alexametrics
23.2 C
Jember
Thursday, 18 August 2022

Pelanggaran Terbanyak: Terobos Lampu

Dalam Satu Menit, Ada Dua Pelanggar

Mobile_AP_Rectangle 1

Pun demikian dengan pengendara roda empat. Masih banyak yang tak taat berhenti pada garis yang sudah ditetapkan. Terkadang mobil mereka menyelonong maju hingga batas zebra cross. Padahal, sudah ada tanda garis yang diperuntukkan roda dua dengan menerapkan physical distancing. Namun, mobil tersebut tetap saja berhenti di atas marka.

Sama halnya untuk pengendara roda dua yang memilih jalur cepat putar balik di kawasan Gladak Kembar. Aksi putar balik di Jalan Letjen Panjaitan ini seakan sudah menjadi hal favorit. Meski sudah ada rambu dilarang putar balik, namun sepertinya hanya menjadi hiasan saja. Pengendara dari arah Jalan Letjen Panjaitan terkadang melaju cukup kencang. Dalam sejam, total ada 26 pengendara roda dua yang nyelonong putar balik.

Salah satu pengendara bermotor, Johan Prasetyo, warga Kecamatan Patrang, mengakui bahwa dirinya tak membekali anaknya yang berusia tujuh tahun dengan helm. Padahal, meskipun dirinya memakai helm dan didukung surat-surat lengkap, semestinya putrinya yang dibonceng di depan juga wajib memakai helm khusus anak-anak. “Iya, belum dibelikan helm buat dia,” kata Johan.

- Advertisement -

Pun demikian dengan pengendara roda empat. Masih banyak yang tak taat berhenti pada garis yang sudah ditetapkan. Terkadang mobil mereka menyelonong maju hingga batas zebra cross. Padahal, sudah ada tanda garis yang diperuntukkan roda dua dengan menerapkan physical distancing. Namun, mobil tersebut tetap saja berhenti di atas marka.

Sama halnya untuk pengendara roda dua yang memilih jalur cepat putar balik di kawasan Gladak Kembar. Aksi putar balik di Jalan Letjen Panjaitan ini seakan sudah menjadi hal favorit. Meski sudah ada rambu dilarang putar balik, namun sepertinya hanya menjadi hiasan saja. Pengendara dari arah Jalan Letjen Panjaitan terkadang melaju cukup kencang. Dalam sejam, total ada 26 pengendara roda dua yang nyelonong putar balik.

Salah satu pengendara bermotor, Johan Prasetyo, warga Kecamatan Patrang, mengakui bahwa dirinya tak membekali anaknya yang berusia tujuh tahun dengan helm. Padahal, meskipun dirinya memakai helm dan didukung surat-surat lengkap, semestinya putrinya yang dibonceng di depan juga wajib memakai helm khusus anak-anak. “Iya, belum dibelikan helm buat dia,” kata Johan.

Pun demikian dengan pengendara roda empat. Masih banyak yang tak taat berhenti pada garis yang sudah ditetapkan. Terkadang mobil mereka menyelonong maju hingga batas zebra cross. Padahal, sudah ada tanda garis yang diperuntukkan roda dua dengan menerapkan physical distancing. Namun, mobil tersebut tetap saja berhenti di atas marka.

Sama halnya untuk pengendara roda dua yang memilih jalur cepat putar balik di kawasan Gladak Kembar. Aksi putar balik di Jalan Letjen Panjaitan ini seakan sudah menjadi hal favorit. Meski sudah ada rambu dilarang putar balik, namun sepertinya hanya menjadi hiasan saja. Pengendara dari arah Jalan Letjen Panjaitan terkadang melaju cukup kencang. Dalam sejam, total ada 26 pengendara roda dua yang nyelonong putar balik.

Salah satu pengendara bermotor, Johan Prasetyo, warga Kecamatan Patrang, mengakui bahwa dirinya tak membekali anaknya yang berusia tujuh tahun dengan helm. Padahal, meskipun dirinya memakai helm dan didukung surat-surat lengkap, semestinya putrinya yang dibonceng di depan juga wajib memakai helm khusus anak-anak. “Iya, belum dibelikan helm buat dia,” kata Johan.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/