alexametrics
30.1 C
Jember
Saturday, 2 July 2022

Jadi Potensi Penyebab Kecelakaan

Kondisi Kendaraan yang Belum Pengujian Kir Ulang

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Angka kematian akibat kecelakaan lalu lintas masih tetap tinggi. Banyak faktor yang membuatnya terjadi. Mulai dari human error, faktor kondisi jalan, force majeure, hingga kondisi kendaraan yang tidak berfungsi normal. Untuk itu, perlu terobosan pemerintah dan kesadaran penuh dari pengguna kendaraan, demi mencegah insiden kecelakaan.

Pada dasarnya, seluruh kendaraan memiliki spesifikasi yang telah diatur. Baik daya angkut, maupun kegunaan pada seluruh bagian mesin. Pengendara tentu harus mematuhi kegunaan kendaraan. Kendaraan penumpang layaknya untuk penumpang, sedangkan kendaraan barang layak mengangkut barang. Jangan sampai terbaik. Sepeda motor dipakai mengangkut lemari. Mobil dipakai untuk mengangkut sapi, dan kendaraan pikap atau truk dipakai mengangkut jamaah pengajian.

Setelah mematuhi fungsi kendaraan, hal lain yang tak kalah penting yang perlu dilakukan adalah rutin mengontrol kendaraan. Fungsi-fungsi pada bagian kendaraan ini yang terkadang disepelekan, sehingga mengancam keselamatan pemiliknya. Abai terhadap fungsi bagian-bagian kendaraan ini juga dapat dikategorikan human error.

Mobile_AP_Rectangle 2

Menurut Pegawai Kantor UPT Pengujian Kendaraan Bermotor Dinas Perhubungan Jember, Fatah, seluruh kendaraan sebenarnya sudah memiliki kekhususan, termasuk spesifikasi kendaraan. “Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2012 tentang Kendaraan, semua kendaraan diatur detail. Mulai dari sepeda motor, mobil, bus, sampai truk gandeng, juga telah diatur,” paparnya.

Dikatakannya, kendaraan yang wajib uji kir yakni kendaraan penumpang seperti angkutan kota, travel, dan bus. Selain itu, kendaraan pengangkut barang seperti pikap dan truk juga wajib uji kir. “Masa berlakunya hanya enam bulan. Nah, ini di lapangan belum semua kendaraan penumpang dan kendaraan barang melakukan uji kir. Kami imbau agar kendaraan tersebut rutin dilakukan uji kir,” papar Fatah.

Menurutnya, kendaraan penumpang dan barang yang melakukan uji kir masih sekitar 60 persen. Sementara, sisanya 40 persen belum. Di sisi lain, dari 60 persen kendaraan yang uji kir, terkadang banyak yang telat mengujikan kendaraannya lagi. “Padahal, kalau mereka rutin melakukan uji kir, ada untungnya juga. Mereka akan mengetahui apa saja yang rusak, apa saja yang perlu diganti. Karena peralatan kami lebih lengkap dari bengkel,” tegasnya.

Di sisi lain, staf penguji di Kantor UPT Pengujian Kendaraan Bermotor Dinas Perhubungan Jember, Heri mengungkap, secara teknis uji kir pada kendaraan penumpang dan barang juga memiliki fungsi untuk mencegah kecelakaan. “Uji kir ini melakukan pengecekan terhadap fungsi-fungsi kendaraan. Mulai dari rem, roda, emisi gas, serta masih banyak lagi. Kalau lolos, langsung dapat smart card, yakni kartu bukti lulus uji elektronik (BLUE),” ucapnya, yang kemudian menyebut kartu BLUE bakal menjadi pengganti buku uji kir.

Pada saat uji kir inilah, tidak sedikit kendaraan yang kondisi remnya diperkirakan akan habis sebelum enam bulan ke depan. Kecelakaan yang terjadi akibat rem tak berfungsi biasanya akibat rem yang seharusnya sudah diganti, tetapi tidak diganti oleh para sopir atau pemilik kendaraan. “Pada saat dicek, rem diperkirakan akan habis tiga bulan lagi. Nah, pemiliknya bisa saja mengganti lebih dari tiga bulan. Ini yang bisa menyebabkan kecelakaan. Kami hanya dapat memberi tahu dan mengimbau agar diganti sebelum tiga bulan,” ucapnya.

