alexametrics
23.6 C
Jember
Saturday, 25 June 2022

Terapkan Bekal yang Diterima saat Menjadi Duta Lalu Lintas

Pernah mewakili Kabupaten Jember mengikuti kontes Duta Lalu lintas (lalin) Provinsi Jawa Timur 2018 silam menjadi pengalaman yang membanggakan bagi Fida Ludianti. Sebab, dia menjadi salah seorang yang mewakili Kabupaten Jember bersaing dengan kontestan dari kabupaten/kota di Jawa Timur.

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Menjaga keselamatan banyak orang memanglah sulit. Terutama saat berkendara di jalan raya. Sebab, kesadaran berkendara setiap orang sangat beragam. Sekarang diingatkan, mungkin besok sudah lupa lagi. Bahkan, hal tersebut juga terjadi pada diri sendiri. Mulai dari mengenakan helm, sabuk pengaman, menggunakan kendaraan standar, atau menaati peraturan rambu-rambu lalu lintas.

Meski demikian, hal itu tak menyurutkan semangat Fida Ludianti. Gadis yang tinggal di Jalan Sriwijaya 28/9A, Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Sumbersari, itu bertekad menjadi insan yang harus patuh sekaligus menjadi penggerak keselamatan berkendara bagi masyarakat Jember, kala itu. Terlebih lagi, dirinya pernah didapuk sebagai Duta Lalu Lintas Kabupaten Jember 2018 silam.

Sematan predikat itu masih melekat hingga sekarang. Dirinya termotivasi untuk menyelamatkan banyak orang agar terhindar dari kecelakaan lalu lintas. Fida tetap menjadi pengingat siapa pun yang dia jumpai, untuk taat terhadap peraturan berlalu lintas. “Bentuk perhatian untuk keselamatan berkendara saya mulai dari diri sendiri untuk tetap memakai helm saat berkendara. Nah, itu kan menjadikan salah satu usaha dalam mengingatkan orang untuk menggunakan helm,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Jember.

Mobile_AP_Rectangle 2

Saat dibonceng, lanjutnya, kita dapat mengingatkan orang yang membonceng kita jika tidak mematuhi aturan lalu lintas atau melanggar aturan dalam berkendara. “Yang saya lakukan terkait dengan sosialisasi keselamatan berkendara dimulai dari orang terdekat saya, yaitu keluarga saya sendiri,” tutur mahasiswi Teknik Perminyakan Institut Teknologi Bandung tersebut (ITB).

Dia memberikan pengetahuan terkait dengan pentingnya menjaga keselamatan berkendara. Mulai dari memakai alat penunjang keselamatan saat berkendara, etika dalam berkendara, serta mematuhi aturan-aturan berlalu lintas. “Untuk teman-teman saya, yang saat ini dalam masa remaja, memang dalam berkendara terkadang tidak mematuhi lalu lintas,” ujarnya.

Mengatasi hal itu, Fida mulai memberikan beberapa hal yang memang sangat penting untuk menjaga diri saat berkendara. Dia upayakan tetap mengingatkan banyak orang, baik melalui lisan maupun unggahan di media sosial.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Menjaga keselamatan banyak orang memanglah sulit. Terutama saat berkendara di jalan raya. Sebab, kesadaran berkendara setiap orang sangat beragam. Sekarang diingatkan, mungkin besok sudah lupa lagi. Bahkan, hal tersebut juga terjadi pada diri sendiri. Mulai dari mengenakan helm, sabuk pengaman, menggunakan kendaraan standar, atau menaati peraturan rambu-rambu lalu lintas.

Meski demikian, hal itu tak menyurutkan semangat Fida Ludianti. Gadis yang tinggal di Jalan Sriwijaya 28/9A, Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Sumbersari, itu bertekad menjadi insan yang harus patuh sekaligus menjadi penggerak keselamatan berkendara bagi masyarakat Jember, kala itu. Terlebih lagi, dirinya pernah didapuk sebagai Duta Lalu Lintas Kabupaten Jember 2018 silam.

