alexametrics
27.7 C
Jember
Sunday, 3 July 2022

Lockdown Unej Diperpanjang Sepekan

Menyusul Penambahan Kasus Covid-19 di Unej

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kasus Covid-19 di Universitas Jember (Unej) kembali bertambah. Terbaru, tiga karyawan di Kampus Tegalboto ini dilaporkan meninggal akibat terpapar virus korona. Dari tiga orang tersebut, salah satunya diketahui positif berdasarkan hasil tes swab, satu orang lagi hasil tesnya belum keluar. Sementara, lainnya belum terkonfirmasi apakah positif atau tidak. Hingga kini, total ada lima orang di Unej yang ditengarai meninggal akibat Covid-19.

Kasus di Unej ini menambah daftar warga positif korona di Jember pada umumnya. Berdasarkan data yang dirilis Satgas Penanganan Covid-19 Pemkab Jember, hingga Senin (23/11) kemarin, total kasus positif menembus angka 2.044. Dari jumlah itu, 79 orang di antaranya meninggal dunia, 1.538 pasien dinyatakan sembuh, dan sebanyak 427 orang masih dalam perawatan. Kondisi ini menunjukkan, bahwa wabah korona masih menjadi ancaman, sehingga semua pihak diminta waspada dan tidak mengabaikan protokol kesehatan.

Ketua Tim Darurat Tanggap Bencana Pencegahan (TDTBP) Covid-19 Unej dr Cholis Abrori mengatakan, tiga karyawan Unej yang meninggal dalam waktu hampir bersamaan. Terbaru adalah seorang karyawan yang meninggal pada, Senin (23/11) pagi. “Dua orang di antaranya, satunya meninggal karena sakit biasa, satunya hasil swab belum keluar,” terangnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Informasi yang diterima Jawa Pos Radar Jember, tiga orang yang meninggal tersebut adalah pegawai dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan (FKIP), dan Fakultas Teknologi Pertanian (FTP).

Berdasarkan surat edaran yang ditandatangani Rektor Unej Iwan Taruna, kegiatan pelayanan di fakultas dan unit kerja kembali dilakukan secara daring mulai 23-29 November. Ini artinya, masa lockdown kembali diperpanjang selama sepekan. Sebab, sebelumnya, 18-22 November, seluruh unit kerja di lingkungan Unej juga diberlakukan secara daring. Kebijakan ini menyusul keadaan darurat di kampus Unej akibat Covid-19.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kasus Covid-19 di Universitas Jember (Unej) kembali bertambah. Terbaru, tiga karyawan di Kampus Tegalboto ini dilaporkan meninggal akibat terpapar virus korona. Dari tiga orang tersebut, salah satunya diketahui positif berdasarkan hasil tes swab, satu orang lagi hasil tesnya belum keluar. Sementara, lainnya belum terkonfirmasi apakah positif atau tidak. Hingga kini, total ada lima orang di Unej yang ditengarai meninggal akibat Covid-19.

Kasus di Unej ini menambah daftar warga positif korona di Jember pada umumnya. Berdasarkan data yang dirilis Satgas Penanganan Covid-19 Pemkab Jember, hingga Senin (23/11) kemarin, total kasus positif menembus angka 2.044. Dari jumlah itu, 79 orang di antaranya meninggal dunia, 1.538 pasien dinyatakan sembuh, dan sebanyak 427 orang masih dalam perawatan. Kondisi ini menunjukkan, bahwa wabah korona masih menjadi ancaman, sehingga semua pihak diminta waspada dan tidak mengabaikan protokol kesehatan.

Ketua Tim Darurat Tanggap Bencana Pencegahan (TDTBP) Covid-19 Unej dr Cholis Abrori mengatakan, tiga karyawan Unej yang meninggal dalam waktu hampir bersamaan. Terbaru adalah seorang karyawan yang meninggal pada, Senin (23/11) pagi. “Dua orang di antaranya, satunya meninggal karena sakit biasa, satunya hasil swab belum keluar,” terangnya.

Informasi yang diterima Jawa Pos Radar Jember, tiga orang yang meninggal tersebut adalah pegawai dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan (FKIP), dan Fakultas Teknologi Pertanian (FTP).

Berdasarkan surat edaran yang ditandatangani Rektor Unej Iwan Taruna, kegiatan pelayanan di fakultas dan unit kerja kembali dilakukan secara daring mulai 23-29 November. Ini artinya, masa lockdown kembali diperpanjang selama sepekan. Sebab, sebelumnya, 18-22 November, seluruh unit kerja di lingkungan Unej juga diberlakukan secara daring. Kebijakan ini menyusul keadaan darurat di kampus Unej akibat Covid-19.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kasus Covid-19 di Universitas Jember (Unej) kembali bertambah. Terbaru, tiga karyawan di Kampus Tegalboto ini dilaporkan meninggal akibat terpapar virus korona. Dari tiga orang tersebut, salah satunya diketahui positif berdasarkan hasil tes swab, satu orang lagi hasil tesnya belum keluar. Sementara, lainnya belum terkonfirmasi apakah positif atau tidak. Hingga kini, total ada lima orang di Unej yang ditengarai meninggal akibat Covid-19.

Kasus di Unej ini menambah daftar warga positif korona di Jember pada umumnya. Berdasarkan data yang dirilis Satgas Penanganan Covid-19 Pemkab Jember, hingga Senin (23/11) kemarin, total kasus positif menembus angka 2.044. Dari jumlah itu, 79 orang di antaranya meninggal dunia, 1.538 pasien dinyatakan sembuh, dan sebanyak 427 orang masih dalam perawatan. Kondisi ini menunjukkan, bahwa wabah korona masih menjadi ancaman, sehingga semua pihak diminta waspada dan tidak mengabaikan protokol kesehatan.

Ketua Tim Darurat Tanggap Bencana Pencegahan (TDTBP) Covid-19 Unej dr Cholis Abrori mengatakan, tiga karyawan Unej yang meninggal dalam waktu hampir bersamaan. Terbaru adalah seorang karyawan yang meninggal pada, Senin (23/11) pagi. “Dua orang di antaranya, satunya meninggal karena sakit biasa, satunya hasil swab belum keluar,” terangnya.

Informasi yang diterima Jawa Pos Radar Jember, tiga orang yang meninggal tersebut adalah pegawai dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan (FKIP), dan Fakultas Teknologi Pertanian (FTP).

Berdasarkan surat edaran yang ditandatangani Rektor Unej Iwan Taruna, kegiatan pelayanan di fakultas dan unit kerja kembali dilakukan secara daring mulai 23-29 November. Ini artinya, masa lockdown kembali diperpanjang selama sepekan. Sebab, sebelumnya, 18-22 November, seluruh unit kerja di lingkungan Unej juga diberlakukan secara daring. Kebijakan ini menyusul keadaan darurat di kampus Unej akibat Covid-19.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/