alexametrics
27.9 C
Jember
Wednesday, 29 June 2022

Buru Satu Pemerkosa Lagi

Mobile_AP_Rectangle 1
  • Tiga Pelaku Menyerahkan Diri
  • Total Enam Tersangka Diamankan

JEMBER, RADARJEMBER. ID – Upaya pengejaran terhadap pemerkosa gadis 15 tahun di Kecamatan Jenggawah membuahkan hasil. Bahkan, sebelum ditangkap, tiga pelaku lebih dulu menyerahkan diri ke polisi. Mereka diantar oleh Kepala Desa Kemuningsari Kidul. Kini, total ada enam dari tujuh tersangka yang telah diamankan. Selanjutnya, polisi masih memburu satu pelaku lagi yang dikabarkan kabur ke Pulau Bali.

Ketiga pelaku yang baru diamankan tersebut adalah Muhammad Hulaifi (22), Muhammad Mahmud Kusaeri (24), dan Ansori (23). Semuanya merupakan warga Desa Kemuningsari Kidul. Secara bergelombang, para pelaku ini mendatangi Kantor Polsek Jenggawah. Hulaifi dan Kusaeri alias Erik menyerahkan diri pada Kamis (23/10) dini hari. Sementara Ansori menyusul kemudian pada pagi hari.

Para pelaku berdalih tak berniat kabur ke luar daerah. Mereka beralasan bekerja di luar kecamatan dan luar pulau. Hulaifi dan Erik bekerja di salah satu proyek bangunan yang ada di Desa Pecoro, Kecamatan Rambipuji. Demikian juga dengan Ansori. Dia mengaku bekerja sebagai kuli bangunan di Madura. Ketiganya bersedia menyerahkan diri setelah dibujuk oleh kepala desa. Baru kemudian diantar ke kantor polisi.

Mobile_AP_Rectangle 2

Kepala Desa Kemuningsari Kidul, Kecamatan Jenggawah, Dewi Kholifah mengatakan, setelah tertangkapnya tiga pelaku, dia meminta beberapa pelaku lain yang merupakan warganya itu agar pulang dan menyerahkan diri. Dia juga meyakinkan keluarga pelaku bahwa lebih baik kooperatif ketimbang menjadi buronan kepolisian. “Daripada menjadi DPO (daftar pencarian orang, Red), lebih baik menyerahkan diri saja,” katanya.

Saat ini, ketiga tersangka telah diperiksa intensif oleh penyidik. Dalam pemeriksaan itu ternyata muncul informasi berbeda. Hulaifi, salah seorang tersangka, justru menuding bahwa yang berinisiatif mengajak keluar itu awalnya adalah korban. “Dia selalu WA (mengirim pesan WhatsApp, Red) dan mengajak saya keluar malam. Ayo metu saiki,” kata Hulaifi, menirukan ajakan korban.

Hulaifi juga menuturkan, korban selalu minta dijemput malam hari dan baru mau pulang ketika subuh. Bahkan, saat akan diantar sebelum pukul 03.00 dini hari, korban selalu menolak. “Malah minta pulang pagi pukul 04.00 atau lebih,” ucapnya.

Lebih lanjut, dia mengaku telah empat kali keluar bersama korban. Setiap jalan-jalan itu, dirinya selalu berhubungan badan dengan korban. Lokasinya berpindah-pindah. Pernah di areal persawahan dan di sebuah warung yang berada di Kecamatan Jenggawah. Menurut tersangka, setiap keluar, korban meminta imbalan. Jumlahnya tidak banyak, hanya Rp 20 ribu. Alasannya untuk membeli paketan data internet.

Pengakuan yang nyaris sama disampaikan pelaku lain, yakni Muhammad Mahmud Kusaeri. Pemuda yang disapa Erik itu juga menuding, korbanlah yang berinisiatif menghubunginya lewat pesan WhatsApp. Pesan yang dikirim itu juga berisi ajakan untuk keluar malam. “Ayo metu wis! Nang endi ae sing penting metu,” ucapnya, mengutip pesan dari korban.

