alexametrics
23.4 C
Jember
Saturday, 28 May 2022

 65 Persen DAS Bedadung Kritis, Berpotensi Banjir

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.IDSebanyak 65 persen daerah aliran Sungai Bedadung berada dalam kondisi kritis akibat erosi berat. Salah satu penyebab erosi adalah penebangan hutan dan alih guna lahan yang masif, terutama di daerah hulu DAS Bedadung. Hal itu berdasarkan data yang dihimpun dari penelitian dengan metode geographic information system (GIS) oleh Program Studi Pengelolaan Sumber Daya Air Pertanian (PSDAP) Program Pascasarjana Universitas Jember.

Jika kondisi ini dibiarkan, maka berpotensi terjadi bencana banjir, erosi, sedimentasi, dan longsor, terutama di daerah hilir. Untuk mengatasi kondisi ini, mahasiswa Program Studi PSDAP Universitas Jember menanam 3000 bibit pohon di tiga dusun di Desa Sucopangepok, Kecamatan Jelbuk, kemarin (23/12).

Fauzan Mas’udy, ketua panitia kegiatan, mengatakan bahwa pemilihan Desa Sucopangepok sebagai lokasi penanaman pohon karena termasuk dalam hulu DAS Bedadung, dengan kondisi kemiringan lahan yang mencapai 40 persen. Selain itu, menjadi salah satu lokasi hulu DAS Bedadung yang menyuplai air melalui Sungai Bedadung ke berbagai daerah pertanian di Jember.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Harusnya hulu DAS yang kemiringannya mencapai 40 persen wajib ditetapkan sebagai daerah konservasi agar pasokan air terjaga, serta meminimalkan longsor dan erosi,” jelas Fauzan, mahasiswa PSDAP Universitas Jember angkatan tahun 2017. Dia menyebut, kegiatan itu dalam rangka memperingati Hari Tanam Pohon Sedunia

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.IDSebanyak 65 persen daerah aliran Sungai Bedadung berada dalam kondisi kritis akibat erosi berat. Salah satu penyebab erosi adalah penebangan hutan dan alih guna lahan yang masif, terutama di daerah hulu DAS Bedadung. Hal itu berdasarkan data yang dihimpun dari penelitian dengan metode geographic information system (GIS) oleh Program Studi Pengelolaan Sumber Daya Air Pertanian (PSDAP) Program Pascasarjana Universitas Jember.

Jika kondisi ini dibiarkan, maka berpotensi terjadi bencana banjir, erosi, sedimentasi, dan longsor, terutama di daerah hilir. Untuk mengatasi kondisi ini, mahasiswa Program Studi PSDAP Universitas Jember menanam 3000 bibit pohon di tiga dusun di Desa Sucopangepok, Kecamatan Jelbuk, kemarin (23/12).

Fauzan Mas’udy, ketua panitia kegiatan, mengatakan bahwa pemilihan Desa Sucopangepok sebagai lokasi penanaman pohon karena termasuk dalam hulu DAS Bedadung, dengan kondisi kemiringan lahan yang mencapai 40 persen. Selain itu, menjadi salah satu lokasi hulu DAS Bedadung yang menyuplai air melalui Sungai Bedadung ke berbagai daerah pertanian di Jember.

“Harusnya hulu DAS yang kemiringannya mencapai 40 persen wajib ditetapkan sebagai daerah konservasi agar pasokan air terjaga, serta meminimalkan longsor dan erosi,” jelas Fauzan, mahasiswa PSDAP Universitas Jember angkatan tahun 2017. Dia menyebut, kegiatan itu dalam rangka memperingati Hari Tanam Pohon Sedunia

JEMBER, RADARJEMBER.IDSebanyak 65 persen daerah aliran Sungai Bedadung berada dalam kondisi kritis akibat erosi berat. Salah satu penyebab erosi adalah penebangan hutan dan alih guna lahan yang masif, terutama di daerah hulu DAS Bedadung. Hal itu berdasarkan data yang dihimpun dari penelitian dengan metode geographic information system (GIS) oleh Program Studi Pengelolaan Sumber Daya Air Pertanian (PSDAP) Program Pascasarjana Universitas Jember.

Jika kondisi ini dibiarkan, maka berpotensi terjadi bencana banjir, erosi, sedimentasi, dan longsor, terutama di daerah hilir. Untuk mengatasi kondisi ini, mahasiswa Program Studi PSDAP Universitas Jember menanam 3000 bibit pohon di tiga dusun di Desa Sucopangepok, Kecamatan Jelbuk, kemarin (23/12).

Fauzan Mas’udy, ketua panitia kegiatan, mengatakan bahwa pemilihan Desa Sucopangepok sebagai lokasi penanaman pohon karena termasuk dalam hulu DAS Bedadung, dengan kondisi kemiringan lahan yang mencapai 40 persen. Selain itu, menjadi salah satu lokasi hulu DAS Bedadung yang menyuplai air melalui Sungai Bedadung ke berbagai daerah pertanian di Jember.

“Harusnya hulu DAS yang kemiringannya mencapai 40 persen wajib ditetapkan sebagai daerah konservasi agar pasokan air terjaga, serta meminimalkan longsor dan erosi,” jelas Fauzan, mahasiswa PSDAP Universitas Jember angkatan tahun 2017. Dia menyebut, kegiatan itu dalam rangka memperingati Hari Tanam Pohon Sedunia

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/