alexametrics
24.4 C
Jember
Sunday, 3 July 2022

2 Minggu Lebih, Nalayan Susah Berangkat dan Pulang Melaut Karena ini

Tunggu Air Pasang, Jukung Parkir di Muara

Mobile_AP_Rectangle 1

PUGER KULON, RADARJEMBER.ID – Hampir dua minggu lebih nelayan di Pantai Pancer, Desa Puger Kulon, Kecamatan Puger, susah saat berangkat dan pulang melaut. Hal ini karena debit air di muara Sungai Bedadung susut. Serta terjadinya pendangkalan pada jalur yang menjadi akses keluar masuk nelayan tersebut. Karenanya, nelayan yang akan berangkat menunggu hingga air pasang.

Di lokasi muara, terlihat banyak jukung dan perahu yang parkir. Mereka menunggu hingga air laut pasang dan debit air muara bertambah. Nelayan menunggu sampai cukup lama sejak sore hari. Sebab, biasanya air pasang terjadi pada malam hari. “Ada nelayan yang berangkat melaut pukul delapan malam bahkan lebih akibat pendangkalan,” kata Bowo, nelayan warga Desa Mojosari, Kecamatan Puger.

Bukan hanya saat berangkat terjadi pendangkalan, tetapi pagi sejak pukul 03.00 dini hari air biasanya juga mulai surut. Jika begitu, nelayan akan bertahan di tengah laut, mereka menunggu sampai air pasang kembali dan perahu mereka bisa melewati jalur Plawangan itu. “Kalau dangkal saat berangkat masih tidak masalah. Tapi, kalau sudah pagi ketika waktunya pulang, membuat nelayan susah. Karena ikan hasil tangkapan tidak bisa segera sampai ke tempat pelelangan ikan,” pungkasnya.

- Advertisement -

PUGER KULON, RADARJEMBER.ID – Hampir dua minggu lebih nelayan di Pantai Pancer, Desa Puger Kulon, Kecamatan Puger, susah saat berangkat dan pulang melaut. Hal ini karena debit air di muara Sungai Bedadung susut. Serta terjadinya pendangkalan pada jalur yang menjadi akses keluar masuk nelayan tersebut. Karenanya, nelayan yang akan berangkat menunggu hingga air pasang.

Di lokasi muara, terlihat banyak jukung dan perahu yang parkir. Mereka menunggu hingga air laut pasang dan debit air muara bertambah. Nelayan menunggu sampai cukup lama sejak sore hari. Sebab, biasanya air pasang terjadi pada malam hari. “Ada nelayan yang berangkat melaut pukul delapan malam bahkan lebih akibat pendangkalan,” kata Bowo, nelayan warga Desa Mojosari, Kecamatan Puger.

Bukan hanya saat berangkat terjadi pendangkalan, tetapi pagi sejak pukul 03.00 dini hari air biasanya juga mulai surut. Jika begitu, nelayan akan bertahan di tengah laut, mereka menunggu sampai air pasang kembali dan perahu mereka bisa melewati jalur Plawangan itu. “Kalau dangkal saat berangkat masih tidak masalah. Tapi, kalau sudah pagi ketika waktunya pulang, membuat nelayan susah. Karena ikan hasil tangkapan tidak bisa segera sampai ke tempat pelelangan ikan,” pungkasnya.

PUGER KULON, RADARJEMBER.ID – Hampir dua minggu lebih nelayan di Pantai Pancer, Desa Puger Kulon, Kecamatan Puger, susah saat berangkat dan pulang melaut. Hal ini karena debit air di muara Sungai Bedadung susut. Serta terjadinya pendangkalan pada jalur yang menjadi akses keluar masuk nelayan tersebut. Karenanya, nelayan yang akan berangkat menunggu hingga air pasang.

Di lokasi muara, terlihat banyak jukung dan perahu yang parkir. Mereka menunggu hingga air laut pasang dan debit air muara bertambah. Nelayan menunggu sampai cukup lama sejak sore hari. Sebab, biasanya air pasang terjadi pada malam hari. “Ada nelayan yang berangkat melaut pukul delapan malam bahkan lebih akibat pendangkalan,” kata Bowo, nelayan warga Desa Mojosari, Kecamatan Puger.

Bukan hanya saat berangkat terjadi pendangkalan, tetapi pagi sejak pukul 03.00 dini hari air biasanya juga mulai surut. Jika begitu, nelayan akan bertahan di tengah laut, mereka menunggu sampai air pasang kembali dan perahu mereka bisa melewati jalur Plawangan itu. “Kalau dangkal saat berangkat masih tidak masalah. Tapi, kalau sudah pagi ketika waktunya pulang, membuat nelayan susah. Karena ikan hasil tangkapan tidak bisa segera sampai ke tempat pelelangan ikan,” pungkasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/