alexametrics
23.1 C
Jember
Tuesday, 28 June 2022

Misa Natal Dilakukan secara Virtual

Klop dengan Sejarah Yesus

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID Perayaan Natal tahun ini berbeda dibandingkan tahun sebelumnya. Mengingat, dirayakan di tengah pandemi Covid-19. Hal ini menjadikan agenda kebaktian Natal di semua gereja dilakukan secara virtual. Tak terkecuali di Gereja Katolik Santo Yusup Jember.

Di sana, semua jemaat tidak diperbolehkan untuk datang ke gereja. Hal ini dilakukan untuk meminimalisasi timbulnya klaster baru. Apalagi belum lama ini Jember telah menjauhi zona merah. Ibadah dan Anugerah Natal dilaksanakan secara sederhana dan tidak berlebihan, serta lebih menekankan pada persekutuan di tengah keluarga.

Hal ini juga sejalan di beberapa gereja daerah. Tak hanya di kota. Tak ada hiasan pernak-pernik layaknya tahun kemarin. Di tahun ini pernak-pernik hiasan untuk gereja sangat dasar.

Mobile_AP_Rectangle 2

Pada kondisi normal, Gereja Katolik Santo Yusup ini bisa diisi oleh lebih dari 200 jemaat. Namun, kali ini tidak diperbolehkan untuk melakukan Anugerah misa Natal di Gereja. Walaupun kelengkapan gereja dalam mengurus protap Covid-19 sudah sangat memenuhi.

Pastor Paroki Gereja Katolik Santo Yusup Jember, Romo Henrikus Suwaji O Carm memastikan bahwa peribadatan misa Natal akan berlangsung secara berani, dengan protokol kesehatan yang ketat. Hal ini berlaku untuk segenap kru di balik layar live streaming .

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID Perayaan Natal tahun ini berbeda dibandingkan tahun sebelumnya. Mengingat, dirayakan di tengah pandemi Covid-19. Hal ini menjadikan agenda kebaktian Natal di semua gereja dilakukan secara virtual. Tak terkecuali di Gereja Katolik Santo Yusup Jember.

Di sana, semua jemaat tidak diperbolehkan untuk datang ke gereja. Hal ini dilakukan untuk meminimalisasi timbulnya klaster baru. Apalagi belum lama ini Jember telah menjauhi zona merah. Ibadah dan Anugerah Natal dilaksanakan secara sederhana dan tidak berlebihan, serta lebih menekankan pada persekutuan di tengah keluarga.

Hal ini juga sejalan di beberapa gereja daerah. Tak hanya di kota. Tak ada hiasan pernak-pernik layaknya tahun kemarin. Di tahun ini pernak-pernik hiasan untuk gereja sangat dasar.

Pada kondisi normal, Gereja Katolik Santo Yusup ini bisa diisi oleh lebih dari 200 jemaat. Namun, kali ini tidak diperbolehkan untuk melakukan Anugerah misa Natal di Gereja. Walaupun kelengkapan gereja dalam mengurus protap Covid-19 sudah sangat memenuhi.

Pastor Paroki Gereja Katolik Santo Yusup Jember, Romo Henrikus Suwaji O Carm memastikan bahwa peribadatan misa Natal akan berlangsung secara berani, dengan protokol kesehatan yang ketat. Hal ini berlaku untuk segenap kru di balik layar live streaming .

JEMBER, RADARJEMBER.ID Perayaan Natal tahun ini berbeda dibandingkan tahun sebelumnya. Mengingat, dirayakan di tengah pandemi Covid-19. Hal ini menjadikan agenda kebaktian Natal di semua gereja dilakukan secara virtual. Tak terkecuali di Gereja Katolik Santo Yusup Jember.

Di sana, semua jemaat tidak diperbolehkan untuk datang ke gereja. Hal ini dilakukan untuk meminimalisasi timbulnya klaster baru. Apalagi belum lama ini Jember telah menjauhi zona merah. Ibadah dan Anugerah Natal dilaksanakan secara sederhana dan tidak berlebihan, serta lebih menekankan pada persekutuan di tengah keluarga.

Hal ini juga sejalan di beberapa gereja daerah. Tak hanya di kota. Tak ada hiasan pernak-pernik layaknya tahun kemarin. Di tahun ini pernak-pernik hiasan untuk gereja sangat dasar.

Pada kondisi normal, Gereja Katolik Santo Yusup ini bisa diisi oleh lebih dari 200 jemaat. Namun, kali ini tidak diperbolehkan untuk melakukan Anugerah misa Natal di Gereja. Walaupun kelengkapan gereja dalam mengurus protap Covid-19 sudah sangat memenuhi.

Pastor Paroki Gereja Katolik Santo Yusup Jember, Romo Henrikus Suwaji O Carm memastikan bahwa peribadatan misa Natal akan berlangsung secara berani, dengan protokol kesehatan yang ketat. Hal ini berlaku untuk segenap kru di balik layar live streaming .

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/