alexametrics
19.8 C
Jember
Wednesday, 29 June 2022

Cegah Provokasi, Berharap Tak Termakan Isu SARA

Toleransi beragama kerap menjadi isu sensitif. Padahal, tiap umat beragama bisa berbaur atas dasar kemanusiaan dan bernegara. Oleh karenanya, ratusan warga berlatar belakang agama berbeda mengikuti jalan sehat untuk merawat tali persaudaraan orang-orang berbeda keyakinan itu.

Mobile_AP_Rectangle 1

Edy meyakini, jalan berbarengan itu bisa menumbuhkan toleransi. Oleh karenanya, dia menyerukan, sebagai umat beragama tidak perlu mencampuradukkan toleransi dengan ajaran, serta menempatkan sesuai pada porsinya. “Bentuk toleransi itu menghormati dan menghargai ketika umat menjalankan ibadah sesuai keyakinan masing-masing,” jelasnya.

Meski dilakukan saat weekend, sejumlah umat kristiani hadir. Padahal, beberapa dari mereka mengikuti ibadah di gereja terlebih dulu. Untuk itu, Edy berharap, toleransi beragama, khususnya di Jember, bisa semakin bangkit dan dijalankan penuh kesadaran oleh masyarakat. Apalagi besok (25/12) adalah peringatan hari Natal. “Jangan mudah terpantik isu SARA yang membawa agama. Mari kita hidup rukun bersama-sama,” ajaknya.

- Advertisement -

Edy meyakini, jalan berbarengan itu bisa menumbuhkan toleransi. Oleh karenanya, dia menyerukan, sebagai umat beragama tidak perlu mencampuradukkan toleransi dengan ajaran, serta menempatkan sesuai pada porsinya. “Bentuk toleransi itu menghormati dan menghargai ketika umat menjalankan ibadah sesuai keyakinan masing-masing,” jelasnya.

Meski dilakukan saat weekend, sejumlah umat kristiani hadir. Padahal, beberapa dari mereka mengikuti ibadah di gereja terlebih dulu. Untuk itu, Edy berharap, toleransi beragama, khususnya di Jember, bisa semakin bangkit dan dijalankan penuh kesadaran oleh masyarakat. Apalagi besok (25/12) adalah peringatan hari Natal. “Jangan mudah terpantik isu SARA yang membawa agama. Mari kita hidup rukun bersama-sama,” ajaknya.

Edy meyakini, jalan berbarengan itu bisa menumbuhkan toleransi. Oleh karenanya, dia menyerukan, sebagai umat beragama tidak perlu mencampuradukkan toleransi dengan ajaran, serta menempatkan sesuai pada porsinya. “Bentuk toleransi itu menghormati dan menghargai ketika umat menjalankan ibadah sesuai keyakinan masing-masing,” jelasnya.

Meski dilakukan saat weekend, sejumlah umat kristiani hadir. Padahal, beberapa dari mereka mengikuti ibadah di gereja terlebih dulu. Untuk itu, Edy berharap, toleransi beragama, khususnya di Jember, bisa semakin bangkit dan dijalankan penuh kesadaran oleh masyarakat. Apalagi besok (25/12) adalah peringatan hari Natal. “Jangan mudah terpantik isu SARA yang membawa agama. Mari kita hidup rukun bersama-sama,” ajaknya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/