Heri juga menyebut, ada rem yang bagus tetapi terkadang menjadi blong. Hal itu disebabkan karena kampas rem pada kendaraan terlalu panas. Apabila hal yang demikian terjadi, maka solusinya harus berhenti. Jika tidak, maka rem terancam blong alias tidak berfungsi lagi. “Jadi, rem blong itu bukan karena tarikannya putus, tetapi kampas remnya terlalu panas, sehingga saat direm tidak berfungsi,” paparnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Angka kematian akibat kecelakaan lalu lintas masih tetap tinggi. Banyak faktor yang membuatnya terjadi. Mulai dari human error, faktor kondisi jalan, force majeure, hingga kondisi kendaraan yang tidak berfungsi normal. Untuk itu, perlu terobosan pemerintah dan kesadaran penuh dari pengguna kendaraan, demi mencegah insiden kecelakaan.

Pada dasarnya, seluruh kendaraan memiliki spesifikasi yang telah diatur. Baik daya angkut, maupun kegunaan pada seluruh bagian mesin. Pengendara tentu harus mematuhi kegunaan kendaraan. Kendaraan penumpang layaknya untuk penumpang, sedangkan kendaraan barang layak mengangkut barang. Jangan sampai terbaik. Sepeda motor dipakai mengangkut lemari. Mobil dipakai untuk mengangkut sapi, dan kendaraan pikap atau truk dipakai mengangkut jamaah pengajian.

Setelah mematuhi fungsi kendaraan, hal lain yang tak kalah penting yang perlu dilakukan adalah rutin mengontrol kendaraan. Fungsi-fungsi pada bagian kendaraan ini yang terkadang disepelekan, sehingga mengancam keselamatan pemiliknya. Abai terhadap fungsi bagian-bagian kendaraan ini juga dapat dikategorikan human error.

Menurut Pegawai Kantor UPT Pengujian Kendaraan Bermotor Dinas Perhubungan Jember, Fatah, seluruh kendaraan sebenarnya sudah memiliki kekhususan, termasuk spesifikasi kendaraan. “Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2012 tentang Kendaraan, semua kendaraan diatur detail. Mulai dari sepeda motor, mobil, bus, sampai truk gandeng, juga telah diatur,” paparnya.

Dikatakannya, kendaraan yang wajib uji kir yakni kendaraan penumpang seperti angkutan kota, travel, dan bus. Selain itu, kendaraan pengangkut barang seperti pikap dan truk juga wajib uji kir. “Masa berlakunya hanya enam bulan. Nah, ini di lapangan belum semua kendaraan penumpang dan kendaraan barang melakukan uji kir. Kami imbau agar kendaraan tersebut rutin dilakukan uji kir,” papar Fatah.

Menurutnya, kendaraan penumpang dan barang yang melakukan uji kir masih sekitar 60 persen. Sementara, sisanya 40 persen belum. Di sisi lain, dari 60 persen kendaraan yang uji kir, terkadang banyak yang telat mengujikan kendaraannya lagi. “Padahal, kalau mereka rutin melakukan uji kir, ada untungnya juga. Mereka akan mengetahui apa saja yang rusak, apa saja yang perlu diganti. Karena peralatan kami lebih lengkap dari bengkel,” tegasnya.

Di sisi lain, staf penguji di Kantor UPT Pengujian Kendaraan Bermotor Dinas Perhubungan Jember, Heri mengungkap, secara teknis uji kir pada kendaraan penumpang dan barang juga memiliki fungsi untuk mencegah kecelakaan. “Uji kir ini melakukan pengecekan terhadap fungsi-fungsi kendaraan. Mulai dari rem, roda, emisi gas, serta masih banyak lagi. Kalau lolos, langsung dapat smart card, yakni kartu bukti lulus uji elektronik (BLUE),” ucapnya, yang kemudian menyebut kartu BLUE bakal menjadi pengganti buku uji kir.

Pada saat uji kir inilah, tidak sedikit kendaraan yang kondisi remnya diperkirakan akan habis sebelum enam bulan ke depan. Kecelakaan yang terjadi akibat rem tak berfungsi biasanya akibat rem yang seharusnya sudah diganti, tetapi tidak diganti oleh para sopir atau pemilik kendaraan. “Pada saat dicek, rem diperkirakan akan habis tiga bulan lagi. Nah, pemiliknya bisa saja mengganti lebih dari tiga bulan. Ini yang bisa menyebabkan kecelakaan. Kami hanya dapat memberi tahu dan mengimbau agar diganti sebelum tiga bulan,” ucapnya.

