alexametrics
23.4 C
Jember
Friday, 12 August 2022

Karyawan Rumah Sakit di Jember Ini Nekat Bunuh Diri

Terjerat Pinjaman Online, Ia Menggantung di Pintu Ruang Tamu

Mobile_AP_Rectangle 1

“Sejauh ini masih dalam penyelidikan kami,” terang AKP Sunarto, Kapolsek Balung. Di lokasi, polisi mengantongi surat wasiat yang ditulis korban dan pesan percakapan antara korban dengan penagih dari penyedia jasa pinjol. Diduga kuat korban memang mengalami tekanan.

Perkara yang menjadi perhatian publik ini akhirnya dilimpahkan ke Polda Jawa Timur. Kabarnya, kepolisian tingkat daerah itu menargetkan kasus ini bisa tuntas. Namun, belum diketahui apakah upaya penyelidikan itu sudah mengerucut ke pelaku yang bertanggung jawab atau tidak. “Sejauh ini sudah ditangani Polda Jatim. Kemarin (Minggu (22/8), Red), sudah dilimpahkan ke polda,” terang Aipda Slamet, Kanitreskrim Polsek Balung, kepada Jawa Pos Radar Jember, kemarin (23/8).

Slamet menjelaskan, saat dilakukan pelacakan terhadap jasa pinjol itu, diketahui pihak penyedia pinjol berasal dari luar daerah Jember dan tidak menetap di satu daerah. Terdeteksi ada di Cirebon, lalu di Banten, dan daerah lain di Jawa Barat.

Mobile_AP_Rectangle 2

Kendati begitu, pihaknya belum mengetahui pasti detail kelanjutan kasusnya. Sebab, secara bersamaan saat pelimpahan, kemarin, pihak keluarga telah membuat surat pernyataan telah menerima kejadian itu dan tidak melakukan penuntutan. “Intinya lidik saja. Dari pihak keluarga membuat surat pernyataan dan menerima kejadian tersebut,” tambahnya.

Terpisah, Kepala Bidang Humas Polda Jatim Kombes Gatot Repli Handoko masih belum memberikan pernyataan. Upaya konfirmasi Jawa Pos Radar Jember, petang kemarin, terkait kasus yang tanganinya itu belum membuahkan hasil. Perwira menengah polisi berpangkat tiga melati tersebut belum merespons pesan singkat yang dilayangkan wartawan, meski telah bertanda centang biru.

Kasus yang diduga dilatarbelakangi oleh jasa pinjol ini sempat menggegerkan warga. Sebab, cara menagihnya dengan menebar teror terhadap korbannya. Sebelumnya, kasus serupa memang kerap terjadi. Namun, korbannya tak sampai nekat bunuh diri. Sehingga kasus ini merupakan yang pertama. Maka dari itu, publik menuntut aparat berwenang memperhatikan kasus ini. Sebab, muncul kekhawatiran jika praktik semacam itu terus dibiarkan, maka ada kemungkinan timbul korban lain. Publik pun menunggu aksi penegak hukum dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), lembaga yang berkompeten terhadap transaksi jasa keuangan.

- Advertisement -

“Sejauh ini masih dalam penyelidikan kami,” terang AKP Sunarto, Kapolsek Balung. Di lokasi, polisi mengantongi surat wasiat yang ditulis korban dan pesan percakapan antara korban dengan penagih dari penyedia jasa pinjol. Diduga kuat korban memang mengalami tekanan.

Perkara yang menjadi perhatian publik ini akhirnya dilimpahkan ke Polda Jawa Timur. Kabarnya, kepolisian tingkat daerah itu menargetkan kasus ini bisa tuntas. Namun, belum diketahui apakah upaya penyelidikan itu sudah mengerucut ke pelaku yang bertanggung jawab atau tidak. “Sejauh ini sudah ditangani Polda Jatim. Kemarin (Minggu (22/8), Red), sudah dilimpahkan ke polda,” terang Aipda Slamet, Kanitreskrim Polsek Balung, kepada Jawa Pos Radar Jember, kemarin (23/8).

Slamet menjelaskan, saat dilakukan pelacakan terhadap jasa pinjol itu, diketahui pihak penyedia pinjol berasal dari luar daerah Jember dan tidak menetap di satu daerah. Terdeteksi ada di Cirebon, lalu di Banten, dan daerah lain di Jawa Barat.

