alexametrics
24.4 C
Jember
Sunday, 3 July 2022

Reaktif, Tak Bisa Masuk Gerbong

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Untuk melakukan perjalanan jalur darat dengan kereta api selama pandemi, calon penumpang diwajibkan menunjukkan surat keterangan rapid test yang mencantumkan hasil nonreaktif. Nah, selama penerapan aturan tersebut, ratusan calon penumpang gagal berangkat karena dinyatakan reaktif.

Sejak pemberlakuan rapid test di Stasiun Jember pada 7 Agustus lalu, total sudah sebanyak 115 calon penumpang KA batal berangkat. Hal itu menyusul rapid test yang mereka jalani menunjukkan hasil reaktif. Kepala Stasiun Jember Herjianto membenarkan hal tersebut. “Dari total 4.517 calon penumpang yang sudah menjalani rapid test di Stasiun Jember sejak awal pemberlakuannya atau sekitar dua bulan terakhir, 115 di antaranya menunjukkan hasil reaktif,” ucap Herjianto.

Sementara, pada Oktober ini, terdapat 54 calon penumpang yang hasil tesnya dinyatakan reaktif. Herjianto menambahkan, sesuai kebijakan PT KAI, calon penumpang yang hasil tesnya reaktif tidak boleh berangkat. “Tetapi, kami akan membantu untuk pembatalan keberangkatannya dengan mengembalikan biaya tiket,” imbuhnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Kebijakan pengembalian biaya tiket tersebut sudah menjadi keputusan PT KAI kepada calon penumpang dengan hasil rapid test reaktif, dan refund penuh alias tanpa potongan.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Untuk melakukan perjalanan jalur darat dengan kereta api selama pandemi, calon penumpang diwajibkan menunjukkan surat keterangan rapid test yang mencantumkan hasil nonreaktif. Nah, selama penerapan aturan tersebut, ratusan calon penumpang gagal berangkat karena dinyatakan reaktif.

Sejak pemberlakuan rapid test di Stasiun Jember pada 7 Agustus lalu, total sudah sebanyak 115 calon penumpang KA batal berangkat. Hal itu menyusul rapid test yang mereka jalani menunjukkan hasil reaktif. Kepala Stasiun Jember Herjianto membenarkan hal tersebut. “Dari total 4.517 calon penumpang yang sudah menjalani rapid test di Stasiun Jember sejak awal pemberlakuannya atau sekitar dua bulan terakhir, 115 di antaranya menunjukkan hasil reaktif,” ucap Herjianto.

Sementara, pada Oktober ini, terdapat 54 calon penumpang yang hasil tesnya dinyatakan reaktif. Herjianto menambahkan, sesuai kebijakan PT KAI, calon penumpang yang hasil tesnya reaktif tidak boleh berangkat. “Tetapi, kami akan membantu untuk pembatalan keberangkatannya dengan mengembalikan biaya tiket,” imbuhnya.

Kebijakan pengembalian biaya tiket tersebut sudah menjadi keputusan PT KAI kepada calon penumpang dengan hasil rapid test reaktif, dan refund penuh alias tanpa potongan.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Untuk melakukan perjalanan jalur darat dengan kereta api selama pandemi, calon penumpang diwajibkan menunjukkan surat keterangan rapid test yang mencantumkan hasil nonreaktif. Nah, selama penerapan aturan tersebut, ratusan calon penumpang gagal berangkat karena dinyatakan reaktif.

Sejak pemberlakuan rapid test di Stasiun Jember pada 7 Agustus lalu, total sudah sebanyak 115 calon penumpang KA batal berangkat. Hal itu menyusul rapid test yang mereka jalani menunjukkan hasil reaktif. Kepala Stasiun Jember Herjianto membenarkan hal tersebut. “Dari total 4.517 calon penumpang yang sudah menjalani rapid test di Stasiun Jember sejak awal pemberlakuannya atau sekitar dua bulan terakhir, 115 di antaranya menunjukkan hasil reaktif,” ucap Herjianto.

Sementara, pada Oktober ini, terdapat 54 calon penumpang yang hasil tesnya dinyatakan reaktif. Herjianto menambahkan, sesuai kebijakan PT KAI, calon penumpang yang hasil tesnya reaktif tidak boleh berangkat. “Tetapi, kami akan membantu untuk pembatalan keberangkatannya dengan mengembalikan biaya tiket,” imbuhnya.

Kebijakan pengembalian biaya tiket tersebut sudah menjadi keputusan PT KAI kepada calon penumpang dengan hasil rapid test reaktif, dan refund penuh alias tanpa potongan.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/