alexametrics
23.5 C
Jember
Saturday, 21 May 2022

ISPA Masih Mendominasi Penyakit Anak di Besuki Raya

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) menjadi penyakit yang mendominasi anak usia 0 hingga 5 tahun di wilayah Besuki Raya atau yang dulu dikenal sebagai Karesidenan Besuki atau wilayah Tapal Kuda. Dari 810 anak yang diteliti di tujuh rumah sakit, sebanyak 44,8 persen menderita ISPA, disusul dengan penyakit diare dan kejang akibat demam.

Hal itu disampaikan oleh Ira Rahmawati, dosen dan peneliti dari Fakultas Keperawatan (FKep) Universitas Jember, dalam webinar nasional keperawatan bertema Optimalisasi Perawatan Anak dalam Tataran Normal Baru Pandemi Covid-19 Berwawasan Agronursing di Era 4.0, kemarin (23/9).

Apalagi, fakta ISPA tersebut juga kian diwaspadai lantaran sama dengan Covid-19. Yakni sama-sama menyerang sistem pernapasan manusia.

Mobile_AP_Rectangle 2

Ira Rahmawati mengatakan, diperlukan penelitian lanjutan mengapa ISPA mendominasi penyakit pada anak di wilayah Besuki Raya, yang merupakan wilayah agraris ini. Namun, temuan ini menjadi landasan bagi FKep Unej untuk memberikan perhatian lebih kepada ketiga penyakit tersebut dalam bentuk pemberian mata kuliah bertema ketiga penyakit tersebut.

“Berdasarkan hasil penelitian tadi, maka FKep Unej memberikan mata kuliah yang fokus kepada perawatan penyakit ISPA, diare, dan kejang akibat demam di rumpun mata kuliah Keperawatan Anak kepada mahasiswa,” katanya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) menjadi penyakit yang mendominasi anak usia 0 hingga 5 tahun di wilayah Besuki Raya atau yang dulu dikenal sebagai Karesidenan Besuki atau wilayah Tapal Kuda. Dari 810 anak yang diteliti di tujuh rumah sakit, sebanyak 44,8 persen menderita ISPA, disusul dengan penyakit diare dan kejang akibat demam.

Hal itu disampaikan oleh Ira Rahmawati, dosen dan peneliti dari Fakultas Keperawatan (FKep) Universitas Jember, dalam webinar nasional keperawatan bertema Optimalisasi Perawatan Anak dalam Tataran Normal Baru Pandemi Covid-19 Berwawasan Agronursing di Era 4.0, kemarin (23/9).

Apalagi, fakta ISPA tersebut juga kian diwaspadai lantaran sama dengan Covid-19. Yakni sama-sama menyerang sistem pernapasan manusia.

Ira Rahmawati mengatakan, diperlukan penelitian lanjutan mengapa ISPA mendominasi penyakit pada anak di wilayah Besuki Raya, yang merupakan wilayah agraris ini. Namun, temuan ini menjadi landasan bagi FKep Unej untuk memberikan perhatian lebih kepada ketiga penyakit tersebut dalam bentuk pemberian mata kuliah bertema ketiga penyakit tersebut.

“Berdasarkan hasil penelitian tadi, maka FKep Unej memberikan mata kuliah yang fokus kepada perawatan penyakit ISPA, diare, dan kejang akibat demam di rumpun mata kuliah Keperawatan Anak kepada mahasiswa,” katanya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) menjadi penyakit yang mendominasi anak usia 0 hingga 5 tahun di wilayah Besuki Raya atau yang dulu dikenal sebagai Karesidenan Besuki atau wilayah Tapal Kuda. Dari 810 anak yang diteliti di tujuh rumah sakit, sebanyak 44,8 persen menderita ISPA, disusul dengan penyakit diare dan kejang akibat demam.

Hal itu disampaikan oleh Ira Rahmawati, dosen dan peneliti dari Fakultas Keperawatan (FKep) Universitas Jember, dalam webinar nasional keperawatan bertema Optimalisasi Perawatan Anak dalam Tataran Normal Baru Pandemi Covid-19 Berwawasan Agronursing di Era 4.0, kemarin (23/9).

Apalagi, fakta ISPA tersebut juga kian diwaspadai lantaran sama dengan Covid-19. Yakni sama-sama menyerang sistem pernapasan manusia.

Ira Rahmawati mengatakan, diperlukan penelitian lanjutan mengapa ISPA mendominasi penyakit pada anak di wilayah Besuki Raya, yang merupakan wilayah agraris ini. Namun, temuan ini menjadi landasan bagi FKep Unej untuk memberikan perhatian lebih kepada ketiga penyakit tersebut dalam bentuk pemberian mata kuliah bertema ketiga penyakit tersebut.

“Berdasarkan hasil penelitian tadi, maka FKep Unej memberikan mata kuliah yang fokus kepada perawatan penyakit ISPA, diare, dan kejang akibat demam di rumpun mata kuliah Keperawatan Anak kepada mahasiswa,” katanya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/