alexametrics
31.8 C
Jember
Tuesday, 16 August 2022

Luncurkan Varietas Tebu Unggul dari Tanggul

Kembangkan MAS 0720, Tanam Perdana oleh Ketua Umum APTRI

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Produktivitas tebu yang berkecenderungan menurun terus diantisipasi para petani tebu. Salah satunya dengan melakukan inovasi terhadap bibit. Kemarin (23/7), H Arum Sabil, tokoh tebu asal Tanggul, mencoba mengembangkan tebu yang belum lama ini ditemukannya. Tebu itu diberi nama MAS 0720.

Angka di belakang singkatan tersebut menunjukkan tanggal ditemukannya varietas tersebut. Sedangkan MAS? H Arum Sabil memilih tak menjawabnya pasti. “Masjid Agung Surabaya,” kelakarnya, lalu tertawa.

Namun, sejumlah orang dekat Arum mengatakan, MAS singkatan dari Muhammad Arum Sabil, nama panjang tokoh tebu nasional itu. Namun, ketika kepanjangan itu dikonfirmasikan ke Arum Sabil, dia memilih menjawabnya dengan senyum. Lalu berujar, “Monggo saja. Silakan kalau teman-teman menjabarkan seperti itu.”

Mobile_AP_Rectangle 2

Yang terang, Arum menegaskan, dirinya bukan ahli rekayasa bibit. Dia menceritakan, sejatinya tebu varietas yang dikembangkannya itu dulu sudah banyak ditanam petani. Dia hanya mencoba mencarinya kembali dan membudidayakannya.

Dia mengaku, awalnya tergelitik dengan orang yang berjualan es tebu di pinggir-pinggir jalan. Suatu ketika dia melihat ada tebu yang agak unik. “Tebunya manisnya bukan main,” tukas Ketua Dewan Pembina APTRI itu.

Dia lantas mengamati tebu tersebut dan memburu ke berbagai pelosok. “Saya harus temukan tebu jenis itu. Orang dulu bilang tebu tek,” ujarnya.

Setelah sekian lama blusukan, dia menemukan ada petani yang menanam tebu jenis itu. Namun, batangnya kecil-kecil. Arum tak peduli. Dia yakin tebu ini yang dia cari. “Ini tebu berkualitas. Hanya mungkin perawatan saja yang kurang,” katanya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Produktivitas tebu yang berkecenderungan menurun terus diantisipasi para petani tebu. Salah satunya dengan melakukan inovasi terhadap bibit. Kemarin (23/7), H Arum Sabil, tokoh tebu asal Tanggul, mencoba mengembangkan tebu yang belum lama ini ditemukannya. Tebu itu diberi nama MAS 0720.

Angka di belakang singkatan tersebut menunjukkan tanggal ditemukannya varietas tersebut. Sedangkan MAS? H Arum Sabil memilih tak menjawabnya pasti. “Masjid Agung Surabaya,” kelakarnya, lalu tertawa.

Namun, sejumlah orang dekat Arum mengatakan, MAS singkatan dari Muhammad Arum Sabil, nama panjang tokoh tebu nasional itu. Namun, ketika kepanjangan itu dikonfirmasikan ke Arum Sabil, dia memilih menjawabnya dengan senyum. Lalu berujar, “Monggo saja. Silakan kalau teman-teman menjabarkan seperti itu.”

Yang terang, Arum menegaskan, dirinya bukan ahli rekayasa bibit. Dia menceritakan, sejatinya tebu varietas yang dikembangkannya itu dulu sudah banyak ditanam petani. Dia hanya mencoba mencarinya kembali dan membudidayakannya.

Dia mengaku, awalnya tergelitik dengan orang yang berjualan es tebu di pinggir-pinggir jalan. Suatu ketika dia melihat ada tebu yang agak unik. “Tebunya manisnya bukan main,” tukas Ketua Dewan Pembina APTRI itu.

Dia lantas mengamati tebu tersebut dan memburu ke berbagai pelosok. “Saya harus temukan tebu jenis itu. Orang dulu bilang tebu tek,” ujarnya.

Setelah sekian lama blusukan, dia menemukan ada petani yang menanam tebu jenis itu. Namun, batangnya kecil-kecil. Arum tak peduli. Dia yakin tebu ini yang dia cari. “Ini tebu berkualitas. Hanya mungkin perawatan saja yang kurang,” katanya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Produktivitas tebu yang berkecenderungan menurun terus diantisipasi para petani tebu. Salah satunya dengan melakukan inovasi terhadap bibit. Kemarin (23/7), H Arum Sabil, tokoh tebu asal Tanggul, mencoba mengembangkan tebu yang belum lama ini ditemukannya. Tebu itu diberi nama MAS 0720.

Angka di belakang singkatan tersebut menunjukkan tanggal ditemukannya varietas tersebut. Sedangkan MAS? H Arum Sabil memilih tak menjawabnya pasti. “Masjid Agung Surabaya,” kelakarnya, lalu tertawa.

Namun, sejumlah orang dekat Arum mengatakan, MAS singkatan dari Muhammad Arum Sabil, nama panjang tokoh tebu nasional itu. Namun, ketika kepanjangan itu dikonfirmasikan ke Arum Sabil, dia memilih menjawabnya dengan senyum. Lalu berujar, “Monggo saja. Silakan kalau teman-teman menjabarkan seperti itu.”

Yang terang, Arum menegaskan, dirinya bukan ahli rekayasa bibit. Dia menceritakan, sejatinya tebu varietas yang dikembangkannya itu dulu sudah banyak ditanam petani. Dia hanya mencoba mencarinya kembali dan membudidayakannya.

Dia mengaku, awalnya tergelitik dengan orang yang berjualan es tebu di pinggir-pinggir jalan. Suatu ketika dia melihat ada tebu yang agak unik. “Tebunya manisnya bukan main,” tukas Ketua Dewan Pembina APTRI itu.

Dia lantas mengamati tebu tersebut dan memburu ke berbagai pelosok. “Saya harus temukan tebu jenis itu. Orang dulu bilang tebu tek,” ujarnya.

Setelah sekian lama blusukan, dia menemukan ada petani yang menanam tebu jenis itu. Namun, batangnya kecil-kecil. Arum tak peduli. Dia yakin tebu ini yang dia cari. “Ini tebu berkualitas. Hanya mungkin perawatan saja yang kurang,” katanya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/