alexametrics
23.4 C
Jember
Saturday, 28 May 2022

Masih Ingat Kasus Ledakan Bom di Puger ? Begini Kasus Barunya

Mobile_AP_Rectangle 1

KEPATIHAN, RADARJEMBER.ID – Insiden ledakan bom ikan atau bondet yang terjadi di sebuah rumah di Desa Bagon, Kecamatan Puger, belum lama ini, masih menjadi gawe kepolisian untuk mengungkapnya. Apalagi tersiar kabar bahwa beberapa orang yang sebelumnya diamankan telah dilepaskan. Entah karena mereka tidak terlibat atau memang tak cukup bukti.

Saat peristiwa itu, polisi sebenarnya berencana melakukan razia judi. Namun, setibanya di TKP, mereka justru disambut dengan ledakan bondet. Seorang pria terluka dalam peristiwa ini. Dia sampai mendapat perawatan intensif di rumah sakit. Secara bersamaan, polisi juga mendapati sebuah alat isap sabu di balik rumah warga yang dilakukan razia pada Senin (19/9) dini hari itu.

Kabar terbaru menyebutkan, selain bondet, polisi juga mendapati senjata tajam saat dilakukannya olah TKP dan gelar perkara di lokasi. Diduga, sajam itu dimiliki warga yang saat itu juga berada di lokasi judi. “Masih kami lakukan pendalaman terhadap yang membawa bondet dan senjata tajam ini. Keduanya kami proses dengan Undang-Undang Darurat,” terang AKP Komang Yogi Arya Wiguna, Kasat Reskrim Polres Jember, kemarin (23/9).

Mobile_AP_Rectangle 2

Kemudian, untuk temuan alat isap sabu, lanjut Komang, hal itu masih dilakukan pendalaman oleh Satreskoba Polres Jember. Sementara, untuk dugaan ada unsur perjudian, Komang belum memastikan karena unsur-unsurnya masih lemah. “Untuk yang kegiatan perjudiannya, kami sudah memeriksa saksi dan gelar perkara. Sementara ini (kemarin, Red) unsurnya belum masuk,” lanjut dia.

Sejauh ini, pihaknya telah memeriksa sejumlah 12 saksi, dari total sebanyak 14 saksi saat awal kejadian. Menurut Komang, sebenarnya total saksi memang ada 14 orang. Jumlah itu termasuk saksi yang sedang menjalani perawatan di rumah sakit karena ketiban ledakan bondet. “Memang total sebenarnya ada 14 orang. Itu termasuk yang di rumah sakit. Sementara itu, kami juga berencana panggil saksi yang lain,” pungkasnya.

- Advertisement -

KEPATIHAN, RADARJEMBER.ID – Insiden ledakan bom ikan atau bondet yang terjadi di sebuah rumah di Desa Bagon, Kecamatan Puger, belum lama ini, masih menjadi gawe kepolisian untuk mengungkapnya. Apalagi tersiar kabar bahwa beberapa orang yang sebelumnya diamankan telah dilepaskan. Entah karena mereka tidak terlibat atau memang tak cukup bukti.

Saat peristiwa itu, polisi sebenarnya berencana melakukan razia judi. Namun, setibanya di TKP, mereka justru disambut dengan ledakan bondet. Seorang pria terluka dalam peristiwa ini. Dia sampai mendapat perawatan intensif di rumah sakit. Secara bersamaan, polisi juga mendapati sebuah alat isap sabu di balik rumah warga yang dilakukan razia pada Senin (19/9) dini hari itu.

Kabar terbaru menyebutkan, selain bondet, polisi juga mendapati senjata tajam saat dilakukannya olah TKP dan gelar perkara di lokasi. Diduga, sajam itu dimiliki warga yang saat itu juga berada di lokasi judi. “Masih kami lakukan pendalaman terhadap yang membawa bondet dan senjata tajam ini. Keduanya kami proses dengan Undang-Undang Darurat,” terang AKP Komang Yogi Arya Wiguna, Kasat Reskrim Polres Jember, kemarin (23/9).

Kemudian, untuk temuan alat isap sabu, lanjut Komang, hal itu masih dilakukan pendalaman oleh Satreskoba Polres Jember. Sementara, untuk dugaan ada unsur perjudian, Komang belum memastikan karena unsur-unsurnya masih lemah. “Untuk yang kegiatan perjudiannya, kami sudah memeriksa saksi dan gelar perkara. Sementara ini (kemarin, Red) unsurnya belum masuk,” lanjut dia.

Sejauh ini, pihaknya telah memeriksa sejumlah 12 saksi, dari total sebanyak 14 saksi saat awal kejadian. Menurut Komang, sebenarnya total saksi memang ada 14 orang. Jumlah itu termasuk saksi yang sedang menjalani perawatan di rumah sakit karena ketiban ledakan bondet. “Memang total sebenarnya ada 14 orang. Itu termasuk yang di rumah sakit. Sementara itu, kami juga berencana panggil saksi yang lain,” pungkasnya.

KEPATIHAN, RADARJEMBER.ID – Insiden ledakan bom ikan atau bondet yang terjadi di sebuah rumah di Desa Bagon, Kecamatan Puger, belum lama ini, masih menjadi gawe kepolisian untuk mengungkapnya. Apalagi tersiar kabar bahwa beberapa orang yang sebelumnya diamankan telah dilepaskan. Entah karena mereka tidak terlibat atau memang tak cukup bukti.

Saat peristiwa itu, polisi sebenarnya berencana melakukan razia judi. Namun, setibanya di TKP, mereka justru disambut dengan ledakan bondet. Seorang pria terluka dalam peristiwa ini. Dia sampai mendapat perawatan intensif di rumah sakit. Secara bersamaan, polisi juga mendapati sebuah alat isap sabu di balik rumah warga yang dilakukan razia pada Senin (19/9) dini hari itu.

Kabar terbaru menyebutkan, selain bondet, polisi juga mendapati senjata tajam saat dilakukannya olah TKP dan gelar perkara di lokasi. Diduga, sajam itu dimiliki warga yang saat itu juga berada di lokasi judi. “Masih kami lakukan pendalaman terhadap yang membawa bondet dan senjata tajam ini. Keduanya kami proses dengan Undang-Undang Darurat,” terang AKP Komang Yogi Arya Wiguna, Kasat Reskrim Polres Jember, kemarin (23/9).

Kemudian, untuk temuan alat isap sabu, lanjut Komang, hal itu masih dilakukan pendalaman oleh Satreskoba Polres Jember. Sementara, untuk dugaan ada unsur perjudian, Komang belum memastikan karena unsur-unsurnya masih lemah. “Untuk yang kegiatan perjudiannya, kami sudah memeriksa saksi dan gelar perkara. Sementara ini (kemarin, Red) unsurnya belum masuk,” lanjut dia.

Sejauh ini, pihaknya telah memeriksa sejumlah 12 saksi, dari total sebanyak 14 saksi saat awal kejadian. Menurut Komang, sebenarnya total saksi memang ada 14 orang. Jumlah itu termasuk saksi yang sedang menjalani perawatan di rumah sakit karena ketiban ledakan bondet. “Memang total sebenarnya ada 14 orang. Itu termasuk yang di rumah sakit. Sementara itu, kami juga berencana panggil saksi yang lain,” pungkasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/