alexametrics
27.9 C
Jember
Wednesday, 29 June 2022

Binatang Peliharaan Bisa Tertular Covid-19

Mobile_AP_Rectangle 1

TEGALBOTO, RADARJEMBER.ID – Setelah adanya kasus Covid-19 pada harimau di Taman Margasatwa Ragunan, timbul banyak kekhawatiran dari para pemilik hewan peliharaan. Sebab, tidak menutup kemungkinan bahwa nantinya potensi penyebaran Covid-19 di Jember juga menyasar pada hewan peliharaan.

Untuk itu, perlu adanya kewaspadaan ekstra dalam melakukan perawatan hewan peliharaan. Tujuannya agar pemilik maupun hewan peliharaan tidak terinfeksi virus corona.

Ketua Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia Jatim VII drh Puput Rijalu menjelaskan bahwa hewan- hewan peliharaan di rumah juga memiliki potensi terserang Covid-19. Walaupun hingga saat ini belum ada kajian mendasar mengenai penularan Covid-19 pada hewan.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Pada prinsipnya, hewan bisa tertular Covid-19. Yang perlu digarisbawahi adalah hewan kesayangan. Kalau yang lain, kami dari praktisi dokter hewan belum menemukan,” kata Puput ketika dikonfirmasi Jawa Pos Radar Jember.

Jika merujuk pada kasus harimau Taman Magasatwa Ragunan, harimau tersebut tertular Covid-19 dari penjaga atau keeper yang sehari-hari merawatnya. Artinya, tertular dari manusia. Namun, hingga saat ini belum ada bukti atau temuan bahwa hewan bisa menularkan virus kepada manusia. “Belum ada bukti dan data mengenai itu. Apakah misalnya bisa menularkan pada sesama kucing atau orang lain,” terangnya lagi.

Adapun gejala klinis yang akan dialami oleh hewan ketika terserang virus Covid-19 yang utama adalah adanya gangguan sistem pernapasan. Gejala yang paling umum adalah menyerang paru-paru. Selanjutnya, hewan akan mengalami demam. Hal ini secara otomatis akan memengaruhi pola makan hewan yang cenderung berkurang. “Gejala yang paling akhir itu diare dan muntah. Prinsipnya sama seperti manusia,” papar Puput.

- Advertisement -

TEGALBOTO, RADARJEMBER.ID – Setelah adanya kasus Covid-19 pada harimau di Taman Margasatwa Ragunan, timbul banyak kekhawatiran dari para pemilik hewan peliharaan. Sebab, tidak menutup kemungkinan bahwa nantinya potensi penyebaran Covid-19 di Jember juga menyasar pada hewan peliharaan.

Untuk itu, perlu adanya kewaspadaan ekstra dalam melakukan perawatan hewan peliharaan. Tujuannya agar pemilik maupun hewan peliharaan tidak terinfeksi virus corona.

Ketua Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia Jatim VII drh Puput Rijalu menjelaskan bahwa hewan- hewan peliharaan di rumah juga memiliki potensi terserang Covid-19. Walaupun hingga saat ini belum ada kajian mendasar mengenai penularan Covid-19 pada hewan.

“Pada prinsipnya, hewan bisa tertular Covid-19. Yang perlu digarisbawahi adalah hewan kesayangan. Kalau yang lain, kami dari praktisi dokter hewan belum menemukan,” kata Puput ketika dikonfirmasi Jawa Pos Radar Jember.

Jika merujuk pada kasus harimau Taman Magasatwa Ragunan, harimau tersebut tertular Covid-19 dari penjaga atau keeper yang sehari-hari merawatnya. Artinya, tertular dari manusia. Namun, hingga saat ini belum ada bukti atau temuan bahwa hewan bisa menularkan virus kepada manusia. “Belum ada bukti dan data mengenai itu. Apakah misalnya bisa menularkan pada sesama kucing atau orang lain,” terangnya lagi.

Adapun gejala klinis yang akan dialami oleh hewan ketika terserang virus Covid-19 yang utama adalah adanya gangguan sistem pernapasan. Gejala yang paling umum adalah menyerang paru-paru. Selanjutnya, hewan akan mengalami demam. Hal ini secara otomatis akan memengaruhi pola makan hewan yang cenderung berkurang. “Gejala yang paling akhir itu diare dan muntah. Prinsipnya sama seperti manusia,” papar Puput.

TEGALBOTO, RADARJEMBER.ID – Setelah adanya kasus Covid-19 pada harimau di Taman Margasatwa Ragunan, timbul banyak kekhawatiran dari para pemilik hewan peliharaan. Sebab, tidak menutup kemungkinan bahwa nantinya potensi penyebaran Covid-19 di Jember juga menyasar pada hewan peliharaan.

Untuk itu, perlu adanya kewaspadaan ekstra dalam melakukan perawatan hewan peliharaan. Tujuannya agar pemilik maupun hewan peliharaan tidak terinfeksi virus corona.

Ketua Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia Jatim VII drh Puput Rijalu menjelaskan bahwa hewan- hewan peliharaan di rumah juga memiliki potensi terserang Covid-19. Walaupun hingga saat ini belum ada kajian mendasar mengenai penularan Covid-19 pada hewan.

“Pada prinsipnya, hewan bisa tertular Covid-19. Yang perlu digarisbawahi adalah hewan kesayangan. Kalau yang lain, kami dari praktisi dokter hewan belum menemukan,” kata Puput ketika dikonfirmasi Jawa Pos Radar Jember.

Jika merujuk pada kasus harimau Taman Magasatwa Ragunan, harimau tersebut tertular Covid-19 dari penjaga atau keeper yang sehari-hari merawatnya. Artinya, tertular dari manusia. Namun, hingga saat ini belum ada bukti atau temuan bahwa hewan bisa menularkan virus kepada manusia. “Belum ada bukti dan data mengenai itu. Apakah misalnya bisa menularkan pada sesama kucing atau orang lain,” terangnya lagi.

Adapun gejala klinis yang akan dialami oleh hewan ketika terserang virus Covid-19 yang utama adalah adanya gangguan sistem pernapasan. Gejala yang paling umum adalah menyerang paru-paru. Selanjutnya, hewan akan mengalami demam. Hal ini secara otomatis akan memengaruhi pola makan hewan yang cenderung berkurang. “Gejala yang paling akhir itu diare dan muntah. Prinsipnya sama seperti manusia,” papar Puput.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/