alexametrics
28.7 C
Jember
Thursday, 26 May 2022

Pantai Watu Ulo dengan Batunya yang Khas dan Ombaknya Bikin Tenang

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Deburan ombak Pantai Watu Ulo begitu indah. Menenangkan siapa saja yang berdiri di pinggir pantai yang khas akan bebatuan panjang bak tubuh ular tersebut. Tempat itu cocok untuk lokasi berlibur, bersantai, sendiri, bersama teman, atau bareng keluarga.

Pantai Watu Ulo ini memang sudah terkenal. Warga Jember maupun wisatawan yang mendatanginya juga telah banyak. Mereka yang datang tentu memiliki cerita tersendiri yang mengasyikkan. Namun, ada jam-jam tertentu untuk mengunjunginya agar lebih mantap di lokasi wisata yang masuk Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu, tersebut.

Warga setempat, Abdur Rohim, menyebut, Pantai Watu Ulo akan lebih nyaman bila pengunjung datang pagi atau sore hari. “Kalau siang, cukup panas dan ombaknya besar. Pagi atau sore dingin, jadi bisa menikmati alamnya di pinggir pantai,” ucapnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Pada siang hari, ombak yang cukup besar membuat hamparan pasir pesisir pantai menyempit hingga tersisa sekitar panjang lapangan bola voli. Akan tetapi, pagi dan sore harinya hamparan pasir yang memanjang bisa selebar dua kali lipat dari panjangnya lapangan bola voli. “Jadi, kalau mau duduk di pinggir pantai juga asyik,” ucap Rohim.

Pada saat air laut lebih surut, wisatawan juga dapat bermain dengan asyik di pinggir pantai. Misalnya pose bersama keluarga untuk mengabadikan momen tersebut dengan latar belakang Watu Ulo, maupun karang yang berdiri di tengah laut. Saat siang, Watu Ulo akan terlihat lebih pendek dibanding saat air laut lebih surut. Hal itu dipengaruhi ombak yang terkadang menutupi sebagian bebatuan. Tak hanya itu, karang di tengah laut akan terlihat lebih pendek dibanding saat pagi dan sore hari.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Deburan ombak Pantai Watu Ulo begitu indah. Menenangkan siapa saja yang berdiri di pinggir pantai yang khas akan bebatuan panjang bak tubuh ular tersebut. Tempat itu cocok untuk lokasi berlibur, bersantai, sendiri, bersama teman, atau bareng keluarga.

Pantai Watu Ulo ini memang sudah terkenal. Warga Jember maupun wisatawan yang mendatanginya juga telah banyak. Mereka yang datang tentu memiliki cerita tersendiri yang mengasyikkan. Namun, ada jam-jam tertentu untuk mengunjunginya agar lebih mantap di lokasi wisata yang masuk Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu, tersebut.

Warga setempat, Abdur Rohim, menyebut, Pantai Watu Ulo akan lebih nyaman bila pengunjung datang pagi atau sore hari. “Kalau siang, cukup panas dan ombaknya besar. Pagi atau sore dingin, jadi bisa menikmati alamnya di pinggir pantai,” ucapnya.

Pada siang hari, ombak yang cukup besar membuat hamparan pasir pesisir pantai menyempit hingga tersisa sekitar panjang lapangan bola voli. Akan tetapi, pagi dan sore harinya hamparan pasir yang memanjang bisa selebar dua kali lipat dari panjangnya lapangan bola voli. “Jadi, kalau mau duduk di pinggir pantai juga asyik,” ucap Rohim.

Pada saat air laut lebih surut, wisatawan juga dapat bermain dengan asyik di pinggir pantai. Misalnya pose bersama keluarga untuk mengabadikan momen tersebut dengan latar belakang Watu Ulo, maupun karang yang berdiri di tengah laut. Saat siang, Watu Ulo akan terlihat lebih pendek dibanding saat air laut lebih surut. Hal itu dipengaruhi ombak yang terkadang menutupi sebagian bebatuan. Tak hanya itu, karang di tengah laut akan terlihat lebih pendek dibanding saat pagi dan sore hari.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Deburan ombak Pantai Watu Ulo begitu indah. Menenangkan siapa saja yang berdiri di pinggir pantai yang khas akan bebatuan panjang bak tubuh ular tersebut. Tempat itu cocok untuk lokasi berlibur, bersantai, sendiri, bersama teman, atau bareng keluarga.

Pantai Watu Ulo ini memang sudah terkenal. Warga Jember maupun wisatawan yang mendatanginya juga telah banyak. Mereka yang datang tentu memiliki cerita tersendiri yang mengasyikkan. Namun, ada jam-jam tertentu untuk mengunjunginya agar lebih mantap di lokasi wisata yang masuk Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu, tersebut.

Warga setempat, Abdur Rohim, menyebut, Pantai Watu Ulo akan lebih nyaman bila pengunjung datang pagi atau sore hari. “Kalau siang, cukup panas dan ombaknya besar. Pagi atau sore dingin, jadi bisa menikmati alamnya di pinggir pantai,” ucapnya.

Pada siang hari, ombak yang cukup besar membuat hamparan pasir pesisir pantai menyempit hingga tersisa sekitar panjang lapangan bola voli. Akan tetapi, pagi dan sore harinya hamparan pasir yang memanjang bisa selebar dua kali lipat dari panjangnya lapangan bola voli. “Jadi, kalau mau duduk di pinggir pantai juga asyik,” ucap Rohim.

Pada saat air laut lebih surut, wisatawan juga dapat bermain dengan asyik di pinggir pantai. Misalnya pose bersama keluarga untuk mengabadikan momen tersebut dengan latar belakang Watu Ulo, maupun karang yang berdiri di tengah laut. Saat siang, Watu Ulo akan terlihat lebih pendek dibanding saat air laut lebih surut. Hal itu dipengaruhi ombak yang terkadang menutupi sebagian bebatuan. Tak hanya itu, karang di tengah laut akan terlihat lebih pendek dibanding saat pagi dan sore hari.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/