alexametrics
24.9 C
Jember
Friday, 20 May 2022

Segera Salurkan Bansos untuk 100.000 Rumah

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER LOR, RADARJEMBER.ID –  Pemerintah Kabupaten Jember melalui Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Jember mulai bertindak dalam menekan dampak ekonomi yang diakibatkan Covid-19. Yakni dengan memaksimalkan serapan anggaran belanja tidak terduga (BTT).

Tak tanggung-tanggung, Bupati Jember Hendy Siswanto menjelaskan bahwa pihaknya menyiapkan anggaran sebesar Rp 83 miliar yang bersumber dari dana BTT. Dia menambahkan bahwa setiap paket bantuan tersebut berupa paket sembako dengan total nilai sebesar Rp 250 ribu. Perinciannya, setiap paket sembako itu terdiri atas uang sebesar Rp 100 ribu dan sembako senilai 150 ribu.

Nantinya, Hendy menjelaskan bahwa bansos tersebut bakal dibagikan ke 100 ribu rumah. Sementara, untuk target pendistribusiannya bakal selesai maksimal pertengahan Agustus 2021 mendatang.

Mobile_AP_Rectangle 2

Meski begitu, Hendy berharap adanya kelompok kerja alias pokja yang bisa menangani hal tersebut. “Sudah saya instruksikan. Nanti yang akan fokus pada pekerjaan ini,” paparnya. Sementara itu, yang mengetuai pokja itu adalah Kepala Dinas Sosial dan Sekretaris Kepala Dinas Kesehatan, sedangkan Bupati Jember sebagai penanggung jawab. Dia menegaskan bahwa pembentukan serta pendistribusiannya tak boleh terlalu lama.

Lebih lanjut, terkait pengadaan bahan-bahan sembako, Hendy menginstruksikan kepada para petugas supaya pembelian bahan-bahan itu dilaksanakan tanpa pihak ketiga. Artinya, sistem belanjanya dilaksanakan secara langsung tanpa tender. Dengan begitu, langsung membelinya dari masyarakat.

- Advertisement -

JEMBER LOR, RADARJEMBER.ID –  Pemerintah Kabupaten Jember melalui Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Jember mulai bertindak dalam menekan dampak ekonomi yang diakibatkan Covid-19. Yakni dengan memaksimalkan serapan anggaran belanja tidak terduga (BTT).

Tak tanggung-tanggung, Bupati Jember Hendy Siswanto menjelaskan bahwa pihaknya menyiapkan anggaran sebesar Rp 83 miliar yang bersumber dari dana BTT. Dia menambahkan bahwa setiap paket bantuan tersebut berupa paket sembako dengan total nilai sebesar Rp 250 ribu. Perinciannya, setiap paket sembako itu terdiri atas uang sebesar Rp 100 ribu dan sembako senilai 150 ribu.

Nantinya, Hendy menjelaskan bahwa bansos tersebut bakal dibagikan ke 100 ribu rumah. Sementara, untuk target pendistribusiannya bakal selesai maksimal pertengahan Agustus 2021 mendatang.

Meski begitu, Hendy berharap adanya kelompok kerja alias pokja yang bisa menangani hal tersebut. “Sudah saya instruksikan. Nanti yang akan fokus pada pekerjaan ini,” paparnya. Sementara itu, yang mengetuai pokja itu adalah Kepala Dinas Sosial dan Sekretaris Kepala Dinas Kesehatan, sedangkan Bupati Jember sebagai penanggung jawab. Dia menegaskan bahwa pembentukan serta pendistribusiannya tak boleh terlalu lama.

Lebih lanjut, terkait pengadaan bahan-bahan sembako, Hendy menginstruksikan kepada para petugas supaya pembelian bahan-bahan itu dilaksanakan tanpa pihak ketiga. Artinya, sistem belanjanya dilaksanakan secara langsung tanpa tender. Dengan begitu, langsung membelinya dari masyarakat.

JEMBER LOR, RADARJEMBER.ID –  Pemerintah Kabupaten Jember melalui Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Jember mulai bertindak dalam menekan dampak ekonomi yang diakibatkan Covid-19. Yakni dengan memaksimalkan serapan anggaran belanja tidak terduga (BTT).

Tak tanggung-tanggung, Bupati Jember Hendy Siswanto menjelaskan bahwa pihaknya menyiapkan anggaran sebesar Rp 83 miliar yang bersumber dari dana BTT. Dia menambahkan bahwa setiap paket bantuan tersebut berupa paket sembako dengan total nilai sebesar Rp 250 ribu. Perinciannya, setiap paket sembako itu terdiri atas uang sebesar Rp 100 ribu dan sembako senilai 150 ribu.

Nantinya, Hendy menjelaskan bahwa bansos tersebut bakal dibagikan ke 100 ribu rumah. Sementara, untuk target pendistribusiannya bakal selesai maksimal pertengahan Agustus 2021 mendatang.

Meski begitu, Hendy berharap adanya kelompok kerja alias pokja yang bisa menangani hal tersebut. “Sudah saya instruksikan. Nanti yang akan fokus pada pekerjaan ini,” paparnya. Sementara itu, yang mengetuai pokja itu adalah Kepala Dinas Sosial dan Sekretaris Kepala Dinas Kesehatan, sedangkan Bupati Jember sebagai penanggung jawab. Dia menegaskan bahwa pembentukan serta pendistribusiannya tak boleh terlalu lama.

Lebih lanjut, terkait pengadaan bahan-bahan sembako, Hendy menginstruksikan kepada para petugas supaya pembelian bahan-bahan itu dilaksanakan tanpa pihak ketiga. Artinya, sistem belanjanya dilaksanakan secara langsung tanpa tender. Dengan begitu, langsung membelinya dari masyarakat.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/