alexametrics
26.5 C
Jember
Thursday, 11 August 2022

Bawa Bukti Baru untuk Gugat RS

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Setelah dua kali melakukan aksi gugatan soal hasil rapid tes terhadap dua warga Kaliwates, sejumlah warga kembali mendatangi RS Bina Sehat dengan membawa bukti baru. Bukti baru tersebut berupa kejanggalan dalam tanda tangan.

“Setiap aksi kita bawa bukti baru,” ungkap Ahmad Sayid Hidayat, Koordinator aksi.

Bukti pada aksi yang ketiga ini, berupa ketidaksinkronan tanda tangan dalam surat-surat keterangan hasil tes swab pada kedua warga yang telah meninggal. Ahmad Sayid mengatakan, ketidaksikrnonan ini berupa adanya perbedaan tanda tangan pada dua berkas milik dua pasien. “Nama dokter yang tanda tangan sama. Tapi, jenis parafnya berbeda,” Kata Ahmad Sayid.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Setelah dua kali melakukan aksi gugatan soal hasil rapid tes terhadap dua warga Kaliwates, sejumlah warga kembali mendatangi RS Bina Sehat dengan membawa bukti baru. Bukti baru tersebut berupa kejanggalan dalam tanda tangan.

“Setiap aksi kita bawa bukti baru,” ungkap Ahmad Sayid Hidayat, Koordinator aksi.

Bukti pada aksi yang ketiga ini, berupa ketidaksinkronan tanda tangan dalam surat-surat keterangan hasil tes swab pada kedua warga yang telah meninggal. Ahmad Sayid mengatakan, ketidaksikrnonan ini berupa adanya perbedaan tanda tangan pada dua berkas milik dua pasien. “Nama dokter yang tanda tangan sama. Tapi, jenis parafnya berbeda,” Kata Ahmad Sayid.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Setelah dua kali melakukan aksi gugatan soal hasil rapid tes terhadap dua warga Kaliwates, sejumlah warga kembali mendatangi RS Bina Sehat dengan membawa bukti baru. Bukti baru tersebut berupa kejanggalan dalam tanda tangan.

“Setiap aksi kita bawa bukti baru,” ungkap Ahmad Sayid Hidayat, Koordinator aksi.

Bukti pada aksi yang ketiga ini, berupa ketidaksinkronan tanda tangan dalam surat-surat keterangan hasil tes swab pada kedua warga yang telah meninggal. Ahmad Sayid mengatakan, ketidaksikrnonan ini berupa adanya perbedaan tanda tangan pada dua berkas milik dua pasien. “Nama dokter yang tanda tangan sama. Tapi, jenis parafnya berbeda,” Kata Ahmad Sayid.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/