Akan tetapi, hingga hari ini keberadaannya tetap eksis. Terlepas apa yang menjadi latar sehingga terjun sebagai PSK, mereka adalah kelompok yang rawan mendapatkan kekerasan. “Negara wajib memberikan perlindungan terhadap PSK. Bukan kepada pekerjaanya, tetapi lebih kepada perlindungan kemanusiaannya,” kata Edy Cahyo Purnomo, anggota DPRD Jember.

Pria yang akrab dipanggil Ipunk ini menguraikan, secara hukum penyedia atau mucikari dan pelaku zina memang dilarang dan terdapat ancaman pidananya. Namun, khusus untuk kasus-kasus kekerasan yang dialami PSK, jarang sekali dilaporkan oleh para korban. Ada berbagai pertimbangan, malu, merasa lemah, dan kerap tidak berani melapor.

Maka dari itu, penegakan regulasi menjadi sangat penting untuk diterapkan. Misalnya, mereka yang mendapat kekerasan saat berada di tempat prostitusi, maka patut untuk dilindungi. “Regulasi sangat penting untuk ditegakkan. Semisal ada yang mendapat kekerasan, maka perlindungan harus diberikan. Misalnya menjerat pelaku sesuai dengan ketentuan di KUHP,” ucapnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Senyum pekerja seks komersial (PSK) adalah kali pertama yang ditampakkan kepada siapa saja yang datang. Padahal, mereka yang terpaksa hidup di tengah prostitusi menyimpan sejuta rahasia. Mulai dari ancaman kekerasan, sampai kepada risiko ‘pemerkosaan’. Untuk itu, perlindungan terhadap mereka tetap wajib dilakukan.

Bekerja di bidang prostitusi dan menjadi PSK memang bukan pilihan. Akan tetapi, hingga hari ini keberadaannya tetap eksis. Terlepas apa yang menjadi latar sehingga terjun sebagai PSK, mereka adalah kelompok yang rawan mendapatkan kekerasan. “Negara wajib memberikan perlindungan terhadap PSK. Bukan kepada pekerjaanya, tetapi lebih kepada perlindungan kemanusiaannya,” kata Edy Cahyo Purnomo, anggota DPRD Jember.

Pria yang akrab dipanggil Ipunk ini menguraikan, secara hukum penyedia atau mucikari dan pelaku zina memang dilarang dan terdapat ancaman pidananya. Namun, khusus untuk kasus-kasus kekerasan yang dialami PSK, jarang sekali dilaporkan oleh para korban. Ada berbagai pertimbangan, malu, merasa lemah, dan kerap tidak berani melapor.

Maka dari itu, penegakan regulasi menjadi sangat penting untuk diterapkan. Misalnya, mereka yang mendapat kekerasan saat berada di tempat prostitusi, maka patut untuk dilindungi. “Regulasi sangat penting untuk ditegakkan. Semisal ada yang mendapat kekerasan, maka perlindungan harus diberikan. Misalnya menjerat pelaku sesuai dengan ketentuan di KUHP,” ucapnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/