- Advertisement -
  • Tiga Pelaku Menyerahkan Diri
  • Total Enam Tersangka Diamankan

JEMBER, RADARJEMBER. ID – Upaya pengejaran terhadap pemerkosa gadis 15 tahun di Kecamatan Jenggawah membuahkan hasil. Bahkan, sebelum ditangkap, tiga pelaku lebih dulu menyerahkan diri ke polisi. Mereka diantar oleh Kepala Desa Kemuningsari Kidul. Kini, total ada enam dari tujuh tersangka yang telah diamankan. Selanjutnya, polisi masih memburu satu pelaku lagi yang dikabarkan kabur ke Pulau Bali.

Ketiga pelaku yang baru diamankan tersebut adalah Muhammad Hulaifi (22), Muhammad Mahmud Kusaeri (24), dan Ansori (23). Semuanya merupakan warga Desa Kemuningsari Kidul. Secara bergelombang, para pelaku ini mendatangi Kantor Polsek Jenggawah. Hulaifi dan Kusaeri alias Erik menyerahkan diri pada Kamis (23/10) dini hari. Sementara Ansori menyusul kemudian pada pagi hari.

Para pelaku berdalih tak berniat kabur ke luar daerah. Mereka beralasan bekerja di luar kecamatan dan luar pulau. Hulaifi dan Erik bekerja di salah satu proyek bangunan yang ada di Desa Pecoro, Kecamatan Rambipuji. Demikian juga dengan Ansori. Dia mengaku bekerja sebagai kuli bangunan di Madura. Ketiganya bersedia menyerahkan diri setelah dibujuk oleh kepala desa. Baru kemudian diantar ke kantor polisi.

Kepala Desa Kemuningsari Kidul, Kecamatan Jenggawah, Dewi Kholifah mengatakan, setelah tertangkapnya tiga pelaku, dia meminta beberapa pelaku lain yang merupakan warganya itu agar pulang dan menyerahkan diri. Dia juga meyakinkan keluarga pelaku bahwa lebih baik kooperatif ketimbang menjadi buronan kepolisian. “Daripada menjadi DPO (daftar pencarian orang, Red), lebih baik menyerahkan diri saja,” katanya.

Saat ini, ketiga tersangka telah diperiksa intensif oleh penyidik. Dalam pemeriksaan itu ternyata muncul informasi berbeda. Hulaifi, salah seorang tersangka, justru menuding bahwa yang berinisiatif mengajak keluar itu awalnya adalah korban. “Dia selalu WA (mengirim pesan WhatsApp, Red) dan mengajak saya keluar malam. Ayo metu saiki,” kata Hulaifi, menirukan ajakan korban.

Hulaifi juga menuturkan, korban selalu minta dijemput malam hari dan baru mau pulang ketika subuh. Bahkan, saat akan diantar sebelum pukul 03.00 dini hari, korban selalu menolak. “Malah minta pulang pagi pukul 04.00 atau lebih,” ucapnya.

Lebih lanjut, dia mengaku telah empat kali keluar bersama korban. Setiap jalan-jalan itu, dirinya selalu berhubungan badan dengan korban. Lokasinya berpindah-pindah. Pernah di areal persawahan dan di sebuah warung yang berada di Kecamatan Jenggawah. Menurut tersangka, setiap keluar, korban meminta imbalan. Jumlahnya tidak banyak, hanya Rp 20 ribu. Alasannya untuk membeli paketan data internet.

Pengakuan yang nyaris sama disampaikan pelaku lain, yakni Muhammad Mahmud Kusaeri. Pemuda yang disapa Erik itu juga menuding, korbanlah yang berinisiatif menghubunginya lewat pesan WhatsApp. Pesan yang dikirim itu juga berisi ajakan untuk keluar malam. “Ayo metu wis! Nang endi ae sing penting metu,” ucapnya, mengutip pesan dari korban.

