alexametrics
21.6 C
Jember
Tuesday, 28 June 2022

Karyawan Rumah Sakit di Jember Ini Nekat Bunuh Diri

Terjerat Pinjaman Online, Ia Menggantung di Pintu Ruang Tamu

Mobile_AP_Rectangle 1

BALUNG LOR, RADARJEMBER.ID – Teriakan Suyanti Mandasari mengagetkan tetangganya. Sepulang berdagang dari pasar, perempuan paruh baya itu mendapati putrinya, Esti Retno Palupi, meninggal tidak wajar. Anak sulungnya tersebut menggantung di pintu ruang tamu. Tangis Suyanti pun pecah. Para tetangga datang membantunya. Ditengarai, gadis 23 tahun itu bunuh diri.

Tak jauh dari jenazah korban, salah seorang tetangga yang turut membantu menemukan sepucuk surat serta sebuah ponsel berisi pesan WhatsApp. Warkat dan bukti percakapan inilah yang mengungkap alasan pekerja farmasi salah satu rumah sakit di Jember itu nekat mengakhiri hidup. Rupanya, dia terjerat pinjaman online (pinjol) dan penyedia aplikasi menagihnya dengan cara di luar nalar kemanusiaan.

Ancaman dari penagih utang melalui WhatsApp itu membuatnya tertekan. Apalagi, pesan serupa yang bernada menghina itu juga dikirimkan oleh sang penagih pinjol ke nomor kontak yang tertera dalam ponsel korban. Jamak diketahui, praktik penagihan utang pinjol memang keterlaluan. Biasanya, para penagih tersebut menelepon dengan kata-kata kasar, juga mengirimkan pesan dengan kalimat merendahkan ke semua nomor kontak yang ada di ponsel korban. Diduga, aplikasi pinjol menyalin semua nomor kontak di HP korban. Entah dengan seizin atau dengan cara meretasnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Darto, ketua RW setempat, mengatakan, peristiwa itu terjadi Jumat (20/8) sore. Kali pertama yang mengetahui korban tergantung adalah ibunya, sepulang dari bekerja. Melihat anaknya tergantung di pintu dengan seutas tali, ibu korban langsung menjerit. Setelah mendapat laporan, Darto langsung ke rumah korban. Sesampainya di lokasi, tubuh korban sudah diturunkan. Seorang tetangga yang datang membantu berusaha memompa jantung korban dengan harapan masih bisa diselamatkan. Namun, takdir berkata lain. Gadis itu sudah tiada.

Dalam situasi panik para tetangga dan keluarga korban, pihaknya kemudian menghubungi pihak kepolisian. Saat itulah, tetangga korban yang bernama Heni sempat menemukan surat wasiat. Dia tak sempat membaca isinya. Hanya ada nomor HP yang bisa dihubungi. “Begitu juga di HP korban, juga ada percakapan dari oknum pinjol yang melakukan tagihan. Seperti apa isinya, saya juga tidak membaca. Karena surat dan HP milik korban sudah dibawa polisi untuk dijadikan barang bukti,” terang Darto.

Di hari yang sama, polisi datang ke rumah korban untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Setelah mengetahui kronologi dan motif yang mendasari korban bunuh diri, kasus ini pun mendapat atensi. Sebab, meninggalnya korban itu diduga karena mengalami tekanan psikis akibat cara penagihan utang yang dilakukan oleh pegawai pinjol.

- Advertisement -

BALUNG LOR, RADARJEMBER.ID – Teriakan Suyanti Mandasari mengagetkan tetangganya. Sepulang berdagang dari pasar, perempuan paruh baya itu mendapati putrinya, Esti Retno Palupi, meninggal tidak wajar. Anak sulungnya tersebut menggantung di pintu ruang tamu. Tangis Suyanti pun pecah. Para tetangga datang membantunya. Ditengarai, gadis 23 tahun itu bunuh diri.

Tak jauh dari jenazah korban, salah seorang tetangga yang turut membantu menemukan sepucuk surat serta sebuah ponsel berisi pesan WhatsApp. Warkat dan bukti percakapan inilah yang mengungkap alasan pekerja farmasi salah satu rumah sakit di Jember itu nekat mengakhiri hidup. Rupanya, dia terjerat pinjaman online (pinjol) dan penyedia aplikasi menagihnya dengan cara di luar nalar kemanusiaan.

Ancaman dari penagih utang melalui WhatsApp itu membuatnya tertekan. Apalagi, pesan serupa yang bernada menghina itu juga dikirimkan oleh sang penagih pinjol ke nomor kontak yang tertera dalam ponsel korban. Jamak diketahui, praktik penagihan utang pinjol memang keterlaluan. Biasanya, para penagih tersebut menelepon dengan kata-kata kasar, juga mengirimkan pesan dengan kalimat merendahkan ke semua nomor kontak yang ada di ponsel korban. Diduga, aplikasi pinjol menyalin semua nomor kontak di HP korban. Entah dengan seizin atau dengan cara meretasnya.

