alexametrics
21.6 C
Jember
Tuesday, 28 June 2022

Timbun Kerupuk sampai Empat Ton

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID ­– Dampak pandemi pada sektor ekonomi masih terus bergulir. Salah satunya adalah pengusaha kerupuk rumahan yang berada di Kelurahan Mangli, Kecamatan Kaliwates.

Sutrisno, 55, pengusaha krupuk, mengaku, sejak Maret pihaknya telah mengurangi produksi. “Mulai Juli sudah mulai menimbun kerupuk. Kalau ditotal, ada empat ton. Ini masih belum keluar semua (kerupuk) yang timbunan,” ujarnya.

Penimbunan kerupuk hingga empat ton ini adalah kali pertama baginya. Sebelumnya (walau harga tak stabil, baik dari bahan baku maupun produk kerupuknya) Sutrisno belum pernah menimbun sebanyak ini. Dampaknya, ia pun harus mengurangi jumlah produksi saban harinya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Biasanya, dalam satu hari Sutrisno mampu memproduksi kerupuk hingga 6 kuintal. Kini ia hanya berani memproduksi antara 2 sampai 4 kuintal. Sutrisno khawatir akan ada penimbunan kerupuk lebih besar lagi. Terlebih, hingga saat ini permintaan belum stabil.

Beberapa langganannya berhenti untuk membeli kerupuk mentah miliknya. Bahkan, distributor langganannya di Banyuwangi pun menyetop pembelian kerupuk. Ia menuturkan, pelanggan besarnya dari luar daerah sudah mulai berhenti untuk order.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID ­– Dampak pandemi pada sektor ekonomi masih terus bergulir. Salah satunya adalah pengusaha kerupuk rumahan yang berada di Kelurahan Mangli, Kecamatan Kaliwates.

Sutrisno, 55, pengusaha krupuk, mengaku, sejak Maret pihaknya telah mengurangi produksi. “Mulai Juli sudah mulai menimbun kerupuk. Kalau ditotal, ada empat ton. Ini masih belum keluar semua (kerupuk) yang timbunan,” ujarnya.

Penimbunan kerupuk hingga empat ton ini adalah kali pertama baginya. Sebelumnya (walau harga tak stabil, baik dari bahan baku maupun produk kerupuknya) Sutrisno belum pernah menimbun sebanyak ini. Dampaknya, ia pun harus mengurangi jumlah produksi saban harinya.

Biasanya, dalam satu hari Sutrisno mampu memproduksi kerupuk hingga 6 kuintal. Kini ia hanya berani memproduksi antara 2 sampai 4 kuintal. Sutrisno khawatir akan ada penimbunan kerupuk lebih besar lagi. Terlebih, hingga saat ini permintaan belum stabil.

Beberapa langganannya berhenti untuk membeli kerupuk mentah miliknya. Bahkan, distributor langganannya di Banyuwangi pun menyetop pembelian kerupuk. Ia menuturkan, pelanggan besarnya dari luar daerah sudah mulai berhenti untuk order.

JEMBER, RADARJEMBER.ID ­– Dampak pandemi pada sektor ekonomi masih terus bergulir. Salah satunya adalah pengusaha kerupuk rumahan yang berada di Kelurahan Mangli, Kecamatan Kaliwates.

Sutrisno, 55, pengusaha krupuk, mengaku, sejak Maret pihaknya telah mengurangi produksi. “Mulai Juli sudah mulai menimbun kerupuk. Kalau ditotal, ada empat ton. Ini masih belum keluar semua (kerupuk) yang timbunan,” ujarnya.

Penimbunan kerupuk hingga empat ton ini adalah kali pertama baginya. Sebelumnya (walau harga tak stabil, baik dari bahan baku maupun produk kerupuknya) Sutrisno belum pernah menimbun sebanyak ini. Dampaknya, ia pun harus mengurangi jumlah produksi saban harinya.

Biasanya, dalam satu hari Sutrisno mampu memproduksi kerupuk hingga 6 kuintal. Kini ia hanya berani memproduksi antara 2 sampai 4 kuintal. Sutrisno khawatir akan ada penimbunan kerupuk lebih besar lagi. Terlebih, hingga saat ini permintaan belum stabil.

Beberapa langganannya berhenti untuk membeli kerupuk mentah miliknya. Bahkan, distributor langganannya di Banyuwangi pun menyetop pembelian kerupuk. Ia menuturkan, pelanggan besarnya dari luar daerah sudah mulai berhenti untuk order.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/