alexametrics
28.7 C
Jember
Monday, 15 August 2022

Rusuh, Sasar Kaca Gedung DPRD

Dipicu Kabar Diamankannya Empat Demonstran

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Demo menolak Undang-Undang Cipta Kerja (UU Cika) atau dikenal Omnibus Law menyisakan sejumlah persoalan. Di antaranya, aksi perusakan serta ancaman oleh salah seorang demonstran kepada wartawan yang bertugas di lapangan.

Aksi penolakan yang dilakukan mahasiswa dan pelajar, Kamis (22/10), tak terkontrol. Sebab, ada yang membawa semacam petasan. Tak hanya itu, oknum tertentu sepertinya sudah berniat melakukan penyerangan atau perusakan terhadap gedung dewan. Akibatnya, hampir semua jendela kaca depan samping kiri gedung DPRD pecah berantakan. Kondisi ini dibiarkan hingga kemarin (23/10).

Mobile_AP_Rectangle 2

Wakil Ketua DPRD Jember Ahmad Halim mengatakan, kaca DPRD yang rusak tetap dibiarkan. Pihaknya menunggu laporan kepolisian yang masih melakukan uji laboratorium forensik (labfor). Lokasi kaca pecah pun diamankan dengan garis polisi. “Menunggu hasil uji labfor. Jadi, sampai hari ini belum dibersihkan karena menunggu hasil penyelidikan polisi,” kata Halim.

Menurutnya, aksi pelemparan batu oleh oknum demonstran sepenuhnya diserahkan ke kepolisian. “Itu sudah menjadi ranah kepolisian. Katanya, kepolisian sudah menyiapkan rekaman video dari awal aksi sampai terjadinya pelemparan, hingga aksi selesai,” papar Halim, yang kemudian menyebut, kaca yang awalnya sempat pecah akibat demonstran sudah diperbaiki, tetapi hancur lagi.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Demo menolak Undang-Undang Cipta Kerja (UU Cika) atau dikenal Omnibus Law menyisakan sejumlah persoalan. Di antaranya, aksi perusakan serta ancaman oleh salah seorang demonstran kepada wartawan yang bertugas di lapangan.

Aksi penolakan yang dilakukan mahasiswa dan pelajar, Kamis (22/10), tak terkontrol. Sebab, ada yang membawa semacam petasan. Tak hanya itu, oknum tertentu sepertinya sudah berniat melakukan penyerangan atau perusakan terhadap gedung dewan. Akibatnya, hampir semua jendela kaca depan samping kiri gedung DPRD pecah berantakan. Kondisi ini dibiarkan hingga kemarin (23/10).

Wakil Ketua DPRD Jember Ahmad Halim mengatakan, kaca DPRD yang rusak tetap dibiarkan. Pihaknya menunggu laporan kepolisian yang masih melakukan uji laboratorium forensik (labfor). Lokasi kaca pecah pun diamankan dengan garis polisi. “Menunggu hasil uji labfor. Jadi, sampai hari ini belum dibersihkan karena menunggu hasil penyelidikan polisi,” kata Halim.

Menurutnya, aksi pelemparan batu oleh oknum demonstran sepenuhnya diserahkan ke kepolisian. “Itu sudah menjadi ranah kepolisian. Katanya, kepolisian sudah menyiapkan rekaman video dari awal aksi sampai terjadinya pelemparan, hingga aksi selesai,” papar Halim, yang kemudian menyebut, kaca yang awalnya sempat pecah akibat demonstran sudah diperbaiki, tetapi hancur lagi.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Demo menolak Undang-Undang Cipta Kerja (UU Cika) atau dikenal Omnibus Law menyisakan sejumlah persoalan. Di antaranya, aksi perusakan serta ancaman oleh salah seorang demonstran kepada wartawan yang bertugas di lapangan.

Aksi penolakan yang dilakukan mahasiswa dan pelajar, Kamis (22/10), tak terkontrol. Sebab, ada yang membawa semacam petasan. Tak hanya itu, oknum tertentu sepertinya sudah berniat melakukan penyerangan atau perusakan terhadap gedung dewan. Akibatnya, hampir semua jendela kaca depan samping kiri gedung DPRD pecah berantakan. Kondisi ini dibiarkan hingga kemarin (23/10).

Wakil Ketua DPRD Jember Ahmad Halim mengatakan, kaca DPRD yang rusak tetap dibiarkan. Pihaknya menunggu laporan kepolisian yang masih melakukan uji laboratorium forensik (labfor). Lokasi kaca pecah pun diamankan dengan garis polisi. “Menunggu hasil uji labfor. Jadi, sampai hari ini belum dibersihkan karena menunggu hasil penyelidikan polisi,” kata Halim.

Menurutnya, aksi pelemparan batu oleh oknum demonstran sepenuhnya diserahkan ke kepolisian. “Itu sudah menjadi ranah kepolisian. Katanya, kepolisian sudah menyiapkan rekaman video dari awal aksi sampai terjadinya pelemparan, hingga aksi selesai,” papar Halim, yang kemudian menyebut, kaca yang awalnya sempat pecah akibat demonstran sudah diperbaiki, tetapi hancur lagi.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/