alexametrics
26.5 C
Jember
Thursday, 11 August 2022

Diminta Menyalati di Luar Ambulans

Penanganan Jenazah Covid-19 Sebelum Dimakamkan

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sore kemarin (23/11), ambulans jenazah khusus pasien Covid-19 mulai datang di pemakaman umum Letjen S Parman, Sumbersari. Para petugas yang mengenakan pakaian hazmat itu tidak langsung menggotong peti jenazah pasien Covid-19, melainkan menyemprot terlebih dahulu dengan cairan disinfektan.

Monggo, kalau mau menyalati terlebih dahulu,” ucap petugas yang mengenakan pakaian alat pelindung diri (APD) lengkap itu. Petugas lantas membuka tiga pintu ambulans itu. Tampak satu peti mati berwarna cokelat. Bapak-bapak yang memakai peci dan masker mulai membentuk barisan. Mereka bersiap mengucapkan takbir sebagai tanda diawalinya salat jenazah. Sempat ada warga yang tidak mengenakan masker, tapi oleh petugas akhirnya diberi masker medis.

Kala peti mati tersebut siap masuk liang lahat, keluarga jenazah yang terkonfirmasi positif korona tersebut hanya bisa melihat dari jauh. Begitu pula dengan masyarakat sekitar pemakaman yang menyaksikan dari kejauhan. Pemakaman tersebut berjalan lancar. Tidak ada penolakan oleh warga seperti yang pernah terjadi di awal korona.

Mobile_AP_Rectangle 2

Gufron, petugas pengantar jenazah pasien korona dari Palang Merah Indonesia (PMI) Jember mengakui, kesadaran masyarakat tentang pemakaman korona meningkat. Sebab, sudah jarang sekali ada protes hingga terjadi penolakan pemakaman pasien korona. “Pada awal-awal korona, penolakan itu kerap terjadi,” ungkapnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sore kemarin (23/11), ambulans jenazah khusus pasien Covid-19 mulai datang di pemakaman umum Letjen S Parman, Sumbersari. Para petugas yang mengenakan pakaian hazmat itu tidak langsung menggotong peti jenazah pasien Covid-19, melainkan menyemprot terlebih dahulu dengan cairan disinfektan.

Monggo, kalau mau menyalati terlebih dahulu,” ucap petugas yang mengenakan pakaian alat pelindung diri (APD) lengkap itu. Petugas lantas membuka tiga pintu ambulans itu. Tampak satu peti mati berwarna cokelat. Bapak-bapak yang memakai peci dan masker mulai membentuk barisan. Mereka bersiap mengucapkan takbir sebagai tanda diawalinya salat jenazah. Sempat ada warga yang tidak mengenakan masker, tapi oleh petugas akhirnya diberi masker medis.

Kala peti mati tersebut siap masuk liang lahat, keluarga jenazah yang terkonfirmasi positif korona tersebut hanya bisa melihat dari jauh. Begitu pula dengan masyarakat sekitar pemakaman yang menyaksikan dari kejauhan. Pemakaman tersebut berjalan lancar. Tidak ada penolakan oleh warga seperti yang pernah terjadi di awal korona.

Gufron, petugas pengantar jenazah pasien korona dari Palang Merah Indonesia (PMI) Jember mengakui, kesadaran masyarakat tentang pemakaman korona meningkat. Sebab, sudah jarang sekali ada protes hingga terjadi penolakan pemakaman pasien korona. “Pada awal-awal korona, penolakan itu kerap terjadi,” ungkapnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sore kemarin (23/11), ambulans jenazah khusus pasien Covid-19 mulai datang di pemakaman umum Letjen S Parman, Sumbersari. Para petugas yang mengenakan pakaian hazmat itu tidak langsung menggotong peti jenazah pasien Covid-19, melainkan menyemprot terlebih dahulu dengan cairan disinfektan.

Monggo, kalau mau menyalati terlebih dahulu,” ucap petugas yang mengenakan pakaian alat pelindung diri (APD) lengkap itu. Petugas lantas membuka tiga pintu ambulans itu. Tampak satu peti mati berwarna cokelat. Bapak-bapak yang memakai peci dan masker mulai membentuk barisan. Mereka bersiap mengucapkan takbir sebagai tanda diawalinya salat jenazah. Sempat ada warga yang tidak mengenakan masker, tapi oleh petugas akhirnya diberi masker medis.

Kala peti mati tersebut siap masuk liang lahat, keluarga jenazah yang terkonfirmasi positif korona tersebut hanya bisa melihat dari jauh. Begitu pula dengan masyarakat sekitar pemakaman yang menyaksikan dari kejauhan. Pemakaman tersebut berjalan lancar. Tidak ada penolakan oleh warga seperti yang pernah terjadi di awal korona.

Gufron, petugas pengantar jenazah pasien korona dari Palang Merah Indonesia (PMI) Jember mengakui, kesadaran masyarakat tentang pemakaman korona meningkat. Sebab, sudah jarang sekali ada protes hingga terjadi penolakan pemakaman pasien korona. “Pada awal-awal korona, penolakan itu kerap terjadi,” ungkapnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/