alexametrics
24.6 C
Jember
Monday, 23 May 2022

Cegah Provokasi, Berharap Tak Termakan Isu SARA

Toleransi beragama kerap menjadi isu sensitif. Padahal, tiap umat beragama bisa berbaur atas dasar kemanusiaan dan bernegara. Oleh karenanya, ratusan warga berlatar belakang agama berbeda mengikuti jalan sehat untuk merawat tali persaudaraan orang-orang berbeda keyakinan itu.

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Ratusan orang berlatar belakang keyakinan berbeda berjalan beriringan. Mereka juga membaur bersama di acara jalan sehat di sekitaran kompleks Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Jember. Tak sekadar jalan sehat, ratusan orang itu juga mengusung misi kemanusiaan serta merajut persaudaraan dalam bingkai toleransi agama.

Para peserta itu ada yang beragama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu. Kebersamaan mereka semakin hangat tatkala sejumlah warga saling bertutur sapa sepanjang kegiatan berlangsung. Meski kehangatan itu dilakukan dengan cara mengobrol sambil berjalan, tapi mereka cukup antusias mengikuti agenda hingga usai.

“Toleransi perlu ditempatkan sesuai porsinya dan bisa diterapkan oleh semua warga. Khususnya dalam menjalankan keyakinan agamanya masing-masing,” kata Edy Sucipto, ketua panitia. Ia menilai, isu soal toleransi beragama masih santer dan setiap saat bisa dimainkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Seperti isu agama di Uighur China atau di Rohingya, Myanmar.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Ratusan orang berlatar belakang keyakinan berbeda berjalan beriringan. Mereka juga membaur bersama di acara jalan sehat di sekitaran kompleks Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Jember. Tak sekadar jalan sehat, ratusan orang itu juga mengusung misi kemanusiaan serta merajut persaudaraan dalam bingkai toleransi agama.

Para peserta itu ada yang beragama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu. Kebersamaan mereka semakin hangat tatkala sejumlah warga saling bertutur sapa sepanjang kegiatan berlangsung. Meski kehangatan itu dilakukan dengan cara mengobrol sambil berjalan, tapi mereka cukup antusias mengikuti agenda hingga usai.

“Toleransi perlu ditempatkan sesuai porsinya dan bisa diterapkan oleh semua warga. Khususnya dalam menjalankan keyakinan agamanya masing-masing,” kata Edy Sucipto, ketua panitia. Ia menilai, isu soal toleransi beragama masih santer dan setiap saat bisa dimainkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Seperti isu agama di Uighur China atau di Rohingya, Myanmar.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Ratusan orang berlatar belakang keyakinan berbeda berjalan beriringan. Mereka juga membaur bersama di acara jalan sehat di sekitaran kompleks Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Jember. Tak sekadar jalan sehat, ratusan orang itu juga mengusung misi kemanusiaan serta merajut persaudaraan dalam bingkai toleransi agama.

Para peserta itu ada yang beragama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu. Kebersamaan mereka semakin hangat tatkala sejumlah warga saling bertutur sapa sepanjang kegiatan berlangsung. Meski kehangatan itu dilakukan dengan cara mengobrol sambil berjalan, tapi mereka cukup antusias mengikuti agenda hingga usai.

“Toleransi perlu ditempatkan sesuai porsinya dan bisa diterapkan oleh semua warga. Khususnya dalam menjalankan keyakinan agamanya masing-masing,” kata Edy Sucipto, ketua panitia. Ia menilai, isu soal toleransi beragama masih santer dan setiap saat bisa dimainkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Seperti isu agama di Uighur China atau di Rohingya, Myanmar.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/