Darto, ketua RW setempat, mengatakan, peristiwa itu terjadi Jumat (20/8) sore. Kali pertama yang mengetahui korban tergantung adalah ibunya, sepulang dari bekerja. Melihat anaknya tergantung di pintu dengan seutas tali, ibu korban langsung menjerit. Setelah mendapat laporan, Darto langsung ke rumah korban. Sesampainya di lokasi, tubuh korban sudah diturunkan. Seorang tetangga yang datang membantu berusaha memompa jantung korban dengan harapan masih bisa diselamatkan. Namun, takdir berkata lain. Gadis itu sudah tiada.

Dalam situasi panik para tetangga dan keluarga korban, pihaknya kemudian menghubungi pihak kepolisian. Saat itulah, tetangga korban yang bernama Heni sempat menemukan surat wasiat. Dia tak sempat membaca isinya. Hanya ada nomor HP yang bisa dihubungi. “Begitu juga di HP korban, juga ada percakapan dari oknum pinjol yang melakukan tagihan. Seperti apa isinya, saya juga tidak membaca. Karena surat dan HP milik korban sudah dibawa polisi untuk dijadikan barang bukti,” terang Darto.

Di hari yang sama, polisi datang ke rumah korban untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Setelah mengetahui kronologi dan motif yang mendasari korban bunuh diri, kasus ini pun mendapat atensi. Sebab, meninggalnya korban itu diduga karena mengalami tekanan psikis akibat cara penagihan utang yang dilakukan oleh pegawai pinjol.

BALUNG LOR, RADARJEMBER.ID – Teriakan Suyanti Mandasari mengagetkan tetangganya. Sepulang berdagang dari pasar, perempuan paruh baya itu mendapati putrinya, Esti Retno Palupi, meninggal tidak wajar. Anak sulungnya tersebut menggantung di pintu ruang tamu. Tangis Suyanti pun pecah. Para tetangga datang membantunya. Ditengarai, gadis 23 tahun itu bunuh diri.

Tak jauh dari jenazah korban, salah seorang tetangga yang turut membantu menemukan sepucuk surat serta sebuah ponsel berisi pesan WhatsApp. Warkat dan bukti percakapan inilah yang mengungkap alasan pekerja farmasi salah satu rumah sakit di Jember itu nekat mengakhiri hidup. Rupanya, dia terjerat pinjaman online (pinjol) dan penyedia aplikasi menagihnya dengan cara di luar nalar kemanusiaan.

Ancaman dari penagih utang melalui WhatsApp itu membuatnya tertekan. Apalagi, pesan serupa yang bernada menghina itu juga dikirimkan oleh sang penagih pinjol ke nomor kontak yang tertera dalam ponsel korban. Jamak diketahui, praktik penagihan utang pinjol memang keterlaluan. Biasanya, para penagih tersebut menelepon dengan kata-kata kasar, juga mengirimkan pesan dengan kalimat merendahkan ke semua nomor kontak yang ada di ponsel korban. Diduga, aplikasi pinjol menyalin semua nomor kontak di HP korban. Entah dengan seizin atau dengan cara meretasnya.

Darto, ketua RW setempat, mengatakan, peristiwa itu terjadi Jumat (20/8) sore. Kali pertama yang mengetahui korban tergantung adalah ibunya, sepulang dari bekerja. Melihat anaknya tergantung di pintu dengan seutas tali, ibu korban langsung menjerit. Setelah mendapat laporan, Darto langsung ke rumah korban. Sesampainya di lokasi, tubuh korban sudah diturunkan. Seorang tetangga yang datang membantu berusaha memompa jantung korban dengan harapan masih bisa diselamatkan. Namun, takdir berkata lain. Gadis itu sudah tiada.

Dalam situasi panik para tetangga dan keluarga korban, pihaknya kemudian menghubungi pihak kepolisian. Saat itulah, tetangga korban yang bernama Heni sempat menemukan surat wasiat. Dia tak sempat membaca isinya. Hanya ada nomor HP yang bisa dihubungi. “Begitu juga di HP korban, juga ada percakapan dari oknum pinjol yang melakukan tagihan. Seperti apa isinya, saya juga tidak membaca. Karena surat dan HP milik korban sudah dibawa polisi untuk dijadikan barang bukti,” terang Darto.

Di hari yang sama, polisi datang ke rumah korban untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Setelah mengetahui kronologi dan motif yang mendasari korban bunuh diri, kasus ini pun mendapat atensi. Sebab, meninggalnya korban itu diduga karena mengalami tekanan psikis akibat cara penagihan utang yang dilakukan oleh pegawai pinjol.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/