Kendati begitu, pihaknya belum mengetahui pasti detail kelanjutan kasusnya. Sebab, secara bersamaan saat pelimpahan, kemarin, pihak keluarga telah membuat surat pernyataan telah menerima kejadian itu dan tidak melakukan penuntutan. “Intinya lidik saja. Dari pihak keluarga membuat surat pernyataan dan menerima kejadian tersebut,” tambahnya.

Terpisah, Kepala Bidang Humas Polda Jatim Kombes Gatot Repli Handoko masih belum memberikan pernyataan. Upaya konfirmasi Jawa Pos Radar Jember, petang kemarin, terkait kasus yang tanganinya itu belum membuahkan hasil. Perwira menengah polisi berpangkat tiga melati tersebut belum merespons pesan singkat yang dilayangkan wartawan, meski telah bertanda centang biru.

Kasus yang diduga dilatarbelakangi oleh jasa pinjol ini sempat menggegerkan warga. Sebab, cara menagihnya dengan menebar teror terhadap korbannya. Sebelumnya, kasus serupa memang kerap terjadi. Namun, korbannya tak sampai nekat bunuh diri. Sehingga kasus ini merupakan yang pertama. Maka dari itu, publik menuntut aparat berwenang memperhatikan kasus ini. Sebab, muncul kekhawatiran jika praktik semacam itu terus dibiarkan, maka ada kemungkinan timbul korban lain. Publik pun menunggu aksi penegak hukum dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), lembaga yang berkompeten terhadap transaksi jasa keuangan.

“Sejauh ini masih dalam penyelidikan kami,” terang AKP Sunarto, Kapolsek Balung. Di lokasi, polisi mengantongi surat wasiat yang ditulis korban dan pesan percakapan antara korban dengan penagih dari penyedia jasa pinjol. Diduga kuat korban memang mengalami tekanan.

Perkara yang menjadi perhatian publik ini akhirnya dilimpahkan ke Polda Jawa Timur. Kabarnya, kepolisian tingkat daerah itu menargetkan kasus ini bisa tuntas. Namun, belum diketahui apakah upaya penyelidikan itu sudah mengerucut ke pelaku yang bertanggung jawab atau tidak. “Sejauh ini sudah ditangani Polda Jatim. Kemarin (Minggu (22/8), Red), sudah dilimpahkan ke polda,” terang Aipda Slamet, Kanitreskrim Polsek Balung, kepada Jawa Pos Radar Jember, kemarin (23/8).

Slamet menjelaskan, saat dilakukan pelacakan terhadap jasa pinjol itu, diketahui pihak penyedia pinjol berasal dari luar daerah Jember dan tidak menetap di satu daerah. Terdeteksi ada di Cirebon, lalu di Banten, dan daerah lain di Jawa Barat.

Kendati begitu, pihaknya belum mengetahui pasti detail kelanjutan kasusnya. Sebab, secara bersamaan saat pelimpahan, kemarin, pihak keluarga telah membuat surat pernyataan telah menerima kejadian itu dan tidak melakukan penuntutan. “Intinya lidik saja. Dari pihak keluarga membuat surat pernyataan dan menerima kejadian tersebut,” tambahnya.

Terpisah, Kepala Bidang Humas Polda Jatim Kombes Gatot Repli Handoko masih belum memberikan pernyataan. Upaya konfirmasi Jawa Pos Radar Jember, petang kemarin, terkait kasus yang tanganinya itu belum membuahkan hasil. Perwira menengah polisi berpangkat tiga melati tersebut belum merespons pesan singkat yang dilayangkan wartawan, meski telah bertanda centang biru.

Kasus yang diduga dilatarbelakangi oleh jasa pinjol ini sempat menggegerkan warga. Sebab, cara menagihnya dengan menebar teror terhadap korbannya. Sebelumnya, kasus serupa memang kerap terjadi. Namun, korbannya tak sampai nekat bunuh diri. Sehingga kasus ini merupakan yang pertama. Maka dari itu, publik menuntut aparat berwenang memperhatikan kasus ini. Sebab, muncul kekhawatiran jika praktik semacam itu terus dibiarkan, maka ada kemungkinan timbul korban lain. Publik pun menunggu aksi penegak hukum dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), lembaga yang berkompeten terhadap transaksi jasa keuangan.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/