alexametrics
28 C
Jember
Monday, 15 August 2022

Jember Layak Jadi Kota Cerutu

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Jember Kota Cerutu Indonesia (JKCI) telah resmi dibuka oleh Bupati Jember Hendy Siswanto, Jumat (22/7) malam, di Pendopo Wahyawibawagraha. Sepuluh kedutaan besar asal luar negeri, para pejabat dari luar Jember, hingga perusahaan swasta turut hadir pada malam pembukaan festival tersebut.
Event bertaraf internasional yang mengangkat konsep Jember Kota Tembakau ini digagas oleh owner BIN Cigar Febrian Ananta Kahar. Berbagai perwakilan negara di dunia ikut serta mengikuti kegiatan yang yang akan berakhir pada 24 Juli mendatang. Ada sejumlah negara yang juga telah melakukan kerja sama dan menjadi buyer (konsumen) untuk produk cerutu yang dimiliki Jember. Agenda tahunan ini, bisa mengangkat nama Jember sebagai salah satu penghasil tembakau terbesar di Indonesia bahkan dunia.
Bupati Jember Hendy Siswanto mengatakan, Jember memiliki lahan yang cukup luas. Bagi Jember, sektor pertanian dan perkebunan memiliki andil besar dalam pembangunan. Mampu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) maupun sumbangsih lain terhadap negara. Sebab, beberapa komoditas lokal Jember sudah banyak diekspor hingga luas negeri. Tentunya bisa menambah devisa negara. “Jember sendiri merupakan petikan kecil dari surganya Allah,” tuturnya saat memberikan sambutan.
Tembakau bagaikan emas hijau yang menjadi keistimewaan tersendiri bagi Jember. Dari keunggulan hasil pertanian tembakau, selama berabad-abad Jember berhasil dikenal sebagai julukan kota tembakau. Produk turunan yang dihasilkan pun tak kalah terkenalnya. Salah satunya adalah cerutu yang telah memiliki penggemar sampai benua Eropa dan Amerika.
Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jatim Heru Suseno mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Bupati Hendy. Apresiasi juga diberikan oleh Heru mewakili Pemprov Jatim atas penyelenggaraan JKCI. Menurutnya, adanya ajang itu menjadi satu upaya kebangkitan ekonomi di Jember. “Hasil tembakau, khususnya cukai menjadi salah satu penyumbang pembangunan terbesar,” ungkapnya.
Dibandingkan dengan daerah lain, tambah dia, Jember lebih layak disebut sebagai Kota Cerutu. Hal ini karena Jember telah membuktikan diri sebagai salah satu kontributor terbesar atas hasil produk tembakau dan turunannya, yaitu cerutu. Selain itu, dia juga mengakui adanya keunikan lahan yang dimiliki Jember. Sehingga, mampu menghasilkan tembakau yang istimewa.
Senada, Direktur Amerika II Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia Darianto Harsono menyampaikan bahwa JKCI menjadi media untuk lebih menguarkan segala potensi tembakau yang dimiliki Jember dan memperkenalkannya di mata luar. Pihaknya menyambut baik kegiatan yang digagas Jember tersebut. “Bisa membangkitkan perekonomian Jember,” sambungnya.
Kedatangan Kuba yang ikut meramaikan JKCI menjadi kemenarikan tersendiri baginya. Dia mengatakan, pihaknya akan berupaya menjalin kerja sama dengan pemerintah luar negeri seperti Kuba dalam hal cerutu. Sebab, Kuba telah lama menjadi kiblat bagi negara-negara penghasil cerutu. Bahkan, persiapan hingga pelaksanaan kerja sama yang dapat terjalin nanti, akan difasilitasi secara langsung oleh pihaknya.

Jurnalis: Mega Silvia
Fotografer: DISKOMINFO FOR RADAR JEMBER

Editor: Nur Hariri

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Jember Kota Cerutu Indonesia (JKCI) telah resmi dibuka oleh Bupati Jember Hendy Siswanto, Jumat (22/7) malam, di Pendopo Wahyawibawagraha. Sepuluh kedutaan besar asal luar negeri, para pejabat dari luar Jember, hingga perusahaan swasta turut hadir pada malam pembukaan festival tersebut.
Event bertaraf internasional yang mengangkat konsep Jember Kota Tembakau ini digagas oleh owner BIN Cigar Febrian Ananta Kahar. Berbagai perwakilan negara di dunia ikut serta mengikuti kegiatan yang yang akan berakhir pada 24 Juli mendatang. Ada sejumlah negara yang juga telah melakukan kerja sama dan menjadi buyer (konsumen) untuk produk cerutu yang dimiliki Jember. Agenda tahunan ini, bisa mengangkat nama Jember sebagai salah satu penghasil tembakau terbesar di Indonesia bahkan dunia.
Bupati Jember Hendy Siswanto mengatakan, Jember memiliki lahan yang cukup luas. Bagi Jember, sektor pertanian dan perkebunan memiliki andil besar dalam pembangunan. Mampu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) maupun sumbangsih lain terhadap negara. Sebab, beberapa komoditas lokal Jember sudah banyak diekspor hingga luas negeri. Tentunya bisa menambah devisa negara. “Jember sendiri merupakan petikan kecil dari surganya Allah,” tuturnya saat memberikan sambutan.
Tembakau bagaikan emas hijau yang menjadi keistimewaan tersendiri bagi Jember. Dari keunggulan hasil pertanian tembakau, selama berabad-abad Jember berhasil dikenal sebagai julukan kota tembakau. Produk turunan yang dihasilkan pun tak kalah terkenalnya. Salah satunya adalah cerutu yang telah memiliki penggemar sampai benua Eropa dan Amerika.
Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jatim Heru Suseno mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Bupati Hendy. Apresiasi juga diberikan oleh Heru mewakili Pemprov Jatim atas penyelenggaraan JKCI. Menurutnya, adanya ajang itu menjadi satu upaya kebangkitan ekonomi di Jember. “Hasil tembakau, khususnya cukai menjadi salah satu penyumbang pembangunan terbesar,” ungkapnya.
Dibandingkan dengan daerah lain, tambah dia, Jember lebih layak disebut sebagai Kota Cerutu. Hal ini karena Jember telah membuktikan diri sebagai salah satu kontributor terbesar atas hasil produk tembakau dan turunannya, yaitu cerutu. Selain itu, dia juga mengakui adanya keunikan lahan yang dimiliki Jember. Sehingga, mampu menghasilkan tembakau yang istimewa.
Senada, Direktur Amerika II Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia Darianto Harsono menyampaikan bahwa JKCI menjadi media untuk lebih menguarkan segala potensi tembakau yang dimiliki Jember dan memperkenalkannya di mata luar. Pihaknya menyambut baik kegiatan yang digagas Jember tersebut. “Bisa membangkitkan perekonomian Jember,” sambungnya.
Kedatangan Kuba yang ikut meramaikan JKCI menjadi kemenarikan tersendiri baginya. Dia mengatakan, pihaknya akan berupaya menjalin kerja sama dengan pemerintah luar negeri seperti Kuba dalam hal cerutu. Sebab, Kuba telah lama menjadi kiblat bagi negara-negara penghasil cerutu. Bahkan, persiapan hingga pelaksanaan kerja sama yang dapat terjalin nanti, akan difasilitasi secara langsung oleh pihaknya.

