alexametrics
24.1 C
Jember
Friday, 1 July 2022

Polije Gelar Vaksinasi Masal, Terjunkan Mahasiswa Jadi Relawan

Polije Kampus Tangguh Covid-19

Mobile_AP_Rectangle 1

SUMBERSARI, RADARJEMBER.ID – PAGI kemarin (23/8), Gedung Juang 45 Polije telah disulap menjadi tempat vaksinasi. Kursi juga berjajar rapi dan berjarak. Satu per satu warga yang ingin vaksin mulai berdatangan. Seperti vaksin Covid-19 pada umumnya, calon penerima melakukan screening terlebih dahulu. Kemudian, masuk ke bilik penyuntikan vaksin, dan berakhir pada meja yang mencetak kertas bahwa telah melakukan vaksin tahap pertama.

Di antara banyak petugas vaksinasi yang digelar perguruan tinggi negeri vokasi unggulan tersebut, ternyata mahasiswa Polije juga turut membantu jadi relawan. “Kalau yang pakai APD warna abu-abu itu relawan dari mahasiswa Polije. Kalau yang pakai warna hijau itu baru tenaga kesehatan atau nakes,” ucap Eka Yuliani, mahasiswa Gizi Klinik Polije.

Eka tugasnya hanya mengeluarkan surat keterangan telah divaksin Covid-19. Dia menjelaskan, rata-rata yang jadi relawan adalah mahasiswa kesehatan Polije. Mahasiswa semester lima tersebut juga siap bila dibutuhkan menjadi relawan penanganan Covid-19 sekalipun. “Covid-19 ini tidak tahu ke depan seperti apa. Tapi, kami sebagai mahasiswa kesehatan Polije juga siap jadi relawan,” terangnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Selain Eka, juga ada mahasiswa Polije yang membantu screening, seperti mengukur tekanan darah dan lainnya. Bahkan, juga ada mahasiswa selain jurusan kesehatan yang juga terjun jadi relawan. Namun, tugas mereka tidak langsung bersentuhan dalam proses vaksinasi, tapi cukup berdiri untuk membantu dan mengingatkan tentang protokol kesehatan. “Kalau saya tugasnya membantu dan mengarahkan peserta vaksin yang bingung. Termasuk juga mengingatkan tentang prokes,” tutur Ahmad Raihan, mahasiswa Teknik Energi Terbarukan Polije.

Wakil Direktur I Bidang Administrasi Umum dan Keuangan Polije Abi Bakri mengatakan, pada vaksinasi kali ini, Polije di-support oleh Kodim 0824 Jember dengan mendapatkan jatah sebanyak 3.000 vaksin dan tidak dipungut biaya. Pelaksanaannya berlangsung selama dua hari. “Bapak Direktur Polije memang ingin sekali berkontribusi dan berpartisipasi pada vaksinasi. Dan pihak kodim kebetulan mendapat mandat dari pemerintah untuk segera menuntaskan vaksinasi bagi seluruh masyarakat,” ungkapnya.

Vaksinasi ini juga bertujuan agar Polije menjadi kampus yang tangguh. Di mana seluruh elemen di dalamnya, mulai dari pimpinan, pegawai serta keluarganya, hingga mahasiswa dapat memproteksi diri dengan vaksin. “Pandemi ini sudah lama sekali. Jadi, harapannya melalui vaksin ini nanti kami bisa segera melakukan belajar tatap muka. Sehingga bisa berjalan normal seperti dulu,” tuturnya.

- Advertisement -

SUMBERSARI, RADARJEMBER.ID – PAGI kemarin (23/8), Gedung Juang 45 Polije telah disulap menjadi tempat vaksinasi. Kursi juga berjajar rapi dan berjarak. Satu per satu warga yang ingin vaksin mulai berdatangan. Seperti vaksin Covid-19 pada umumnya, calon penerima melakukan screening terlebih dahulu. Kemudian, masuk ke bilik penyuntikan vaksin, dan berakhir pada meja yang mencetak kertas bahwa telah melakukan vaksin tahap pertama.

Di antara banyak petugas vaksinasi yang digelar perguruan tinggi negeri vokasi unggulan tersebut, ternyata mahasiswa Polije juga turut membantu jadi relawan. “Kalau yang pakai APD warna abu-abu itu relawan dari mahasiswa Polije. Kalau yang pakai warna hijau itu baru tenaga kesehatan atau nakes,” ucap Eka Yuliani, mahasiswa Gizi Klinik Polije.

Eka tugasnya hanya mengeluarkan surat keterangan telah divaksin Covid-19. Dia menjelaskan, rata-rata yang jadi relawan adalah mahasiswa kesehatan Polije. Mahasiswa semester lima tersebut juga siap bila dibutuhkan menjadi relawan penanganan Covid-19 sekalipun. “Covid-19 ini tidak tahu ke depan seperti apa. Tapi, kami sebagai mahasiswa kesehatan Polije juga siap jadi relawan,” terangnya.