Heri juga menyebut, ada rem yang bagus tetapi terkadang menjadi blong. Hal itu disebabkan karena kampas rem pada kendaraan terlalu panas. Apabila hal yang demikian terjadi, maka solusinya harus berhenti. Jika tidak, maka rem terancam blong alias tidak berfungsi lagi. “Jadi, rem blong itu bukan karena tarikannya putus, tetapi kampas remnya terlalu panas, sehingga saat direm tidak berfungsi,” paparnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Angka kematian akibat kecelakaan lalu lintas masih tetap tinggi. Banyak faktor yang membuatnya terjadi. Mulai dari human error, faktor kondisi jalan, force majeure, hingga kondisi kendaraan yang tidak berfungsi normal. Untuk itu, perlu terobosan pemerintah dan kesadaran penuh dari pengguna kendaraan, demi mencegah insiden kecelakaan.

Pada dasarnya, seluruh kendaraan memiliki spesifikasi yang telah diatur. Baik daya angkut, maupun kegunaan pada seluruh bagian mesin. Pengendara tentu harus mematuhi kegunaan kendaraan. Kendaraan penumpang layaknya untuk penumpang, sedangkan kendaraan barang layak mengangkut barang. Jangan sampai terbaik. Sepeda motor dipakai mengangkut lemari. Mobil dipakai untuk mengangkut sapi, dan kendaraan pikap atau truk dipakai mengangkut jamaah pengajian.

Setelah mematuhi fungsi kendaraan, hal lain yang tak kalah penting yang perlu dilakukan adalah rutin mengontrol kendaraan. Fungsi-fungsi pada bagian kendaraan ini yang terkadang disepelekan, sehingga mengancam keselamatan pemiliknya. Abai terhadap fungsi bagian-bagian kendaraan ini juga dapat dikategorikan human error.

Menurut Pegawai Kantor UPT Pengujian Kendaraan Bermotor Dinas Perhubungan Jember, Fatah, seluruh kendaraan sebenarnya sudah memiliki kekhususan, termasuk spesifikasi kendaraan. “Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2012 tentang Kendaraan, semua kendaraan diatur detail. Mulai dari sepeda motor, mobil, bus, sampai truk gandeng, juga telah diatur,” paparnya.

Dikatakannya, kendaraan yang wajib uji kir yakni kendaraan penumpang seperti angkutan kota, travel, dan bus. Selain itu, kendaraan pengangkut barang seperti pikap dan truk juga wajib uji kir. “Masa berlakunya hanya enam bulan. Nah, ini di lapangan belum semua kendaraan penumpang dan kendaraan barang melakukan uji kir. Kami imbau agar kendaraan tersebut rutin dilakukan uji kir,” papar Fatah.

Menurutnya, kendaraan penumpang dan barang yang melakukan uji kir masih sekitar 60 persen. Sementara, sisanya 40 persen belum. Di sisi lain, dari 60 persen kendaraan yang uji kir, terkadang banyak yang telat mengujikan kendaraannya lagi. “Padahal, kalau mereka rutin melakukan uji kir, ada untungnya juga. Mereka akan mengetahui apa saja yang rusak, apa saja yang perlu diganti. Karena peralatan kami lebih lengkap dari bengkel,” tegasnya.

Di sisi lain, staf penguji di Kantor UPT Pengujian Kendaraan Bermotor Dinas Perhubungan Jember, Heri mengungkap, secara teknis uji kir pada kendaraan penumpang dan barang juga memiliki fungsi untuk mencegah kecelakaan. “Uji kir ini melakukan pengecekan terhadap fungsi-fungsi kendaraan. Mulai dari rem, roda, emisi gas, serta masih banyak lagi. Kalau lolos, langsung dapat smart card, yakni kartu bukti lulus uji elektronik (BLUE),” ucapnya, yang kemudian menyebut kartu BLUE bakal menjadi pengganti buku uji kir.

Pada saat uji kir inilah, tidak sedikit kendaraan yang kondisi remnya diperkirakan akan habis sebelum enam bulan ke depan. Kecelakaan yang terjadi akibat rem tak berfungsi biasanya akibat rem yang seharusnya sudah diganti, tetapi tidak diganti oleh para sopir atau pemilik kendaraan. “Pada saat dicek, rem diperkirakan akan habis tiga bulan lagi. Nah, pemiliknya bisa saja mengganti lebih dari tiga bulan. Ini yang bisa menyebabkan kecelakaan. Kami hanya dapat memberi tahu dan mengimbau agar diganti sebelum tiga bulan,” ucapnya.

Heri juga menyebut, ada rem yang bagus tetapi terkadang menjadi blong. Hal itu disebabkan karena kampas rem pada kendaraan terlalu panas. Apabila hal yang demikian terjadi, maka solusinya harus berhenti. Jika tidak, maka rem terancam blong alias tidak berfungsi lagi. “Jadi, rem blong itu bukan karena tarikannya putus, tetapi kampas remnya terlalu panas, sehingga saat direm tidak berfungsi,” paparnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/