Sematan predikat itu masih melekat hingga sekarang. Dirinya termotivasi untuk menyelamatkan banyak orang agar terhindar dari kecelakaan lalu lintas. Fida tetap menjadi pengingat siapa pun yang dia jumpai, untuk taat terhadap peraturan berlalu lintas. “Bentuk perhatian untuk keselamatan berkendara saya mulai dari diri sendiri untuk tetap memakai helm saat berkendara. Nah, itu kan menjadikan salah satu usaha dalam mengingatkan orang untuk menggunakan helm,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Jember.

Saat dibonceng, lanjutnya, kita dapat mengingatkan orang yang membonceng kita jika tidak mematuhi aturan lalu lintas atau melanggar aturan dalam berkendara. “Yang saya lakukan terkait dengan sosialisasi keselamatan berkendara dimulai dari orang terdekat saya, yaitu keluarga saya sendiri,” tutur mahasiswi Teknik Perminyakan Institut Teknologi Bandung tersebut (ITB).

Dia memberikan pengetahuan terkait dengan pentingnya menjaga keselamatan berkendara. Mulai dari memakai alat penunjang keselamatan saat berkendara, etika dalam berkendara, serta mematuhi aturan-aturan berlalu lintas. “Untuk teman-teman saya, yang saat ini dalam masa remaja, memang dalam berkendara terkadang tidak mematuhi lalu lintas,” ujarnya.

Mengatasi hal itu, Fida mulai memberikan beberapa hal yang memang sangat penting untuk menjaga diri saat berkendara. Dia upayakan tetap mengingatkan banyak orang, baik melalui lisan maupun unggahan di media sosial.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Menjaga keselamatan banyak orang memanglah sulit. Terutama saat berkendara di jalan raya. Sebab, kesadaran berkendara setiap orang sangat beragam. Sekarang diingatkan, mungkin besok sudah lupa lagi. Bahkan, hal tersebut juga terjadi pada diri sendiri. Mulai dari mengenakan helm, sabuk pengaman, menggunakan kendaraan standar, atau menaati peraturan rambu-rambu lalu lintas.

Meski demikian, hal itu tak menyurutkan semangat Fida Ludianti. Gadis yang tinggal di Jalan Sriwijaya 28/9A, Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Sumbersari, itu bertekad menjadi insan yang harus patuh sekaligus menjadi penggerak keselamatan berkendara bagi masyarakat Jember, kala itu. Terlebih lagi, dirinya pernah didapuk sebagai Duta Lalu Lintas Kabupaten Jember 2018 silam.

Sematan predikat itu masih melekat hingga sekarang. Dirinya termotivasi untuk menyelamatkan banyak orang agar terhindar dari kecelakaan lalu lintas. Fida tetap menjadi pengingat siapa pun yang dia jumpai, untuk taat terhadap peraturan berlalu lintas. “Bentuk perhatian untuk keselamatan berkendara saya mulai dari diri sendiri untuk tetap memakai helm saat berkendara. Nah, itu kan menjadikan salah satu usaha dalam mengingatkan orang untuk menggunakan helm,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Jember.

Saat dibonceng, lanjutnya, kita dapat mengingatkan orang yang membonceng kita jika tidak mematuhi aturan lalu lintas atau melanggar aturan dalam berkendara. “Yang saya lakukan terkait dengan sosialisasi keselamatan berkendara dimulai dari orang terdekat saya, yaitu keluarga saya sendiri,” tutur mahasiswi Teknik Perminyakan Institut Teknologi Bandung tersebut (ITB).

Dia memberikan pengetahuan terkait dengan pentingnya menjaga keselamatan berkendara. Mulai dari memakai alat penunjang keselamatan saat berkendara, etika dalam berkendara, serta mematuhi aturan-aturan berlalu lintas. “Untuk teman-teman saya, yang saat ini dalam masa remaja, memang dalam berkendara terkadang tidak mematuhi lalu lintas,” ujarnya.

Mengatasi hal itu, Fida mulai memberikan beberapa hal yang memang sangat penting untuk menjaga diri saat berkendara. Dia upayakan tetap mengingatkan banyak orang, baik melalui lisan maupun unggahan di media sosial.

Previous articlePerlu Jalur Khusus
Next articlePesonanya Belum Pudar 

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/