  • Tiga Pelaku Menyerahkan Diri
  • Total Enam Tersangka Diamankan

JEMBER, RADARJEMBER. ID – Upaya pengejaran terhadap pemerkosa gadis 15 tahun di Kecamatan Jenggawah membuahkan hasil. Bahkan, sebelum ditangkap, tiga pelaku lebih dulu menyerahkan diri ke polisi. Mereka diantar oleh Kepala Desa Kemuningsari Kidul. Kini, total ada enam dari tujuh tersangka yang telah diamankan. Selanjutnya, polisi masih memburu satu pelaku lagi yang dikabarkan kabur ke Pulau Bali.

Ketiga pelaku yang baru diamankan tersebut adalah Muhammad Hulaifi (22), Muhammad Mahmud Kusaeri (24), dan Ansori (23). Semuanya merupakan warga Desa Kemuningsari Kidul. Secara bergelombang, para pelaku ini mendatangi Kantor Polsek Jenggawah. Hulaifi dan Kusaeri alias Erik menyerahkan diri pada Kamis (23/10) dini hari. Sementara Ansori menyusul kemudian pada pagi hari.

Para pelaku berdalih tak berniat kabur ke luar daerah. Mereka beralasan bekerja di luar kecamatan dan luar pulau. Hulaifi dan Erik bekerja di salah satu proyek bangunan yang ada di Desa Pecoro, Kecamatan Rambipuji. Demikian juga dengan Ansori. Dia mengaku bekerja sebagai kuli bangunan di Madura. Ketiganya bersedia menyerahkan diri setelah dibujuk oleh kepala desa. Baru kemudian diantar ke kantor polisi.

Kepala Desa Kemuningsari Kidul, Kecamatan Jenggawah, Dewi Kholifah mengatakan, setelah tertangkapnya tiga pelaku, dia meminta beberapa pelaku lain yang merupakan warganya itu agar pulang dan menyerahkan diri. Dia juga meyakinkan keluarga pelaku bahwa lebih baik kooperatif ketimbang menjadi buronan kepolisian. “Daripada menjadi DPO (daftar pencarian orang, Red), lebih baik menyerahkan diri saja,” katanya.

Saat ini, ketiga tersangka telah diperiksa intensif oleh penyidik. Dalam pemeriksaan itu ternyata muncul informasi berbeda. Hulaifi, salah seorang tersangka, justru menuding bahwa yang berinisiatif mengajak keluar itu awalnya adalah korban. “Dia selalu WA (mengirim pesan WhatsApp, Red) dan mengajak saya keluar malam. Ayo metu saiki,” kata Hulaifi, menirukan ajakan korban.

Hulaifi juga menuturkan, korban selalu minta dijemput malam hari dan baru mau pulang ketika subuh. Bahkan, saat akan diantar sebelum pukul 03.00 dini hari, korban selalu menolak. “Malah minta pulang pagi pukul 04.00 atau lebih,” ucapnya.

Lebih lanjut, dia mengaku telah empat kali keluar bersama korban. Setiap jalan-jalan itu, dirinya selalu berhubungan badan dengan korban. Lokasinya berpindah-pindah. Pernah di areal persawahan dan di sebuah warung yang berada di Kecamatan Jenggawah. Menurut tersangka, setiap keluar, korban meminta imbalan. Jumlahnya tidak banyak, hanya Rp 20 ribu. Alasannya untuk membeli paketan data internet.

Pengakuan yang nyaris sama disampaikan pelaku lain, yakni Muhammad Mahmud Kusaeri. Pemuda yang disapa Erik itu juga menuding, korbanlah yang berinisiatif menghubunginya lewat pesan WhatsApp. Pesan yang dikirim itu juga berisi ajakan untuk keluar malam. “Ayo metu wis! Nang endi ae sing penting metu,” ucapnya, mengutip pesan dari korban.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/