alexametrics
27.3 C
Jember
Saturday, 28 May 2022

Dituntut Hanya 2 Tahun Penjara Tersangka Kasus Korupsi ini

Pengeruk Gumuk Gambiran Divonis Berbeda Satu Terima, Satu Pikir-Pikir

Mobile_AP_Rectangle 1

SURABAYA, RADARJEMBER.ID – Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tipikor Surabaya akhirnya menjatuhkan vonis terhadap terdakwa Dwi Purbadi (DP) dan Tunut Supriyanto (TS), terdakwa kasus korupsi Tanah Kas Desa (TKD) Gambiran di Kecamatan Kalisat. Hal itu setelah majelis hakim menghimpun beberapa fakta-fakta selama persidangan. Lalu mendengarkan berbagai keterangan saksi, dan sejumlah barang bukti.

Selain itu, kedua terdakwa dinyatakan telah terbukti secara sah bersama-sama melakukan tindak pidana korupsi, hingga menyebabkan kerugian keuangan negara. “Memutuskan terdakwa Dwi Purbadi dengan pidana penjara 1 tahun 9 bulan dan denda Rp 50 juta subsider 1 bulan. Memutuskan terdakwa Tunut Supriyanto pidana penjara 2 tahun 3 bulan dan denda Rp 50 juta subsider 1 bulan serta ganti rugi Rp 383 juta 470 ribu, subsider 10 bulan,” bunyi salah satu petikan putusan saat majelis hakim membacakannya, kemarin.

Putusan itu lebih ringan ketimbang tuntutan jaksa. Saat sidang sebelumnya, jaksa menuntut terdakwa DP dengan pidana 2 tahun penjara dan denda Rp 50 juta subsider tiga bulan kurungan. Sementara itu, TS dituntut 2,6 tahun penjara dan denda Rp 50 juta subsider tiga bulan kurungan. Meskipun kemudian, putusan terdakwa TS dijatuhi tambahan ganti rugi Rp 383 juta 470 ribu subsider 10 bulan.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dalam sidang yang dipimpin oleh Majelis Hakim Dede Suryaman, John Dista, dan Mochamad Mahin itu, sempat diberikan kesempatan kepada kedua terdakwa melalui penasihat hukumnya untuk kembali melakukan pembelaan. Saat dikonfirmasi, penasihat hukum terdakwa DP, M Hasby Ash Shiddiqy, mengaku belum memutuskan apakah akan banding atau tidak. “Kalau terdakwa TS menerima putusan majelis hakim. Yang terdakwa DP masih pikir-pikir,” terang Hasby.

- Advertisement -

SURABAYA, RADARJEMBER.ID – Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tipikor Surabaya akhirnya menjatuhkan vonis terhadap terdakwa Dwi Purbadi (DP) dan Tunut Supriyanto (TS), terdakwa kasus korupsi Tanah Kas Desa (TKD) Gambiran di Kecamatan Kalisat. Hal itu setelah majelis hakim menghimpun beberapa fakta-fakta selama persidangan. Lalu mendengarkan berbagai keterangan saksi, dan sejumlah barang bukti.

Selain itu, kedua terdakwa dinyatakan telah terbukti secara sah bersama-sama melakukan tindak pidana korupsi, hingga menyebabkan kerugian keuangan negara. “Memutuskan terdakwa Dwi Purbadi dengan pidana penjara 1 tahun 9 bulan dan denda Rp 50 juta subsider 1 bulan. Memutuskan terdakwa Tunut Supriyanto pidana penjara 2 tahun 3 bulan dan denda Rp 50 juta subsider 1 bulan serta ganti rugi Rp 383 juta 470 ribu, subsider 10 bulan,” bunyi salah satu petikan putusan saat majelis hakim membacakannya, kemarin.

Putusan itu lebih ringan ketimbang tuntutan jaksa. Saat sidang sebelumnya, jaksa menuntut terdakwa DP dengan pidana 2 tahun penjara dan denda Rp 50 juta subsider tiga bulan kurungan. Sementara itu, TS dituntut 2,6 tahun penjara dan denda Rp 50 juta subsider tiga bulan kurungan. Meskipun kemudian, putusan terdakwa TS dijatuhi tambahan ganti rugi Rp 383 juta 470 ribu subsider 10 bulan.

Dalam sidang yang dipimpin oleh Majelis Hakim Dede Suryaman, John Dista, dan Mochamad Mahin itu, sempat diberikan kesempatan kepada kedua terdakwa melalui penasihat hukumnya untuk kembali melakukan pembelaan. Saat dikonfirmasi, penasihat hukum terdakwa DP, M Hasby Ash Shiddiqy, mengaku belum memutuskan apakah akan banding atau tidak. “Kalau terdakwa TS menerima putusan majelis hakim. Yang terdakwa DP masih pikir-pikir,” terang Hasby.

SURABAYA, RADARJEMBER.ID – Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tipikor Surabaya akhirnya menjatuhkan vonis terhadap terdakwa Dwi Purbadi (DP) dan Tunut Supriyanto (TS), terdakwa kasus korupsi Tanah Kas Desa (TKD) Gambiran di Kecamatan Kalisat. Hal itu setelah majelis hakim menghimpun beberapa fakta-fakta selama persidangan. Lalu mendengarkan berbagai keterangan saksi, dan sejumlah barang bukti.

Selain itu, kedua terdakwa dinyatakan telah terbukti secara sah bersama-sama melakukan tindak pidana korupsi, hingga menyebabkan kerugian keuangan negara. “Memutuskan terdakwa Dwi Purbadi dengan pidana penjara 1 tahun 9 bulan dan denda Rp 50 juta subsider 1 bulan. Memutuskan terdakwa Tunut Supriyanto pidana penjara 2 tahun 3 bulan dan denda Rp 50 juta subsider 1 bulan serta ganti rugi Rp 383 juta 470 ribu, subsider 10 bulan,” bunyi salah satu petikan putusan saat majelis hakim membacakannya, kemarin.

Putusan itu lebih ringan ketimbang tuntutan jaksa. Saat sidang sebelumnya, jaksa menuntut terdakwa DP dengan pidana 2 tahun penjara dan denda Rp 50 juta subsider tiga bulan kurungan. Sementara itu, TS dituntut 2,6 tahun penjara dan denda Rp 50 juta subsider tiga bulan kurungan. Meskipun kemudian, putusan terdakwa TS dijatuhi tambahan ganti rugi Rp 383 juta 470 ribu subsider 10 bulan.

Dalam sidang yang dipimpin oleh Majelis Hakim Dede Suryaman, John Dista, dan Mochamad Mahin itu, sempat diberikan kesempatan kepada kedua terdakwa melalui penasihat hukumnya untuk kembali melakukan pembelaan. Saat dikonfirmasi, penasihat hukum terdakwa DP, M Hasby Ash Shiddiqy, mengaku belum memutuskan apakah akan banding atau tidak. “Kalau terdakwa TS menerima putusan majelis hakim. Yang terdakwa DP masih pikir-pikir,” terang Hasby.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/