29.3 C
Jember
Friday, 2 December 2022

Polres Jember Dinilai Lamban Usut Laporan Dugaan Pemalsuan Dokumen Nasabah

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Laporan dugaan pemalsuan dokumen dan tindak pidana perbankan di Polres Jember, terkesan jalan di tempat. Kasus yang dilaporkan oleh Fenny Febrianty, ahli waris nasabah Bank Bukopin Cabang Jember (kini KB Bukopin, Red) itu, hingga kini tak ada perkembangan yang menggembirakan. Polisi dinilai lamban menangani perkara tersebut.

Ihya Ulumiddin, kuasa hukum pelapor, mengungkapkan, pihaknya telah mengirim surat yang ditujukan ke Kapolres Jember AKBP Heri Purnomo. Warkat yang dilayangkan Jumat (18/11) lalu ini, salah satunya menanyakan tentang progres penanganan perkara kliennya. Sebab, kasus itu telah dilaporkan lebih setahun lalu.

BACA JUGA: Polres Jember Bakal Usut Kasus Kejahataan Perbankan

Mobile_AP_Rectangle 2

Namun, setelah dia tahu informasi perkembangan kasus itu, dirinya terkejut. Udik, sapaan akrabnya, mengungkapkan, ternyata penyidik dan kepala unit lama yang menangani perkara kliennya itu, telah dipindah ke bagian lain. Tanpa ada pemberitahuan kepada dirinya atau kliennya.

“Bripka HA sudah dipindah. Begitu juga dengan Ipda D yang menjadi kanit waktu itu. Polres Jember harus memperbaiki kinerja, karena sudah setahun lebih perkara yang kami laporkan tak ada kejelasan,” ucapnya.

Menurut Udik, saat ini citra polri secara umum dipertaruhkan dalam menuntaskan perkara hukum yang ada. Terutama yang telah dilaporkan oleh warga yang berharap mendapatkan keadilan dari institusi penegak hukum.

Alumnus Fakultas Hukum Unej ini juga menyinggung sejumlah perkara besar yang menggoyang institusi Polri, belakangan ini. Untuk itu, kata dia, momentum tersebut harus menjadi titik balik bagi Polri guna memperbaiki kinerja. Utamanya dalam melayani warga negara yang mencari keadilan. “Jangan sampai ada hastag #Percuma Lapor Polisi di Jember ini. Karena kita semua sayang dan cinta Polri,” ungkapnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Laporan dugaan pemalsuan dokumen dan tindak pidana perbankan di Polres Jember, terkesan jalan di tempat. Kasus yang dilaporkan oleh Fenny Febrianty, ahli waris nasabah Bank Bukopin Cabang Jember (kini KB Bukopin, Red) itu, hingga kini tak ada perkembangan yang menggembirakan. Polisi dinilai lamban menangani perkara tersebut.

Ihya Ulumiddin, kuasa hukum pelapor, mengungkapkan, pihaknya telah mengirim surat yang ditujukan ke Kapolres Jember AKBP Heri Purnomo. Warkat yang dilayangkan Jumat (18/11) lalu ini, salah satunya menanyakan tentang progres penanganan perkara kliennya. Sebab, kasus itu telah dilaporkan lebih setahun lalu.

BACA JUGA: Polres Jember Bakal Usut Kasus Kejahataan Perbankan

Namun, setelah dia tahu informasi perkembangan kasus itu, dirinya terkejut. Udik, sapaan akrabnya, mengungkapkan, ternyata penyidik dan kepala unit lama yang menangani perkara kliennya itu, telah dipindah ke bagian lain. Tanpa ada pemberitahuan kepada dirinya atau kliennya.

“Bripka HA sudah dipindah. Begitu juga dengan Ipda D yang menjadi kanit waktu itu. Polres Jember harus memperbaiki kinerja, karena sudah setahun lebih perkara yang kami laporkan tak ada kejelasan,” ucapnya.

Menurut Udik, saat ini citra polri secara umum dipertaruhkan dalam menuntaskan perkara hukum yang ada. Terutama yang telah dilaporkan oleh warga yang berharap mendapatkan keadilan dari institusi penegak hukum.

Alumnus Fakultas Hukum Unej ini juga menyinggung sejumlah perkara besar yang menggoyang institusi Polri, belakangan ini. Untuk itu, kata dia, momentum tersebut harus menjadi titik balik bagi Polri guna memperbaiki kinerja. Utamanya dalam melayani warga negara yang mencari keadilan. “Jangan sampai ada hastag #Percuma Lapor Polisi di Jember ini. Karena kita semua sayang dan cinta Polri,” ungkapnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Laporan dugaan pemalsuan dokumen dan tindak pidana perbankan di Polres Jember, terkesan jalan di tempat. Kasus yang dilaporkan oleh Fenny Febrianty, ahli waris nasabah Bank Bukopin Cabang Jember (kini KB Bukopin, Red) itu, hingga kini tak ada perkembangan yang menggembirakan. Polisi dinilai lamban menangani perkara tersebut.

Ihya Ulumiddin, kuasa hukum pelapor, mengungkapkan, pihaknya telah mengirim surat yang ditujukan ke Kapolres Jember AKBP Heri Purnomo. Warkat yang dilayangkan Jumat (18/11) lalu ini, salah satunya menanyakan tentang progres penanganan perkara kliennya. Sebab, kasus itu telah dilaporkan lebih setahun lalu.

BACA JUGA: Polres Jember Bakal Usut Kasus Kejahataan Perbankan

Namun, setelah dia tahu informasi perkembangan kasus itu, dirinya terkejut. Udik, sapaan akrabnya, mengungkapkan, ternyata penyidik dan kepala unit lama yang menangani perkara kliennya itu, telah dipindah ke bagian lain. Tanpa ada pemberitahuan kepada dirinya atau kliennya.

“Bripka HA sudah dipindah. Begitu juga dengan Ipda D yang menjadi kanit waktu itu. Polres Jember harus memperbaiki kinerja, karena sudah setahun lebih perkara yang kami laporkan tak ada kejelasan,” ucapnya.

Menurut Udik, saat ini citra polri secara umum dipertaruhkan dalam menuntaskan perkara hukum yang ada. Terutama yang telah dilaporkan oleh warga yang berharap mendapatkan keadilan dari institusi penegak hukum.

Alumnus Fakultas Hukum Unej ini juga menyinggung sejumlah perkara besar yang menggoyang institusi Polri, belakangan ini. Untuk itu, kata dia, momentum tersebut harus menjadi titik balik bagi Polri guna memperbaiki kinerja. Utamanya dalam melayani warga negara yang mencari keadilan. “Jangan sampai ada hastag #Percuma Lapor Polisi di Jember ini. Karena kita semua sayang dan cinta Polri,” ungkapnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/