Selain Eka, juga ada mahasiswa Polije yang membantu screening, seperti mengukur tekanan darah dan lainnya. Bahkan, juga ada mahasiswa selain jurusan kesehatan yang juga terjun jadi relawan. Namun, tugas mereka tidak langsung bersentuhan dalam proses vaksinasi, tapi cukup berdiri untuk membantu dan mengingatkan tentang protokol kesehatan. “Kalau saya tugasnya membantu dan mengarahkan peserta vaksin yang bingung. Termasuk juga mengingatkan tentang prokes,” tutur Ahmad Raihan, mahasiswa Teknik Energi Terbarukan Polije.

Wakil Direktur I Bidang Administrasi Umum dan Keuangan Polije Abi Bakri mengatakan, pada vaksinasi kali ini, Polije di-support oleh Kodim 0824 Jember dengan mendapatkan jatah sebanyak 3.000 vaksin dan tidak dipungut biaya. Pelaksanaannya berlangsung selama dua hari. “Bapak Direktur Polije memang ingin sekali berkontribusi dan berpartisipasi pada vaksinasi. Dan pihak kodim kebetulan mendapat mandat dari pemerintah untuk segera menuntaskan vaksinasi bagi seluruh masyarakat,” ungkapnya.

Vaksinasi ini juga bertujuan agar Polije menjadi kampus yang tangguh. Di mana seluruh elemen di dalamnya, mulai dari pimpinan, pegawai serta keluarganya, hingga mahasiswa dapat memproteksi diri dengan vaksin. “Pandemi ini sudah lama sekali. Jadi, harapannya melalui vaksin ini nanti kami bisa segera melakukan belajar tatap muka. Sehingga bisa berjalan normal seperti dulu,” tuturnya.

SUMBERSARI, RADARJEMBER.ID – PAGI kemarin (23/8), Gedung Juang 45 Polije telah disulap menjadi tempat vaksinasi. Kursi juga berjajar rapi dan berjarak. Satu per satu warga yang ingin vaksin mulai berdatangan. Seperti vaksin Covid-19 pada umumnya, calon penerima melakukan screening terlebih dahulu. Kemudian, masuk ke bilik penyuntikan vaksin, dan berakhir pada meja yang mencetak kertas bahwa telah melakukan vaksin tahap pertama.

Di antara banyak petugas vaksinasi yang digelar perguruan tinggi negeri vokasi unggulan tersebut, ternyata mahasiswa Polije juga turut membantu jadi relawan. “Kalau yang pakai APD warna abu-abu itu relawan dari mahasiswa Polije. Kalau yang pakai warna hijau itu baru tenaga kesehatan atau nakes,” ucap Eka Yuliani, mahasiswa Gizi Klinik Polije.

Eka tugasnya hanya mengeluarkan surat keterangan telah divaksin Covid-19. Dia menjelaskan, rata-rata yang jadi relawan adalah mahasiswa kesehatan Polije. Mahasiswa semester lima tersebut juga siap bila dibutuhkan menjadi relawan penanganan Covid-19 sekalipun. “Covid-19 ini tidak tahu ke depan seperti apa. Tapi, kami sebagai mahasiswa kesehatan Polije juga siap jadi relawan,” terangnya.

Selain Eka, juga ada mahasiswa Polije yang membantu screening, seperti mengukur tekanan darah dan lainnya. Bahkan, juga ada mahasiswa selain jurusan kesehatan yang juga terjun jadi relawan. Namun, tugas mereka tidak langsung bersentuhan dalam proses vaksinasi, tapi cukup berdiri untuk membantu dan mengingatkan tentang protokol kesehatan. “Kalau saya tugasnya membantu dan mengarahkan peserta vaksin yang bingung. Termasuk juga mengingatkan tentang prokes,” tutur Ahmad Raihan, mahasiswa Teknik Energi Terbarukan Polije.

Wakil Direktur I Bidang Administrasi Umum dan Keuangan Polije Abi Bakri mengatakan, pada vaksinasi kali ini, Polije di-support oleh Kodim 0824 Jember dengan mendapatkan jatah sebanyak 3.000 vaksin dan tidak dipungut biaya. Pelaksanaannya berlangsung selama dua hari. “Bapak Direktur Polije memang ingin sekali berkontribusi dan berpartisipasi pada vaksinasi. Dan pihak kodim kebetulan mendapat mandat dari pemerintah untuk segera menuntaskan vaksinasi bagi seluruh masyarakat,” ungkapnya.

Vaksinasi ini juga bertujuan agar Polije menjadi kampus yang tangguh. Di mana seluruh elemen di dalamnya, mulai dari pimpinan, pegawai serta keluarganya, hingga mahasiswa dapat memproteksi diri dengan vaksin. “Pandemi ini sudah lama sekali. Jadi, harapannya melalui vaksin ini nanti kami bisa segera melakukan belajar tatap muka. Sehingga bisa berjalan normal seperti dulu,” tuturnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/