Jurnalis: Mega Silvia
Fotografer: DISKOMINFO FOR RADAR JEMBER

Editor: Nur Hariri

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Jember Kota Cerutu Indonesia (JKCI) telah resmi dibuka oleh Bupati Jember Hendy Siswanto, Jumat (22/7) malam, di Pendopo Wahyawibawagraha. Sepuluh kedutaan besar asal luar negeri, para pejabat dari luar Jember, hingga perusahaan swasta turut hadir pada malam pembukaan festival tersebut.
Event bertaraf internasional yang mengangkat konsep Jember Kota Tembakau ini digagas oleh owner BIN Cigar Febrian Ananta Kahar. Berbagai perwakilan negara di dunia ikut serta mengikuti kegiatan yang yang akan berakhir pada 24 Juli mendatang. Ada sejumlah negara yang juga telah melakukan kerja sama dan menjadi buyer (konsumen) untuk produk cerutu yang dimiliki Jember. Agenda tahunan ini, bisa mengangkat nama Jember sebagai salah satu penghasil tembakau terbesar di Indonesia bahkan dunia.
Bupati Jember Hendy Siswanto mengatakan, Jember memiliki lahan yang cukup luas. Bagi Jember, sektor pertanian dan perkebunan memiliki andil besar dalam pembangunan. Mampu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) maupun sumbangsih lain terhadap negara. Sebab, beberapa komoditas lokal Jember sudah banyak diekspor hingga luas negeri. Tentunya bisa menambah devisa negara. “Jember sendiri merupakan petikan kecil dari surganya Allah,” tuturnya saat memberikan sambutan.
Tembakau bagaikan emas hijau yang menjadi keistimewaan tersendiri bagi Jember. Dari keunggulan hasil pertanian tembakau, selama berabad-abad Jember berhasil dikenal sebagai julukan kota tembakau. Produk turunan yang dihasilkan pun tak kalah terkenalnya. Salah satunya adalah cerutu yang telah memiliki penggemar sampai benua Eropa dan Amerika.
Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jatim Heru Suseno mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Bupati Hendy. Apresiasi juga diberikan oleh Heru mewakili Pemprov Jatim atas penyelenggaraan JKCI. Menurutnya, adanya ajang itu menjadi satu upaya kebangkitan ekonomi di Jember. “Hasil tembakau, khususnya cukai menjadi salah satu penyumbang pembangunan terbesar,” ungkapnya.
Dibandingkan dengan daerah lain, tambah dia, Jember lebih layak disebut sebagai Kota Cerutu. Hal ini karena Jember telah membuktikan diri sebagai salah satu kontributor terbesar atas hasil produk tembakau dan turunannya, yaitu cerutu. Selain itu, dia juga mengakui adanya keunikan lahan yang dimiliki Jember. Sehingga, mampu menghasilkan tembakau yang istimewa.
Senada, Direktur Amerika II Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia Darianto Harsono menyampaikan bahwa JKCI menjadi media untuk lebih menguarkan segala potensi tembakau yang dimiliki Jember dan memperkenalkannya di mata luar. Pihaknya menyambut baik kegiatan yang digagas Jember tersebut. “Bisa membangkitkan perekonomian Jember,” sambungnya.
Kedatangan Kuba yang ikut meramaikan JKCI menjadi kemenarikan tersendiri baginya. Dia mengatakan, pihaknya akan berupaya menjalin kerja sama dengan pemerintah luar negeri seperti Kuba dalam hal cerutu. Sebab, Kuba telah lama menjadi kiblat bagi negara-negara penghasil cerutu. Bahkan, persiapan hingga pelaksanaan kerja sama yang dapat terjalin nanti, akan difasilitasi secara langsung oleh pihaknya.

Jurnalis: Mega Silvia
Fotografer: DISKOMINFO FOR RADAR JEMBER

Editor: Nur Hariri

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/